
Mediabnr – Kolaborasi solid yang diperlihatkan panitia Toetoet Bird Club komando Pak Eko dengan DPC Radjawali Indonesia wilayah kota Purwodadi pimpinan BengBeng Nara berhasil menelurkan sebuah lomba bergengsi bertajuk TOETOET CUP yang sukses meraup perhatian banyak kicaumania hadir di Gantangan Pasar Unggas Nglejok, Purwodadi-Grobogan pada hari Minggu (12/8).

Tak hanya kicaumania akar rumput menjadi saksi gelaran yang mendapat support penuh dari pakan berkualitas produk VIRAL Bird Food ini, namun juga sarat dimeriahkan oleh kontestan dari berbagai kota yang sengaja mempersiapkan matang gaco-gaco andalannya untuk bertandang. Seperti halnya yang datang dari kota Kudus, Semarang, Pekalongan, Pati, Rembang, Demak, Jepara, Boyolali, Salatiga, Ungaran, Jogja, Solo, Kendal, Magelang juga Wonosobo, maka tak dipungkiri apabila setiap moment di gelaran ini selalu meriah dengan atmosfir ketatnya persaingan di bawah kawalan MC kondang sak Jawa Tengah Mr. Bag.

“ Memang sudah kami jadwalkan turun ke eventnya Pak Eko ini, sebagai sebuah penghormatan kepada beliau yang juga sangat aktif menghadiri setiap gelaran setiap minggunya selalu ketemu di arena lomba beserta seluruh crew Toetoet BC. Mempererat tali silaturahmi itu yang paling penting pokoknya,” ucap Galuh punggawa Semarang 33 yang siang ini mengusung bendera Dt. Danyon ARH 15.

Perjuangan keras dilakukan seluruh crew Dt. Danyon ARH 15 yang akan menggelar lomba akbar pada tanggal 7 Oktober di Lapangan Arhanud-Semarang ini dalam mengumpulkan pundi-pundi point memperebutkan posisi juara umum Bird Club lewat sederet aksi squad amunisi andalan yang diturunkan. Meski belum mencapai target dengan selisih point sangat tipis, seluruh crew tetap berbesar hati dan mengakui kesolidan rival.

Point penting tersebut disumbangkan oleh Petrus besutan Wahyu Tole-Oreo PST Magelang lewat prestasi yang berhasil ditorehkan sebagai juara 1,1,1,1,2,2,2,2,3 dimasing-masing kelas lovebird yang dilakoninya. Disusul Remang-Remang besutan Mrs. Aura-Move On Team Kaliwungu yang nyaris menyapu bersih juara dikelas kacer meski dalam kondisi jatuh bulu, Begal yang menjuarai kelas anis merah dan nama-nama gacoan lainnya yang juga sukses meraup kemenangan. “ Kami tunggu partisipasi seluruh teman-teman kicaumania di gelaran kami,” tambahnya.

Menjadi bintang lapangan yang paling bersinar diantara lainnya adalah murai batu bernama Berhala orbitan Gus Sholah punggawa RFS Purwodadi. Muntahan roll lagu isiannya begitu rapat menutup aksi tarung ngeplay yang ditampilkan sembari fasih mengolah variasi tembakan tembus seperti seretan brem ciblek dan prenjak betina menyelingi pukulan cililin andalannya. Aksi yang begitu menonjol ditengah apitan rival-rival tangguh disekelilingnya menjadi sorotan utama pandangan masing-masing juri untuk menghadiahi bendera koncer A. Alhasil, dua kali turun dikelas pamungkas ini Berhala sukses menyabet prestasi puncak sebagai double winner.

Beken dengan koleksi murai batu jawara yang sukses diorbitkannya hingga kancah nasional, Gus Sholah sebagai salah satu tokoh panutan serta senior kicaumania asal kota Purwodadi ini juga sangat peduli akan kegiatan konservasi yang memperhatikan kelangsungan hidup serta perkembang biakan jenis burung ini agar tetap lestasi. Langkah nyatanya terwujud lewat penangkaran di kediamannya yang sudah melahirkan banyak sekali murai batu pendatang baru yang siap mewarnai dunia kicaumania dengan trah keturunan yang sudah pasti berkualitas wahid. “ Tidak hanya berlomba tapi kita juga harus peduli lingkungan,” pungkasnya.

Bintang selanjutnya adalah New Osama besutan Adi Setiawan dari Wijaya Team yang sukses membabat habis podium juara dikelas cucak hijau. Berkompetisi dengan sederet nama besar cucak hijau lain dari berbagai kota sekitar tak menyiutkan nyali tarung gaco polesan tangan mekanik Aang CS ini, bahkan aksinya semakin ngotot dan menggila. Muntahan lagu isian yang melekat dimemorinya dikupas tuntas dengan baik dan fasih sembari all out bergaya jamtrox. Alhasil, perform maksimalnya kali ini kembali membawanya ke puncak tahta sebagai peraih hattrick menyempurnakan segudang kemenangan seperti pada laga sebelumnya di berbagai gelaran akbar.

