Lindu Aji BC-Semarang
Ajuan Terbuka & Kenyamanan Lomba Road To Lindu Aji Cup 4 Menuai Pujian Kicaumania

Media BnR – Membuka kelas 24 G dengan sistem ajuan terbuka serta aturan tegas non teriak, membuat prasangka negatif ataupun intrik terkait penilaian menurun drastis, bahkan nyaris tidak ada terceletuk dari kicaumania yang hadir di gelaran kedua Road To Lindu Aji Cup 4, Rabu (17/08/2022). Apalagi jarak pagar gantangan Lindu Aji BC di Jl. Pusponjolo Selatan-Semarang tergolong cukup dekat dengan burung, jadi peserta bisa langsung memantau penjurian.

Tiket juga baru dibagikan dengan cara menukarkan kupon undian langsung di lapangan menjelang gantang, setelah itu baru mendapatkan nomor gantangan dan peserta disegerakan menggantang dan juri masuk lapangan setelah lapangan steril dari peserta. Hal ini tentunya cukup efektif untuk menghindari atau setidaknya mengurangi kecurangan perihal peserta menitipkan nomor gantangan ke juri.

Hal ini disampaikan oleh Andi LA selaku Ketua Panitia yang didampingi oleh Yoyok LA selaku Ketua Pelaksana, “ Lindu Aji BC semaksimal mungkin kita design untuk kenyamanan berlomba kicaumania, baik dari kemasan maupun penjuriannya. Tiket terjangkau semua kalangan, sistem ajuan terbuka, non teriak, pagar pembatas cukup dekat, semua hal ini tentunya kami realisasikan untuk dapat memberikan jamuan yang terbaik dan fairplay untuk kicaumania. Alhamdulillah, baik di road to pertama sebulan yang lalu di gantangan GAS BC dan kedua hari ini di gantangan LA BC sendiri selalu mendapatkan atensi sangat luar biasa dari kicaumania yang hadir tidak hanya dari sekitaran kota Semarang saja tetapi juga banyak dari luar daerah. Semoga di Road To selanjutnya bisa terus konsisten dan lebih meledak lagi di puncak gelaran Lindu Aji Cup 4 nanti “.

Meski sesekali terdengar celetukan ataupun teriakan kecil dari peserta, semuanya langsung bisa teratasi dengan ketegasan panitia yang benar-benar menerapkan aturan non teriak, hingga secara umum lomba berjalan lancar dan kondusif. Para peserta juga bisa mematuhi aturan panitia serta menerima keputusan juri dengan baik tanpa komplain sepanjang jalannya lomba hari ini yang disupport oleh Sangkar Jendral dan Pakan Burung Twister ini.

Tak hanya lewat produk sangkarnya yang berkualitas dan membawa hoki tersendiri bagi gacoan penggunanya, Rofiq selaku owner Sangkar Jendral ini juga tak ketinggalan untuk memberikan dukungan moril lewat kehadirannya di tengah kicaumania. “ Luar biasa sekali euphoria lomba hari ini, dimana panitia LA BC bisa maksimal memberikan suguhan kemasan lombanya sementara kicaumania juga sangat mensupport terciptanya kenyamanan lomba yang benar-benar dapat dinikmati bersama. Salut untuk panitia LA BC dan juga kicaumania, lanjut di event-event berikutnya,” ucapnya.

Beberapa kicaumania yang sukses mengukir prestasi di laga hari ini diantaranya adalah Paryono feat Genta dari Rombak SF lewat aksi Bayonet. Turun di kelas utama murai batu Lindu Aji 24 G, nama besar Bayonet yang memang sudah kerap kali mendulang tinta kemenangan di berbagai gelaran akbar sekitaran ini sukses membuktikan kualitas dahsyatnya untuk dapat mutlak memimpin sebagai juara. Dan masih berlanjut pada laga berikutnya saat mengikuti sesi murai batu Merdeka, lagi-lagi aksi memukau Bayonet tak terbendung oleh lawan hingga berhasil finish dengan mulus sebagai double winner.

Demikian juga dengan sosok kicaumania yang mengatas namakan dirinya sebagai Green Selection dari Dakota Team, hari ini menurunkan amunisi terbaiknya dikelas cucak hijau lewat aksi Ndawang yang juga sukses mengukir prestasi double winner. Performanya benar-benar di atas rata-rata dari semua lini penilaian, maka tak heran apabila masing-masing juri dengan ajuan terbukanya mantab mendaulatnya sebagai bintang lapangan di kelas jamtrok bongkar materi lagu isian ini.

Sementara Magika pengusung alamat Indonesia Raya yang ikut serta memeriahkan kompetisi disesi murai batu Pancasila ini sukses besar untuk dapat memimpin kejuaraan lewat aksi sempurna yang ditampilkan oleh gacoan bernama Surya. Informasi yang di dapat awak mediabnr.com usai terpesona melihat penampilan dahsyatnya, ternyata Surya adalah keturunan dari murai batu Anak Lanang milik Agus P.Man Sukorejo yang notabene beberapa tahun silam sempat menolak tawaran 750 juta di event Dream Sengon Cup 1 Yogyakarta ini.
Magika pun membenarkan hal tersebut sembari menceritakan sederet prestasi yang sudah ditorehkan Surya sejak pastol hingga 1x mabung diusianya saat ini.“ Beberapa waktu lalu bapaknya (Anak Lanang) juga mulai tampil lagi di lapangan dan masih tetap stabil mengukir prestasi di event-event besar, seperti halnya hari Minggu lalu di Solo Fair Factor 2 dapat juara 2 ditiket 1,1jt. Semoga Surya bisa mengikuti jejak bapaknya,” ujar Magika.

Tak ketinggalan Baidi dari Ekaliza Team yang juga sukses mengawal amunisi dikelas kacer lewat nama Gading. Turun di kedua sesi yang ada aksi Gading dengan jubah barunya cukup merepotkan persaingan lewat muntahan materi andalannya hingga berhasil mengantongi predikat juara 2 sesi kacer Garuda dan juara 3 sesi kacer Pancasila. Seusai berlaga, tampak Baidi dan Mbah Cengoh yang dikenal kicaumania sebagai salah satu maestro kacer sekaligus penyelenggara lomba besar ini duduk dalam satu meja. Hal ini tentunya mengundang pertanyaan apa pembahasan mereka di moment tersebut. Apakah akan terjadi transaksi ? Hanya mereka yang tahu, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dan kabar baiknya…

Dipenghujung gelaran segenap jajaran panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya. “ Kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan dalam menyuguhkan gelaran hari ini. Lindu Aji BC milik kicaumania, kami bukanlah apa-apa tanpa panjenengan semua. Sampai jumpa di event-event selanjutnya,” tutup Yoyok LA didampingi seluruh crew LA BC. (kiky)


