JML Bird Farm

MediaBnR.Com – Selain sebagai bentuk konservasi, dewasa ini menangkar berbagai jenis burung khususnya lovebird telah menjadi salah satu trand center usaha yang sangat menjanjikan, yakni sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan bagi kalangan kicaumania. Apalagi bagi kicaumania yang telah tersohor lewat gaco lovebird andalannya terbukti moncer di berbagai event lomba. Karena fakta lapangan, dari trah jawara inilah terlahir generasi penerusnya yang membawa gen fighter sang induk. Selain itu, permintaan dari pecinta lomba paruh bengkok ini sangat tinggi dan standart bandrol harganya cukup menggiurkan, secara otomatis menjadi target inspirasi kicaumania melangkah kebidang usaha ini.
Seperti halnya Hendy, seorang pengusaha Café & Resto asal kota Rembang yang saat ini telah mengembangkan usahanya menjadi salah satu breeder terbesar dan terpercaya dikotanya. JML Bird Farm, itulah nama akrab kicaumania menyebut penangkaran milik Hendy JML yang telah mengharumkan kota Rembang lewat kualitas hasil tangkaran lovebird trah jawara koleksinya hingga keberbagai kota di Jawa Tengah dan sekitarnya.


Awal mula menggeluti bidang penangkaran sekitar 7 tahun lalu, Hendy lebih mengutamakan lovebird dengan jenis warna unik, yakni trend saat itu warna lutino yang harganya mencapai 3 juta rupiah per ekor untuk anakannya. Seiring berjalannya waktu, lomba kelas lovebird semakin ramai dan dari situlah Hendy mulai berburu lovebird jawara di lapangan selain mengorbitkan aminisi lovebird miliknya yang sudah ada. Terus saja bertambah jumlah indukannya hingga saat ini mencapai total 80 pasang baik yang telah produksi maupun siapan di kandang penangkaran yang dibangunnya di halaman belakang rumahnya di Jl. Yos Sudarso no.22 Kab. Sumberjo-Rembang.

Urusan kebersihan kandang, persediaan stok pakan serta perawatan keseharian indukan ditangani langsung oleh Hendy yang dibantu beberapa orang karyawannya. Untuk proses penjodohannya, Hendy menggunakan sistem koloni (satu kandang besar berukuran 5 meter persegi diisi banyak calon indukan) yang menurutnya lebih cepat dan tepat sasaran. “Gak usah khawatir untuk kualitasnya, karena semua indukan sudah pilihan kok. Diantaranya ada Virgin, Jabrix, Cewek Jutek, Jennifer, Wanita Penghibur, Piyo-Piyo, Sandra, Konslet,Gothix, Monster, Omen, Sinchan, Virgin Jr dan Jabrix Jr yang sebagian sudah diambil temen-temen kicaumania dan tetap eksis di lapangan sampai sekarang,” ungkap pemilik nomor HP 08122855500 dan pin 2a88a842 ini.
Hendy juga tetap menggunakan kandang batere untuk pasangan indukan jawaranya di lahan tersebut sekiranya masih bisa dimanfaatkan melihat begitu banyaknya indukan yang ada.


Perbulan anakan dengan ring JML yang dihasilkan mencapai sekitar 30-40 ekor yang dipanen langsung dari kandang tanpa bantu loloh tangan dan kemudian dipasarkan kepada para pemesan dari berbagai kota di Jawa hingga Kalimantan dengan kisaran harga Rp 500 ribu-Rp 1 juta terpusat di salah satu kediamannya di Jogja yakni di Jl. Seturan Raya no.5 Kab. Sleman, Yogyakarta (Café & Resto Twin Peaks Country) dengan bantuan rekan kicaumanianya bernama Daniel. “Saya sangat setuju dengan apa yang diutarakan Bapak perburungan kita yaitu Bang Boy, tidak ada penangkaran maka tidak ada lomba. Karena dengan menangkar inilah kita dapat menyelamatkan burung tersebut tetap ada, melihat makin menjamurnya lomba dan lahan habitatnya kini telah banyak tergeser oleh gedung perkantoran. Bravo BnR, terus kobarkan semangat kicaumania untuk menangkar, salam satu hati satu hobi,” ungkap Hendy JML Rembang. (rizcy w)


