BAKTI SOSIAL BnR GARUT
Kalau bicara kebaikan lupakan perbedaan, karena berbicara tentang baik di sini letak indahnya. Yang baik memiliki kaidah tertentu untuk dijelaskan dan dinilai. Adapun yang indah adalah pengalaman manusiawi yang mirip dengan kegemaran kita pada yang menyenangkan. Kebaikan itu tak terbatas, ibarat tepian tidak bertepi. Kita hanya diwajibkan berbagi sesuai dengan kadar maksimal yang kita bisa. Karena sejatinya kebaikan merupakan hakikat tertinggi dalam mencari kebenaran.
Pada sebuah masjid sederhana di Kampung Bangkonol, Desa Sukawening, Kabupaten Garut, Jumat (1/2), menjadi jumat penuh berkah dan hidayah. 250 anak yatim dan kaum dhuafa, menerima bantuan bahan pokok dan uang tunai. Bukan nilai atau pencapaiannya yang patut di apresiasi, melainkan hal sederhana yang mereka lakukan, layak dihargai. Menyisakan waktu, tenaga dan biaya, bukan perkara mudah, perlu niat dan ketulusan yang hakiki. Ketua BnR Garut, H. Deni Murdani atau kerap dipanggil Denz TheKill, menjadi penggagas baksos tersebut.
Tawa tulus yang lahir dari hati, menjadi kebun kegembiraan 250 anak yatim dan kaum dhuafa ini. Kehangatan, yang menjadi pupuk penumbuh kebersamaan tanpa perlu merasa berbeda dan membedakan teman tukar tawa. Sungguh, keragaman menjadi sebuah harmoni yang sejatinya telah tumbuh di daerah bertitel kota Intan.
Dunia memang akan menjadi sesuatu yang indah, manakala kita bisa melihat semuanya secara lengkap, mengesankan dan tidak klise. Para insan-insan muda yang tergabung dengan BnR Garut ini, berhasil menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Patut dipuji salah satu program BnR Garut, dalam setiap bulannya memberikan bakti sosial kepada kalangan termarginalkan seperti warga miskin, anak yatim dan kalangan lanjut usia. Karena bakti sosial yang dilakukan BnR Garut, sangatlah responsif, cepat, praktis, akurat dan tepat sasaran. Proud For BnR Garut. (Ricky)









