
MediaBnR.com-Lampung. Pandemi Covid-19 yang sedang menjadi masalah di seluruh dunia memaksa sebagian besar masyarakat dunia khususnya Indonesia untuk tetap berada dirumah dalam kurun waktu yang cukup lama. Membuat warga haus akan hiburan dan mulai mencari kegiatan yang bisa dilakukan dirumah, hobi merawat binatang menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia dan ikan hias menjadi komoditi yang paling diminati saat ini.



Beberapa jenis yang menjadi pilihan adalah cupang hias dan ikan guppy, selain perawatan yang mudah dan pakan alami yang melimpah membuat kedua ikan ini menjadi spesies yang paling diburu saat. Bagi sebagian orang yang pandai membaca peluang membuat mereka beralih profesi menjadi seller dan juga breder dadakan, karena perawatan yang terbilang mudah serta biaya yang murah dan tentunya bisa mendatangkan pundi-pundi uang membuat mereka tertarik membudidayakan ikan cupang yang bernama latin Betta.sp.

Asen Betta and Guppy Farm adalah salah satu farm yang berperan besar dalam berkembangnya dunia ikan hias di Lampung. Bagaimana tidak, bang asen owner dari farm tersebut sudah menekuni profesi sebagai breder cupang selama dua puluh tahun. Eksistensi dan konsistensi beliau membudidaya cupang dan guppy berperan besar dalam kemajuan industri ikan hias di Lampung.
Suka duka jatuh bangun mewarnai perjalanan bisnisnya, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi hasil dari ikan yang diternakkan. Saat musim hujan pasokan pakan alami seperti kutu air dan cacing sutra melimpah namun ikan di kolam sangat rentan terkena penyakit dan membuat jumlahnya berkurang drastis ketika akan dipanen, ketika musim panas ikan akan jauh lebih sehat karena banyak mendapat sinar matahari namun disaat musim panas stok pakan alaminya justru yang sedikit tukas bang asen saat kami sambangi di farm miliknya yang berada di way Kandis Bandarlampung.



Awal tahun 2000 beliau mulai membudidayakan ikan cupang dan guppy, melihat peluang usaha yang besar serta menjanjikan ditahun 2013 beliau memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan hanya fokus dengan memijahkan. Awalnya beliau hanya ikan cupang jenis aduan atau biasa disebut cupang bagan, melihat animo masyarakat yang besar akan cupang hias akhirnya beliau mulai memijah cupang namun beliau masih tetap memijah cupang aduan karena menurut beliau ikan ini yang membesarkan farmnya dan juga beliau memikirkan langganannya penjual cupang yang biasa mangkal di sekolah-sekolah. Kasian pedagang cupang aduan yang suka jualan di depan SD mas karena mereka ambil ikannya sama saya tukas bang asen.




Puluhan tahun membudidayakan ikan sudah pasti banyak hasil yang didapat dari segi materi saat disinggung mengenai apa saja yang didapat dari ternak ikan hias beliau tersenyum dan malu-malu untuk bercerita kepada team medaiBnR.com . Hasilnya tentu lumayan mas saya bisa menyelesaikan kuliah saya dengan uang dari hasil ternak cupang bahkan saya melamar ibunya anak-anak juga uangnya dari cupang, beli tanah bangun rumah semua dari cupang karena Alhamdulillah saya melayani pelanggan sampai luar Lampung dan saya berharap semoga kedepannya dunia perikanan khususnya di cupang dan guppy semakin berkembang dan harga ikan dipasaran bisa stabil dan event reguler seperti kontes cupang dan guppy semakin banyak di Lampung agar bisa bisa mendongkrak harga cupang hias.(adietcahya)