Bung Tomo Cup 1
MediaBnR.com, Surabaya – Terhelat sudah gelaran Bung Tomo Cup 1 di gantangan BnR Gajah Mada (Asrama Pomdam V Brawijaya), Minggu (13/01).
Gelaran yang dikemas apik oleh H. Dhika (Penasehat BnR Indonesia) dan Bang Boy (Pendiri BnR Indonesia) itu, mengalami peningkatan jumlah peserta disetiap sesinya. Bahkan, hingga gelaran berakhir, jumlah peserta tercatat mencapai 1.750 tiket ludes terjual.
Kicau mania yang hadir pun tak hanya dari wilayah Surabaya atau dari wilayah Jawa Timur saja, bahkan hampir dari penjuru wilayah di Indonesia kicau manianya tumplek di gelaran pertama untuk mengenang sang Pahlawan Indonesia itu (Bung Tomo).
Seperti om sulaiman dan kawan kawannya yang hadir di gelaran ini untuk mewakili kicau mania Aceh tengah Takengon. Ia pun hadir bersama rekannya yang berasal dari kota Sidoarjo dan Malang. “kita ini fans lombanya BnR, jadi dimana ada gelarannya BnR, ya kita pasti hadir” tutur om Sulaiman.
Selain itu, adapula tim asal kota pudak, yaitu Gresik yang juga hadir meramaikan gelaran ini. Hadir bersama 14 anggota yang lain. Kaji Cemeng sang kapten PBC turut sukses membawa pasukannya ke deretan para jawara. Terutamanya amunisi asuhan Budi Ben Bagus yang selalu eksis di dunia kenari mania. Amunisinya yang bernama ADIDAS kembali menorehkan kemenangan di tempat yang sama, setelah beberapa waktu lalu ADIDAS juga menang di gelaran Road To Bupati Sidoarjo di Arena BnR Gajah Mada ini ( Des 2018).
Bermain di dua kelas Kenari Standart Bung Tomo dan BnR Vit. ADIDAS sukses menguasai kelas Kenari tersebut dengan fasih melantunkan lagu kenari standartnya dengan jedah yang rapat. Alhasil hingga dua kali permainan pun ADIDAS sukses membius para juri untuk menancapkan bendera koncer A sebagai juara pertamanya.
Begitupun di kelas burung kacer, ada juga jagoan milik tim asal kota Malang, yakni Kacer Lada Hitam milik H.Wibie yang juga turut tampil apik di kelas burung Kacer hingga meraih du kali kemenangan juga.
Lada Hitam yang selalu tampil ngotot kala itu, memang layak jika meraih predikat juara pertama. Tampilannya sejak sesi pertama hingga kedua, sukses membuat juri BnR untuk menjadikannya yang nomer satu di kelas Kacer BnR Vit dan kelas kacer Sobat DF.
Kemudian tim tuan rumah Surabaya sendiri yang namanya juga cukup kesohor di kalangan kicau mania wilayah Jawa Timur, ada tim 911 Sf.
Di gelaran kali ini mereka yang suport perebutan juara umum BC untuk tim Duta NZR, tetap saja sukses Mendulang kemenangan. Di gelaran yang berakhir hingga malam hari itu, amunisi tim 911 SF selalu sukses menyabet kejuaraan di nomor nomor kecil. Murai batu Hell Boy sukses menembus juara 1 kelas BoB 36, Rock n Roll juga juara 1 kelas Murai Batu Bung Tomo, dan Anak Lanang juara 1 kelas Murai Batu BnR Vit. Kemudian Cucak Ijo Sinden juga menang juara 1 kelas Cucak Ijo BnR Vit.
Dan yang tak kalah dahsyatnya penampilan murai batu amunisi andalan dari tim Kaji Said. Murai batu amunisi anyar yang didapatnya ketika di gelaran Airin Cup Jakarta tahun 2018 lalu sempat sukses membuka kemenangan di sesi kelas Murai Batu Sobat Df. Penampilan bak air mancurnya berhasil membuat para juri BnR mengganjarnya dengan bendera koncer A sebanyak 2 buah. Meski harus berbagi bendera koncer A dengan ke empat burung yang lain, namun Erdogan tetap layak sebagai juara pertamanya.
Pertarungan di kelas burung murai batu ketika itu memang menjadi kelas yang sarat dengan pertarungan sengit. Bahkan gencaran tembakan Erdogan yang kerja ngotot sejak awal ketika naik di kelas BOB 36, dianggap tak mampu membuatnya kembali menguasai juara pertama oleh Juri BnR, menurut salah satu Juri BnR tonjolan suara Erdogan ketika itu belum memenuhi syarat untuk di tiga besar. Alhasil, Erdogan ketika itu harus puas berada di posisi ke lima di deretan para jawara ekor panjang. Kaji said sendiri menuturkan bahwa “kerja erdogan dahsyat waktu itu, saya tau betul Erdogan, tapi ya mau gimana lagi, kalo juri sudah memutuskan, saya cukup senyum aja deh” tuturnya.
Meski demikian, amunisi amunisi andalannya yang lain juga sukses menangi setiap kejuaraan di setiap kelasnya. Hingga pada akhirnya, Kaji Said dan timnya sukses meraih kemenangan sebagai Juara Umum SF. (Den!)











