
MediaBnR – Lomba BnR 36 yang di helat di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Mei 2016 lalu, berjalan cukup meriah. Di sesi Murai Batu BnR 36 yang bertiket 1 juta rupiah, mampu menjadi pusat perhatian para kontestan. Selain menjadi kelas utama, di sesi tersebut mayoritas diikuti burung – burung terbaik dari para jawara yang ada di pelbagai daerah.

Hal ini membuat mayoritas kontestan duduk manis dan tertib, sambil menikmati lantunan suara dan tembakan dari 36 burung yang di gantangkan. Namun, nikmatnya lomba yang awalnya tenang dan nyaman seakan tercoreng dengan salah satu peserta maupun simpatisannya yang mulai meneriakkan burung, bahkan menyebut nomor gantangan, hingga akhirnya diganjar bendera diskualifikasi oleh panitia.

Menurut salah satu kemanan yang bertugas dan membawa bendera diskluafikasi. “Peserta tersebut sudah di peringatkan beberapa kali, namun masih tetap bandel dan meneriakkan nomor gantangan 25 kepada juri, sesuai aturan yang tertera di BnR akhirnya kami jatuhkan bendera diskluafikasi,” ungkap salah satu keamanan yang tidak mau disebut namanya tersebut.
Insiden ini tentu menjadi pembelajaran bagi para peserta yang mengikuti lomba dimanapun berada, bahwa aturan BnR tegas, mengikat dan tak pandang bulu. “Bagi siapapun yang melanggar aturan,panitia tak segan bertindak tegas sesuai prosedur lomba, hal ini kami lakukan untuk menjaga agar lombanya berjalan kondusif dan nyaman,” tegas H.Mansur yang baru di dapuk sebagai ketua harian BnR Indonesia.* News Hunter

