
Semarang (MediaBnR.Com) – Minggu (24/1), gelaran lomba burung berkicau nan rapi dan eksklusive kemasan Jefri VJ selaku ketua pelaksana mewakili crew Pedurungan BC menggandeng tim juri BnR patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, lokasi yang sederhana di tengah pemukiman warga Pedurungan Kidul-Semarang Timur disulap menjadi sebuah arena lomba yang elegant bertabur hadiah menggoda hingga kontestan pun berduyun-duyun hadir dari berbagai wilayah kota sekitar seperti Demak, Purwodadi, Kudus, Pati juga Solo.
“Alhamdulillah, animo kicaumania sungguh diluar dugaan hebatnya demi menghadiri setiap gelaran berjuri BnR. Seperti halnya hari ini, meskipun hujan sudah turun sejak pagi tadi kicaumania tak putus semangat untuk tetap datang bahkan dari luar kota. Laporan dari rekan ticketing hampir semua kelas full terutama dikelima kelas lovebird, kemudian murai batu, cucak hijau juga kacer,” papar Jefri VJ yang memang mengapresiasi baik kinerja BnR dengan memberikan penghargaan kepada Firman dan Rico selaku Korlap terbaik juga Panca Abenk selaku MC terbaik versi panitia Markas_23.
Hujan mereda sekitar pukul 11.30 WIB sehingga menyegerakan panitia memulai kompetisi dengan suguhan sebanyak 22 sesion yang ditandingkan. Kesempatan ini pun tak disia-siakan crew XXX AJT dengan menurunkan keseluruhan gacoan yang telah matang dipersiapkan, hingga hasil yang optimal dapat dicapai. Plakat exlusive serta tropy perlahan terkumpul dipaddock AJT atas performa apik Jamilla, Sephia serta Xanax dikelas lovebird, Ali Topan, Expresi, Kintamani & Hulk dikelas kenari, disusul Jabrik dikelas cucak hijau dan Alteco dikelas kacer. Untuk crew KCIS dibawah kawalan Robby mampu menusuk ke tangga jawara lewat kinerja Halilintar, Popeye dan Bray dikelas cucak hijau yang saat itu didominasi Kenzo milik Agung SQ-23 SF serta Predator milik Sien Rony Surabaya.

Kemudian tim Muria Paksi tampak menonjol dengan duet kedua jagonya yakni Bulan Bintang dikelas murai batu dan Matador dikelas kacer hingga layak mendominasi persaingan dan banyak memboyong pulang predikat jawara ke kota Kudus merelakan satu point dikelas utama yang saat itu mutlak diperoleh Usher, murai batu milik Ari Dozer Tlogopancing yang memang tak terbendung kualitas performanya dikelas bergengsi dengan tiket termahal ini. Ada pula Pandanaran SF yang mengusung tiga gacoan yakni Black Mamba, Miror dan Dangerous bersaing sengit dikelas cendet. “ Black Mamba memang sudah langganan juara ditiga besar dan untuk Miror baru mulai kondisi lagi setelah kemarin sedikit ngambek,” papar Rully A mewakili crew Pandanaran SF.
Dikelas lovebird, nama-nama papan atas bergantian menempati posisi terbaik dengan ketatnya persaingan pada kelima sesi yang ada. Lala Queen dan Q-Queen dibawah kawalan Orla/Vicky Aji mengusung bendera Dt. KLI Cup IV Solo, Cipluk besutan Andre KLS 169 Speed SF, Dewi Sinta dan Manohara polesan crew DBK Fortune, juga Re-Queen milik Arso Panji Wulung SF Demak yang hanya kebagian satu tiket saja namun tak mensia-siakan kesempatan emas tersebut dengan sukses keluar sebagai runner up. (rizcy W)
BACA JUGA: Daftar Juara Lomba BnR Markas_23 – Pra SSC Cup 1 Championship (24/1/2016)












