
Purwakarta (MediaBnR.Com) – Lomba Jatiluhur Festival, Rabu (26) di tempat Pariwisata Jatuluhur Purwakarta diserbu kicaumania. Meski lomba di hari kerja, sekitar 700 peserta bersaing ketat dilomba yang merupakan agenda tahunan PJT ini. Endang Engko dan Apud, panitia lomba mengucapkan banyak terima kasih pada semua mania yang telah melebur dilomba garapannya.
Di perhelatan lomba tersebut, persaingan terjadi di beberapa kelas. Namun ada beberapa kelas yang didominasi oleh satu burung. Misalnya di kelas murai batu, AK 47 milik SBR SF tak terbendung. AK 47 menang nyeri dengan menggaet juara pertama di Kelas Jatiluhur Festival dan Kelas PJT. Sayangnya di kelas terakhir AK 47 tidak tembus. Selain itu, pentet Batara yang juga milik SBR SF juga masuk di jajaran elit di kelas paling bergengsi.
Sama halnya di kelas jenggot. Jamilah, rajanya jenggot Cikampek milik Penzol makin gemilang. Dua kelas dibabat dengan sempurna oleh jenggot yang selalu ngegedur dari awal hingga ahir lewat fariasi isian yang menekan. Inilah kelebihan Jamilah, isian yang menekan dan tebal menjadikan jamilah tak tertandingi di dua kelas jenggot.
Di kelas anis merah, Megaloman, burung kawakan milik Pramuhendra Bandung tampil prima di salah satu kelas. Kemewahan Megaloman terlihat saat Kelas Jatiluhur Festival, kurang lebih 40 rivalnya dibabat habis. Sebelumnya Megaloman nyangkut juara di Lomba Kapolda Bandung pekan silam. Selain Megaloman, Gempar milik H. Lukman Jatiluhur hampir menciptakan hatrick. Jujur merupakan salah satu kelebihan burung ini sehingga juri pun selalu kepincut dengan aksi gempar.
Lain halnya dengan Nanang PLN Jakarta, kicaumania Jakarta ini memborong juara lewat beberapa burungnya di kelas cucak hijau lewat Gajayana yang tampil gemilang di sesen kedua CH. Sementara itu, anis merah Singo Edan juga tampil kesetanan. Sayangnya burung berkelas itu turun bangkringan sehingga hanya tembus di tiga dan empat besar. Kualitas Singo Edan memang jempolan. Hanya saja stabilitas belum terjaga. Dipastikan Singo Edan akan menjadi burung mumpuni di belantika persaingan papan atas anis merah.
QQ, cuvak hijau milik Usman Purwakarta, juga mampu berada di jalur juara. Di salah satu kelas, burung yang selalu juara ini mampu mempertahankan prestasi gemilangnya. Sayangnya di kelas keduanya, QQ hanya tembus di empat besar. Usman merupakan kicaumania sejati cucak hijau, puluhan prestasi telah disandingkan oleh QQ dan ini merupakan yang kesekian kalinya.
Di kelas kenari, lagi-lagi Pesona milik Dian Distro Cikampek hamper menang nyri. Sejak kick off Pesona langsung tancap gas dengan spasi rapat. Seolah tidak ada jeda kenari pesona menampilkan kinerja yang apik. Karena itupula kemudian, Pesona langsung mengdapatkan koncer merah di kelas yang paling bergengsi. Namun di kelas keduanya, Pesona tembus di tiga besar. Persaingan juga terjadi di kelas love bird, Naroh dan Naga Mas milik DEdi Varian dan Aep Halim mampu bersaing di lomba ini. Kedunya tembus di juara 1, 2 dan tiga
“Gelaran ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUR RI ke-70, hari jadi Purwakarta 184 dan HUT Perum Jasa Tirta ke 48. Dengan kegiatan ini berharap dapat menjaring minat masyarakat untuk berkunjung ke jatiluhur dan menjadikan Jatiluhur destinasi Wisata di Jawa Barat,” ujar Asisten Manager Operasinal, Ginanjar. (saeful Milan)
Para Jawara:











