Latpres Tri Wulan GRB Mondokan Sragen 16 September 2017

Mediabnr – Gelaran prestasi Tri Wulan GRB Mondokan Sragen, Sabtu (16/9) berjalan ramai dan meriah, tercatat 500 lebih tiket terjual pada kontes latpres yang digelar setiap tiga bulan sekali ini. Mr Gondez Ibanez selaku ketua GRB mengakui rekan-rekan kicaumania begitu antusias dalam mengikuti gelaran Tri Wulan pada hari itu.
Beberapa dari mereka yang hadir paling jauh dari Makasar ikut meramaikan dengan membawa beberapa gacoannya. Selain memperebutkan gelar juara di setiap kelasnya, latpres Tri Wulan GRB juga memperebutkan juara umum yang dihitung pointnya pada akhir perlombaan. Persaingan ketat terjadi disetiap kelasnya, terutama di kelas love bird baik kelas paud, remaja maupun dewasa.

Ratu milik Frendy Hapsoro dari Brawijaya SF sapu bersih kelas love bird dewasa dengan meraih juara pertama sebanyak empat kali atau kuatrik, tidak mengherankan memang sebagai burung papan atas di wilayah Solo Raya yang sarat dengan prestasi ini kualitasnya tidak diragukan lagi, kemenangan Ratu benar-benar mendongkrak point Brawijoyo SF apalagi burung berkualitas lainnya yaitu Gomes yang dikawal Mr Pamor GR juga meraih point vital dengan meraih juara kedua atau runner up sebanyak tiga kali membayangi Ratu. Kolaborasi kedua love bird ini membuat Brawijoyo SF tak terbendung dalam meraih juara umum SF.
Banggelo milik Suripto menjadi primadona dikelas cucak hijau, tampil mendominasi dikelasnya membuatnya meraih double winner di dua sesi kelas cucak hijau yang dilombakan oleh panitia. Selain Banggelo, burung yang meraih double winner lainnya diraih oleh Monic milik Gas Black SF yang juga tak terbendung di kelas Love Bird Remaja. Sementara itu di kelas kacer, Shepia Muda milik Nardi Kismi dari Rajawali BC juga meraih double winner. Mr Black dari Flamboyan BC Gemolong membawa love bird paud Kunti meraih prestasi puncak di kelas Love Bird Paud C.


Tembang Kangen besutan Arya dari BRT Team SF yang lama vakum kembali menunjukkan performa terbaiknya di gelaran ini dengan hampir meraih double winner di kelas Kenari. Kestabilan Tembang Kangen pada beberapa lomba ditunjang dengan gaya khasnya yaitu ngentrok dengan volume tembus membawakan lagu yang menmbuat penampilan Tembang kangen semakin menawan membuatnya memperoleh pinangan dari berbagai pemain yang menyukai Tembang Kangen untuk memboyongnya.

“Alhamdulillah paska mabung sudah mulai stabil di jalur juara, semoga semakin membaik. Untuk pinangan yang datang belumada persetujuan yang pas, jadi mau saya tahan dulu agar bisa buat main digelaran-gelaran yang lebih besar lagi nantinya,” jelas Aryo yang sampai sekarang belum ada kecocokan harga dari para peminat Tembang Kangen.
Fajar Budi W dari Kopi Rondho SF kembali membuktikan dirinya sebagai pencetak love bird prestasi, amunisi hasil breeding sendiri yaitu Sindrome yang masih berumur 3,5 bulan menuai prestasi dengan meraih runner up di kelas Love Bird Paud B. Penampilan merem melek Sindrome mampu mengoleksi point 140, cukup membanggakan untuk burung baru. “Alhamdulillah masih diberi rezeki, ikut lomba bareng keluarga masih berada di jalur ngekek nyeklek, semoga Sindrome mampu mengikuti jejak pendahulunya seperti Smart, Songgobumi dan Sasori… Aamiin,”ucap Fajar Penuh harap.

Kemenangan Sindrome juga turut andil memberi point kemenangan bagi DOB BC dalam meraih juara umum. Gaco-gaco yang turut andil membawa DOB meraih juara umum seperti Savana milik Bang Jay yang meraih double winner di kelas love bird paud, dan tentunya Banggelo milik Suripto yang juga meraih double winner di kelas cucak hijau.[Hery.Jtyk]
Baca Juga : Daftar Juara Latpres Tri Wulan GRB Sragen (16/9/2017)








