Diklat Juri BnR Ke XIII Pekalongan

Pekalongan (MediaBnR.Com) – Ilmu yang di dapat dilapangan memang tidak jauh beda dengan apa yang di dapat dalam diklat BnR saat ini, dengan kata lain serupa namun tak sama. Ada beberapa hal yang membuat diklat ini tidak sama dengan pelajaran yang didapat dilapangan secara otodidak maupun petuah dari juri senior saat peserta diklat menjadi juri sebelum mengikuti diklat ini, baik dalam event independent maupun organizer.

Diklat Juri BnR merupakan wadah bagi murni pecinta burung ocehan dan juga wadah bagi juri-juri yang menginginkan sistem penjurian secara benar dan bertanggung jawab, dalam wadah Diklat Juri BnR inilah maka akan tercipta juri-juri yang sesuai keinginan para kicau mania, jujur, tegas, adil, pakem dan profesional seperti slogan yang tertera dalam Diklat Juri BnR yang ke XIII ini.
Mr. Jefrie selaku Ketua BnR Karisidenan Pekalongan, merasa sangat bangga dengan antusiasme para peserta diklat. Dengan keinginan yang kuat para peserta yang jauh datang dari kota – kota sepulau jawa bahkan dari Lampung datang untuk menjadi peserta diklat. Bahkan menurut Mr. Jefrie, antusiasme yang tadinya hanya diperkirakan hanya 30 peserta ternyata meluap menjadi 40 peserta lebih.


Kesuksesan ini tidak luput dari dukungan pendiri BnR yang langsung memberikan petuahnya kepada peserta diklat melalui telpon seluler milik Ariza bahwa BnR selalu mengutamakan Kicau Mania. Dengan kata lain BnR selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam penilain, bukan melihat burung dengan melihat pemiliknya namun melihat burung dengan melihat kualitasnya dan mengucapkan selamat bergabung kepada peserta diklat.
Menurut bang Ariza Yayasan BnR sangat menghargai niat para peserta yang tulus mengikuti aturan BnR agar menjadi lebih baik lagi dalam penjurian dengan diklat ini. Haji Dodot dengan tegas menambahkan, ilmu penjurian bisa didapat disini dengan tujuan baik, niat baik namun bila memiliki tujuan negatif lebih baik tidak perlu mengikuti diklat ini. “Kita disini dididik adalah untuk menjadi lebih baik. Disini kita sama – sama belajar tidak ada yang senior maupun yang yunior. Jangan berbangga memakai seragam BnR, tapi pikirkanlah langkah kedepan,” tegas H. Dodot.

Budi SP Ketua BnR Semarang pun hadir dengan menjaga kepercayaan dan integritas juri. “Juri BnR diberikan kepercayaan untuk memberikan penilaian yang benar, jangan salah gunakan kepercayaan kicau mania kepada anda, saat anda lulus diklat nantinya,” ungkapnya.

Dengan petuah yang membangun ini, Mr. Jefrie selaku motor penggerak Diklat BnR ke XIII mengharapkan agar semua hal yang membangun dapat dilaksanakan oleh peserta diklat agar usaha yang ditempuh peserta diklat dapat berguna baik untuk kicau mania maupun diri sendiri. (zulius)


