Baku Hantam Sabet Double Winner, Kalah Sakti & Qiu-Qiu Ketat Beradu Kualitas

Crew panitia dan tim Juri di KLI-GPFF Pekalongan

Kontes Spesial Sabtu Kliwon KLI-GPFF Pekalongan

Suasana ajang arena KLI-GPFF Pekalongan ramai peserta

MediaBnR-Pekalongan, Menjelang tutup tahun 2020 panitia KLI-GPFF komando Tavin Juang Putra menggelar Latpres Spesial dihari Sabtu Kliwon (5/12). Lokasi arena nyaman di Lapangan Peturen, Tirto-Pekalongan tak mampu membendung euphoria kicaumania lintas kota yang hadir memeriahkan ajang ini.

Kemeriahan gelaran tentunya diikuti dengan ketatnya persaingan para gacoan dalam beradu kualitas untuk memperebutkan podium terbaik disetiap kelasnya. Seperti halnya dikelas cucak hijau dimana salah satu koleksi jawara besutan Onie PG sukses menorehkan prestasi double winner, yakni Baku Hantam. Aksi jamtrok bongkar materi isiannya yang tandes ketika berlaga disesi utama cucak hijau GPFF dan Dun Fallow tak mampu dihadang oleh rival.

Baku Hantam milik Onie PG sabet double winner

Sementara pertarungan dikelas kacer nama Kalah Sakti besutan Kuz-Kuz dari keanggotaan KMP (Kacer Mania Pekalongan) berhasil mematahkan ketatnya persaingan lewat aksi pamungkasnya yang tersksplore sempurna dikelas tanpa potongan kacer Pale Fallow. Tak hanya Kalah Sakti dua nama amunisi jebolan KMP juga ikut menyempurnakan kemenangan di podium 5 besar, yaitu ATS polesan Cahyo dan Dragon garapan Dika.

Kuz-Kuz buktikan kualitas Kalah Sakti mampu mendominasi tahta kacer

Performa yang tampak begitu istimewa juga dipertontonkan oleh jawara tamu dari luar kota, yakni Qiu-Qiu milik Sandy Menoreh SF Semarang. Aksi nagen bongkar materi lagu isiannya terpapar jelas di atas arena, bahkan cukup mendominasi laga. Namun sepertinya Dewi Fortuna belum sepenuhnya memihak, hasil koncer bendera A yang terpecah harus memaksanya bergeser ke podium runner up dengan selisih point tipis dikelas kacer Dun Fallow.

Kacer Qiu-Qiu milik Sandy-Menoreh SF Semarang raih runner up

Nasib yang sama juga dialami Icon milik Zoom Fikri dari Last Lost Team Randu Dongkal dimana aksi memukaunya harus rela menempati podium runner up saat melawat pertarungan panas dikelas utama murai batu GPFF. “ Alhamdulillah, meski belum lama terjun di helatan sekelas lomba, Icon mampu bersaing ketat dengan para seniornya dan selalu aktif mewarnai tahta kejuaraan,” ujar sang punggawa.

Icon jebolan markas Last Lost Team merepotkan dikelas utama

Tak kalah seru kompetisi dikelas burung kenari yang juga diikuti jawara-jawara handal berbagai kota. Namun, Raja PL jagoan stabil akar rumput kota Pekalongan mampu membuktikan kualitasnya layak untuk disegani. Turun dikelas kenari Biola, amunisi orbitan Dede Afif dari tim Ngebut Gandul ini seakan tak mau mensia-siakan kesempatan emas untuk menyabet predikat jawara. Hasilnya pun sesuai ekspektasi sang empunya, Raja PL tampil merajai sebagai pemenang. Disusul aksi ciamik rekan sekotanya, Kipli Speed BGB 24 SF yang juga sukses mengorbitkan nama Gerry finish di podium juara 3 sesi kenari Pale Fallow.

Dede Afif-Ngebut Gandul andalkan kualitas Raja PL

“ Terimakasih atas support dari seluruh teman-teman kicaumania dan juga komunitas yang kami rasa sangat luar biasa ini, semoga keharmonisan silaturahmi ini bisa terus terjalin di masa mendatang. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam jamuan hari ini. Tetap semangat saudaraku, dan sampai jumpa di gelaran selanjutnya,” tutup Tavin dipenghujung gelaran mewakili panitia. (kiky)

Tavin Juang Putra Salah Satu Penggagas KLI-GPFF Pekalongan 
Crew panitia dan tim Juri di KLI-GPFF Pekalongan
KMP (Kacer Mania Pekalongan)