Cukup merepotkan penampilan New Osama adalah Raja Ijo besutan Bodrex dari Nusantara SF yang kembali menemukan perform terbaiknya setelah melewati masa mabung. Power volumenya begitu keras memecah keriuhan adu materi lagu yang terdengar di arena kala itu untuk menjadi salah satu kualitas tonjolannya. Meski belum berhasil memposisikan diri sebagai yang terbaik, predikat nyeri juara ketiga sudah cukup membuktikan jati dirinya sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan nama-nama besar di kancah nasional selanjutnya. “ Raja Ijo comeback,” seru Bodrex yang siap menurunkan kembali gaco andalannya ini ke event BnR bertajuk Shaamson Cup I-Pati 2 September mendatang.

Tak mau ketinggalan aksi hebat Mbah Rono milik Mr. GT Kanigoro BC Pati yang telak mematahkan aksi sangar para kompetitor tangguh lainnya dikelas cendet. Mbah Rono bertipikal burung roll speed tembak yang menjadi sarat mutlak penilaian jenis burung ini, alhasil tim juri pun kompak dengan sudut pandang serta kesimpulannya masing-masing memilih menancapkan bendera koncer A ke nomor gantangan tempat Mbah Rono beraksi. “ Menang nyeri kali ini menjadi modal penting Mbah Rono melangkah ke event-event berikutnya,” pungkas Tiar Sarwek mengusung Dt. Batalyon Infanteri komando Saprul Jaza ini.

Tak berhenti di titik point double winner yang berhasil disumbangkan oleh Mbah Rono saja, nama-nama amunisi lainnya juga menyusul dengan kesempurnaan raihan prestasi masing-masing. Seperti halnya murai batu Skak Matt yang sukses menusuk di podium 1,2,2 disusul trio handal Vampire, Gading dan Zeus dikelas lovebird. Vampire finish di posisi 1,2, kemudian Zeus 1,1 disempurnakan Gading 2,2,3,3,3. Gambang suling tak mau ketinggalan lewat prestasi runner up yang diraihnya dikelas cucak hijau serta RN yang juga menempati posisi kedua dikelas kenari. Lewat perolehan maksimal point-point tersebut, Saprul Jaza sukses menghantarkan Dt. Batalyon Infanteri ke puncak podium juara umum Bird Club guna menggalang dukungan kicaumania.


“ Terimakasih atas kekompakan serta all outnya kinerja seluruh crew dan rekan-rekan kicaumania yang telah mensupport kemenangan Dt. Batalyon Infanteri. Semoga dapat kita ulang lagi pada kesempatan lomba berikutnya hingga pada puncak gelaran kami nanti. Tak lupa kami menyampaikan undangan resmi kepada seluruh kicaumania Nusantara untuk dapat hadir di gelaran kami PIALA BATALYON INFANTERI pada tanggal 14 Oktober 2018 mendatang di lokasi Kompi Senapan C (Y-410) Alugoro-Pati, kami tunggu partisipasinya,” ungkap Saprul Jaza ditemui mediabnr.

Persaingan memperebutkan tahta juara umum Single Fighter juga tak kalah seru, dimana beberapa nama besar juga berupaya mengoptimalkan pundi-pundi point prestasinya untuk merebut predikat bergengsi tersebut. Namun perlahan tapi pasti satu diantara kandidat ini berhasil menyusul diputaran akhir lewat kemenangan hattrick yang disumbangkan oleh duet maut No Way featuring Pesona. No Way hattrick dikelas kenari disusul Pesona yang juga hattrick dikelas lovebird balibu. Punggawa tersebut adalah Dimas dari Oblok-Oblok SF Purwodadi yang berkolaborasi solid dengan Agung Gaskin juga Budi Gaskin untuk sukses memposisikan diri sebagai peraih juara Single Fighter tersebut.

Dipenghujung gelaran segenap panitia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania atas partisipasi serta dukungannya. “ Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam menyuguhkan gelaran lomba siang hari ini. Semoga kedepan kami lebih baik lagi dalam mengemas serta menyajikannya untuk rekan-rekan kicaumania semua. Selamat untuk para juara dan bagi yang belum beruntung jangan patah semangat untuk menyetting gacoanya bisa lebih dahsyat lagi perform di event selanjutnya. Jaga selalu tali silaturahmi ini dan sampai jumpa,” tutup Pak Eko diamini Bengbeng Nara mewakili seluruh jajaran panitia Toetoet Cup. (kiky)
Baca juga : Daftar Juara Toetoet Cup – Purwodadi (12/8/2018)








