Anis Merah Leax dan Lovebird Gendis Juarai Lomba Singopatran Community Ponorogo

Panitia Lomba Singo Patran Comunity (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Ponorogo (MediaBnR.Com) – Gantangan Singopatran Community yang bertempat di Jalan Semen Remeng,  Kertosari, Ponorogo, Jawa Timur kembali menggelar kontes burung berkicau pada (30/11) yang pesertanya datang dari kawasan Karisidenan, Madiun Jawa Timur dan juga dari Jawa Tengah. Lomba yang digelar 22 kelas dengan full gantangan di setiap kelasnya ini, diikuti sekitar ratusan peserta yang telah memesan tiket jauh-jauh hari sebelum lomba digelar.

Panitia Lomba Singo Patran Comunity (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Panitia Lomba Singo Patran Comunity (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Di kelas pertama, Kelas Kacer Executive, amunisi andalan Fajar Madiun, kacer Senopati saling serang dengan Matrix amunisi dari Andri Bolang Ngawi. Kedua Kacer ini punya karakter yang ngeroll dan sesekali nembak dan buka ekor, serta volume yang tembus. Walau sama-sama bagus, tapi akhirnya persaingan sengit itu dimenangkan oleh kacer Senopati yang lebih aktif dan durasi bunyi yang panjang.

Tak jauh dari paddock  tempat burung bertanding, juga telah dipersiapkan kelas selanjutnya yaitu Kelas Anis Merah Bintang. Dino Lestari yang membawa banyak amunisi diantaranya; anis merah The Leax, dan murai Awan Hitam ini sanggup bersaing dengan para kicaumania yang lain. Anis merah The Leax yang sudah tidak bisa diragukan lagi mendapat koncer A di lomba itu, gayannya yang goyang kanan goyang kiri, kadang jalan dengan volume kencang dan irama cuak jengot, greja tarung yang panjang, membuat burung ini masih cukup tangguh buat lawan-lawannya. Wahyu dan Hantoro sebagai sang mekanik merasa bangga, walau belum kondisi, namun The Leax mampu membuktikan kehebatannya.

Mas Dino Pemilik Anis Merah The Leax (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Mas Dino Pemilik Anis Merah The Leax (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Sementara Awan Hitam—murai batu Nias debutan baru milik Dino juga terkenal ngeplay, terbukti dengan masuk di urutan juara di even ini. Gayannya yang ngeplay mengelontorkan lagu-lagu panjang berirama kenari, lovebird, dan juga cililin, membuat murai ini salah satu murai yang disegani di blok timur.

Gelaran yang paling favorit di lomba itu adalah Kelas Lovebird yang dibagi 3 kelas, karena pesertanya membludak dengan full gantangan. Lovebird Gendis milik Wahyu, pengusaha gula ini memang sangat bagus, terbukti di tiga kelas, lovebird Gendis berhasil mendapatkan juara 1, 4 dan 4. Lovebird ini dengan gayannya yang ngekek sekitar 1 menit dan jalan di tangkringan ngering, membuat Lovebird ini menjadi tontonan yang bagus. Para penontonpun terkesima dan terhibur karena begitu cantiknya lovebird ini. Wahyu Ngawi begitu bahagia lovebird Gendis penampilannya istimewa. “Ke depan lovebird ini mau dibawa ke Jatim Raya tanggal 7 Desember di Surabaya,” ungkap Wahyu.

Lomba ini merupakan jadwal 6 bulan sekali yang diadakan Singopatran Community. Wandi, sebagai ketua Singopatran Community mengatakan sunguh luar biasa, “Walau musim hujan, namun peserta banyak sampai parkiran pun dipenuhi kendaraan para kicaumania,” katanya. Karena itulah panitia  bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa, dan banyak-banyak berterima kasih pada semua pihak dan sponsor yang telah membantu terlaksanannya gelaran lomba ini dengan baik. Ke depan para kicaumania akan menyiapkan amunisinnya buat di Jatim Raya Cup 7 Desember, dan di Gebyar Akhir Tahun Ngadirojo pada 28 Desember mendatang. (LamBanK/Agus.P)