PIALA SULTAN SAMBAS – KAB. SAMBAS KALIMANTAN BARAT

Mediabnr – Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, Kerajaan Sambas menggelar lomba dan pameran burung berkicau yang bertajuk Piala Sultan Sambas di Halaman Keraton Sambas, Minggu (04/07/2019).
Perlombaan dan pemeran burung berkicau yang melibatkan Juri BnR Indonesia Regional Kalimantan Barat ini berlangsung sangat semarak. Ratusan Kicau Mania dari berbagai daerah di Kalimantan Barat sangat antusias menghadiri dan turut serta memperlombakan gacoannya, terlebih perlombaan ini merupakan perlombaan dan pameran burung berkicau yang diselenggarakan oleh pihak Kerajaan Sambas untuk pertama kalinya.
Tidak hanya Kicau Mania, masyarakat setempat juga berbondong-bondong menyaksikan perlomban ini, bahkan ratusan pengunjung dari berbagai daerah hingga warga dari negara lain pun juga turut menyaksikan dan menikmati lomba ini.
Sebelum dilaksanakan perlombaan itu , digelar acara seremoni berupa arak-arakan dua buah Trophy Single Fighter dan Bird Club sebagi Trophy juara umum. Trophy ini sangat istimewa dengan bersimbolkan perpaduan Kuda Laut dan Elang yang dibuat khusus melalui pengerjaan tangan yang memiliki filosofi, berlari kencang seperti kuda di laut dan menerkam seperti elang.
Pangeran Ratu Muhammad Tarhan mengawal langsung salah satu kelas terfavorit, yaitu pada kelas Murai Batu Open A. Pada kelas ini akhirnya bisa dimenangkan oleh Murai Batu bernama Amtenar gacoan dari Predator Legends SF yang tidak hanya unggul di satu kelas saja tetapi juga berhasil memenangkan persaingan di kelas B sehingga dengan double kemenangan tersebut Amtenar pun berhak meraih Best of The Best Murai Batu.
Sementara di kelas Kacer, Yayak satria yang datang jauh dari Kab. Sekadau dengan gacoannya Panglima Naga berhasil membabat habis juara terbaik disemua kelas sehingga predikat Hattrick serta Best of The Best juga di raihnya.
Kemudian di kelas Love Bird Paud, Radja gacoan milik Wahid yang datang dari Kota Pontianak berhasil raih poin tertinggi di kelas A dan B sehingga dengan kemenangan di dua kelas tersebut Radja pun berhasil menggondol predikat Best of The Best.
Selanjutnya Nagisa, Kapas Tembak milik Mr. Bong Jit dari Bajak Laut BC yang tampil ngedur dengan suara gesekan khas burung Kapas Tembak ditambah dengan kombinasi tembakan panjang yang istimewa berhasil menghipnotis juri BnR Indonesia yang bertugas hingga koncer kemenangan didua kelas pun berhasil disabetnya dan secara otomatis gelar Best of The Best pun jatuh pada Nagisa.
Diakhir gelaran yang juga mencatatkan predikat Best of The Best di kelas Cucak Hijau, Love Bird, Kenari dan Serindit yang masing – masing berhasil diraih oleh Ducati milik Huda, Lancang Kuning milik Afat, Macan Asia milik Barry Ariesta dan Kilat milik Rahman Trophy istimewa Piala Sultan Sambas akhirnya berhasil di bawa pulang oleh Bantelan BC dan Asam Pedas SF di masing – masing kategori Bird Club dan Single Fighter. ( Rizky Permadi )









