Festival Cendet Kota Tembakau Temanggung (17/10/2021)
Bertabur Cendet-Cendet Jawara, 7 Sesi Full Peserta, Gangster Burung Terbaik, Chichago Raih BOB

-Media BnR- Sudah bisa ditebak jauh-jauh hari, Event Festival Cendet Kota Tembakau Temanggung bakal dibanjiri peserta, ternyata benar. Burung-burung terbaik Block Tengah diantaranya dari kota Semarang, Ungaran, Solo, Klaten, Wonosari, Jogja, Magelang, Parakan, Wonosobo serta tuan rumah Temanggung hadir dan ikut meramaikan gelaran tersebut. Pihak panitia membuka 7 kelas, namun H-6 tiket sudah habis terjual, bahkan ada beberapa peserta dari luar kota yang memaksa panitia untuk membuka kelas lagi namun ditolak, takutnya event bisa molor sampai malam.

Kesuksesan event tersebut tak lepas peran serta Mr Sandy Buser, Mr Yuda, Mr Eko serta Mr Tegar. “Ya, kami mengajak seluruh EO agar tiap kali mengadakan event baik itu lomba latpres ataupun latber untuk membuka kelas cendet, karena cendet burung asli indonesia ini habitatnya belum dinyatakan punah, kicauanpun sangat enak didengar dan memiliki kecerdasan yang tinggi hingga bisa menirukan puluhan suara burung lain” ujar Mr Sandy.

Sesi pembuka kelas cendet diawali dengan kemenangan Samson milik Koh Rico Jevan dari Magelang. Tampil nagen 1 titik dengan lagu sangat bervariatif serta diselingi beberapa tembakan panjang nyaris tanpa jeda dan berhasil menempati posisi puncak. Tak hanya di cendet, Koh Rico juga berjaya di kelas kacer dengan besutannya Buldozer berhasil tampil apik di 2 kelas yang diikutinya hingga merebut kemenangan nyeri.

Masih dari kota Magelang Mr Willy juga berhasil memposisikan jagoannya yaitu cendet RS tampil maksimal dengan irama lagu parkit serta srindit disambung tembakan jangkrik dan kenari juga berhasil menduduki tangga Juara 1 dan 2, kembali turun di BOB, RS menempati posisi 3 besar.


Sementara cendet dari kota Wonosari Gunung Kidul tidak bisa dipandang sebelah mata. Gangster nama cendet milik Bibin Guru di akun Fb bernama Bibin Kawulo Alit tampil mencolok nyaris tanpa drop sedikitpun tanpa ditunjang suplement apapun. Burung asli dari pegunungan Gunung Kidul Yogyakarta ini memiliki power yang sangat dasyat speed rapat serta lagu-lagu kasar dalam kondisi top-form Gangster mampu turun 3 kelas dengan merebut kemenangan nyaris Hattrick serta dinobatkan sebagai burung terbaik. Target selanjutnya Gangster akan kembali turun di Launching Kalasan Feat Radjawali Indonesia pada Rabu besuk.

Sedangkan cendet Chichago milik Mr Wahyu Paparazi Tangerang yang dirawat di Temanggung, tak disangka mencuri perhatian. Turun sesi awal menempati posisi Runner Up, sesi selanjutnya berada di posisi 3 besar dan di sesi pamungkas kelas BOB bak mesin diesel semakin menunjukkan penampakan terbaiknya di depan pengadil lapangan. Irama lagu mewah dimuntahkan silih berganti sesekali diselingi tembakan panjang dan rapat didukung gaya nagen 1 titik nyaris tanpa geser hingga team juri menancapkan bendera koncer A mutlak dan dinobatkan sebagai pemenang kelas BOB.

Mr Eko King 99 Bantul, walaupun tidak ikut mengawal jago handalannya murai batu bernama Rambo, namun masih bisa berbangga hati ketika mendapat kabar dari salah satu crewnya yang mana Rambo menunjukkan penampilan terbaik dengan menempatkan diri di podium Juara 2 kelas utama serta Juara 3 di kelas berikutnya. Dele yang dipercaya merawat serta mengawal menyatakan “Alhamdulillah Rambo masih bertanggung jawab dan bisa meraih kemenangan lintas EO. Insya Allah besuk Rabu kami akan turun kembali dengan gaco lain di Launching Radjawali di Kalasan” imbuhnya lagi.

Sementara di kelas utama murai batu AXL milik Mr Betet dari tuan rumah tampil kesetanan. Menempati gantangan 33 sejak awal digantang langsung ngamuk dengan melontarkan isian yang ada serta senjata tonjolan pamungkasnya. Beberapa penonton yang melihat ke gantangan 33 banyak berujar “Istimewa layak Juara 1” dan ternyata benar, selesai perumusan langsung mendapat koncer A mutlak dari team juri yang bertugas. Saat awak media mendekati pemiliknya dan mengucapkan selamat, sang pemilik menuturkan “Penampilan AXL belum aku anggap 100% maksimal, mungkin cuaca sangat panas masih ada sedikit naik turun tangkringan. Kalau top-form mainnya enak, ngeplay kadang sujud-sujud sambil mutahkan lagu-lagu isian kasar”

Fariz Markum kicaumania pemula dari kota Temanggung sangat senang ketika gacoannya di kelas cucak hijau bernama Buto menunjukkan penampilan terbagusnya. Digantang paling awal langsung jambul mencari musuh dengan mengeluarkan lagu besetan-besetan kasar serta tembakan dari awal hingga berakhir penilaian dan berhasil menduduki posisi Juara 1 masih kurang puas, Fariz menurunkan di sesi kedua dan tampil dasyat namun ada sedikit kelemahan yaitu loncat sekali hingga bertengger di posisi Runner Up.

Sedangkan di kelas anis merah, Eko Aniser yang dipercaya mengawal gaco-gaco anis merah Ronald Owen Tangerang kembali menampikan gaco anyar. Vespa nama gaco tersebut walaupun tampilannya belum maksimal namun masih menunjukkan materi bagus dengan buang kanan kiri lebar serta ngisi irama lagu dan berhak menduduki podium Juara 2.

Di akhir acara Mr Eko Ketua panitia didampingi Mr Sandy Buser mengucapkan banyak terimakasih pada rekan-rekan luar kota yang telah sudi datang dan meramaikan gelaran kami. Tunggu gelaran berikutnya dan tentunya masih bersama BnR Indonesia. (TOBIL/TYCKA)


