
Salatiga (MediaBnR.Com) – Gelaran lomba burung Walikota Cup Salatiga kali ini (22/2/2015) terkesan dadakan sehingga jumlah peserta yang hadir ditempat ini kurang begitu maksimal juga karena adanya even yang bersamaan di hari ini di beberapa kota berdekatan seperti Semarang dll.
“Ya disini saya hanya dimintai bantuan itupun seminggu kemarin baru info ke saya, penyelenggara sebenarnya dari B3 ST (Bursa Burung Berkicau Salatiga) yang butuh bantuan dengan waktu yang singkat padahal masih banyak yang belum dipersiapkan, tapi ucap sukur semua bias berjalan dengan lancer dan tertib,” ucap Purnomo yang menjadi kendali even tersebut.
Luwes BC Solo menguasai kelas yang saat ini sedang booming pesertanya yakni kelas love bird. Dengan andalkan Dj Nanang yang mampu menguasai kelas Wawali. Durasi ngekeknya panjang juga bisa lebih dari 10x nembak di tiap sessionnya. Selain itu juga berkat dukungan gaco lainnya seperti Sekar mayang dan Primadona menunjukkan eksistensi dari team ini semakin solid.

“Kami keluarga besar Luwes BC Solo terus meramaikan gelaran lomba burung dimanapun dengan membawa jago-jago handal kami, ini bukti kita kalau kita bukan jago kandang dan bahwa Luwes BC tetap exist di dunia perburungan,” ungkap Benny salah satu anggota Luwes BC pemilik Sekar mayang.
Masih di kelas lovebird ada Bram asal Gedang anak Ungaran berhasil menguasai di kelas Sekda dengan gaconya Azizah. Sedangkan di kelas DPRD juara Runner up nangkring Bibilung debutan Eja dari Sea BF Jogja yang berhasil mencuri perhatian juri dengan tembakan panjang didukung gaya ngekeknya yang nyeklek.
“Azizah memakai ring 4B3Nk 013 dari hasil breeding Abenk Bolomanuk, meski sudah berpindah tangan namun tetap saya kawal dilapangannya dan selalu moncer,” Ucap Gemblonk yang mempunyai nama asli Darmanto.

Terjadi juara nyeri di kelas kenari berhasil disapu bersih oleh Vicho RB Remaja Baru Salatiga dengan jagoannya Balotelli, dua kelas kenari Wawali dan Sekda berhasil dikuasainya. “Balotelli sudah biasa menang nyeri, sudah puluhan kali juara 1 selalu disikat olehnya terakhir di even Angkasa Pura Solo dan hari ini kemabali mendulang prestasi yang sangat membanggakan,” papar Andre pemoles Balotelli yang beken dipanggil Ciu.

Duta Boyolali berhasil menghiasi kemenangan di tiap kelas, diantaranya kelas Pleci, Lovebird, Kacer, Cucak hijau dan Murai batu. Terutama kelas pleci Bowo berhasil orbitkan Supernova Jr dan Super Bejo Jr dimana Supernova yang awalnya hanya juara runner up dikelas DPRD mampu melesat ke posisi teratas dikelas Walikota.

“Memang kerja Supernova diawal kurang begitu maksimal, dikelas ke dua saya beri beberapa extra fooding secukupnya sehingga kerja Supernova sedikit lebih garang dan terbukti mampu duduk diposisi teratas,” jelas Bowo kepada BnR.
Kelas Wawali cendet berhasil diraih oleh gaco baru Imam Mebel Ambarawa yakni Android tampil nagen dengan olahan roll walang kecek yang sering dikeluarkan sehingga jadi pusat perhatian para juri. “Baru kali ini saya bisa tampilkan android secara maksimal hingga bisa raih juara 1, semoga kedepan semakin naik grafik prestasinya,” ucap Imam mebel penuh harap.


Juara runner up berhasil dikuasai secara nyeri oleh KPK milik Karunia Jogja dan ada Listrik milik Gunawan Santoso yang berhasil naik 1 peringkat dikelas Sekda. “Listrik harusnya juara 3 besar di session pertama, burung ini bisa saya setting sesuai kemauan juri. Mau minta nembak panjang dan volume maksimal tapi ada sesekali loncatnya, apa dibuat nagen tanpa geserpun juga bisa,” papar Bambang Dolog pemoles listrik kesehariannya. (LamBanK)

