Black Pink Stabil, Putu Purwo Gemparkan Arena KUDUS KULON Part 2 (21/01/2020)

Panitia & Juri BnR di Kudus Kulon Part 2

MediaBnR – Eksistensi BnR Kudus dalam menyuguhkan sebuah gelaran bergengsi kembali terlihat pada ajang lomba bertajuk Kudus Kulon Part II yang dihelat Minggu (19/1) di Halaman Museum Kretek-Kudus. Kemasan lomba berkualitas yang hanya menyajikan 20 kelas dengan kategori peserta 36G ini begitu memikat perhatian kicaumania hingga nyaris semua laga yang ada selalu full gantangan.

Ini bukti, meskipun banyak terlaksana lomba akbar yang bersamaan dihari yang sama event BnR tetap diidolakan. “ Terimakasih atas partisipasi serta dukungan seluruh kicaumania yang telah hadir memeriahkan lomba Kudus Kulon Cup yang kedua ini. Seperti gelaran sebelumnya dimana peserta sampai harus mencari cancelan tiket, demikian halnya hari ini antusias yang sangat luar biasa kembali kita saksikan bersama. Semoga di ajang Kudus Kulon Part 3 tahun depan dapat dipertahankan dan bisa lebih maksimal lagi,” ungkap H. Rifai Menara yang saat ini menjabat sementara Ketua OBI Kudus.

Panitia & Juri BnR di Kudus Kulon Part 2
H. Rifai Menara Ketua OBI Kudus

Dipandu Master of Ceremony multi talenta asal kota Jepara yakni Mr. Husen dan tim Juri BnR Indonesia lomba hari ini berjalan mulus tanpa kendala berarti sejak awal hingga usai sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. “ Lomba tidak sampai malam dengan management tepat jumlah kelas dan waktunya agar kualitas lomba tetap terjaga, peserta juga bisa pulang lebih awal untuk berkumpul dengan keluarga,” ujar Om Heri OBI Kudus.

Husen MC meriah mengawal lomba selalu full gantangan

Persaingan sengit dikelas bergengsi murai batu yang diikuti gaco-gaco handal papan atas harus memaksa peserta berbagi gelar juara. Dikelas utama Menara misalnya, kestabilan serta kedahsyatan Black Pink dengan segudang materi unggulan yang terpapar lewat aksi ngeplay aktif memuntahkan roll panjang diselingi pukulan isian bervariatif mutlak mendominasi pertarungan. Kemenangan gaco besutan Mr. Yocky Purwodadi ini bukan sekali ini saja tapi sebelumnya memang namanya sudah kerap kali menduduki podium juara diberbagai gelaran lintas EO sekitaran wilayah Blok Tengah.

Black Pink sapu kelas utama banggakan Yocky Purwodadi

Sementara dikelas murai batu X-Gelis nama pendatang baru yang sebelumnya juga sudah terbukti lolos uji diberbagai laga ini mencuat sebagai pemenang, Putu Purwo debutan H. Susilo Falas asal kota Jepara. Meski termasuk dalam kategori murai ekor hitam, kualitas power yang dimuntahkan, bongkaran materi lagu isian yang diutarakan, serta durasi aktif kerjanya tak mau kalah dengan yang lain bahkan tergolong diatas rata-rata. Hal inilah yang memikat hati nurani tim juri untuk menentukan namanya sebagai yang terbaik. “ Jujur perjalanan Putu Purwo selama ini penuh perjuangan  dan pengorbanan dimana terkadang jenis ekor hitam sering kali disisihkan di event besar meskipun kualitasnya layak. Tapi ini bukti, kualitas Putu Purwo bukan kaleng-kaleng,” tegas sang empunya.

Putu Purwo debutan Susilo Falas Jepara curi perhatian

Selisih tipis koncer bendera memaksa Pelor harus rela menempati podium runner up dikelas murai batu Sucen. Namun pencapaian prestasi amunisi anyar Mr. Sandy-Udin Tropy Juwana ini sudah cukup membanggakan bagi sang empunya dimana sebenarnya Pelor masih dalam jenjang mencari settingan. “ Burung rumahan dengan rawatan apa adanya, kita take over belum lama ini kemudian baru kepegang sebentar sudah mau moncer, Alhamdulillah,” paparnya santai namun penuh keyakinan akan masa depan Pelor yang indah pada waktunya nanti.

Sandy orbitkan kualitas Pelor

Menyusul di podium juara 3 nama besar Hamburger kembali merepotkan kompetisi meski hadir tanpa persiapan.  Settingan harian dengan colokan exfood seadanya karena dadakan ternyata tak mengurangi kualitas wahid amunisi milik Budslank punggawa Sedulur BF Pati ini untuk tetap eksis bermain cantik di atas gantangan, ngeplay happy bongkar materi isian. “ Sebenarnya kita istirahatkan untuk event pekan depan di Solar Cup 1 Pati, tapi gakpapa lah sekalian buang birahi, yang penting tetap menjalin silaturahmi ke semua EO,” jelasnya.

Budslank Sedulur BF Pati, Hamburger tetap tangguh

Tak kalah serunya pertarungan dikelas cucak hijau dimana nama besar sekitaran juga turun andil memeriahkan gelaran, sudah tentu kompetisi pun menjadi lebih sengit. Namun satu nama terlahir  menjadi bintang lapangan lewat kualitas istimewanya yang tereksplore sempurna, Jarot milik Jumadi Jr-Kudus Wetan. Bongkaran isiannya bisa berlanjut sampai 2-3 lagu berbeda, volumenya super keras hingga terdengar dari pagar pembatas penonton, durasi kerjanya juga stabil awal-akhir. Tak heran apabila namanya mendapat koncer mutlak disesi cucak hijau Sucen.

Jumadi Jr usung kestabilan Jarot

Mr. Saprol Jaza punggawa PKJ SF Pati kembali mengorbitkan amunisi baru dikelas cendet, yakni Hura-Hura yang pada uji lapangan perdananya hari ini langsung berhasil menyabet predikat nyeri runner up dengan pecah bendera koncer A cukup tipis. “ Hura-Hura seperti yang punya, gak kok bercanda. Yah, seneng saja happy bisa kumpul temen-temen kicaumania, apalagi gaco baru bisa langsung mempersembahkan hasil membanggakan, semoga lebih stabil kedepan,” tandasnya.

Hura-Hura persolid squad amunisi Saprol Jaza PKJ SF

Demikian halnya dengan Mr. Hanung BDS SF Purwodadi, hari ini gaco debutan terbarunya yang tersimpan khusus untuk menghadapi kelas kenari standart kecil sukses membuktikan kualitas. Aksi Super Goyang yang memikat tak mampu dielak oleh tim juri untuk mengeksekusi koncer A di bawah nomor gantangannya. Sementara Pangeran yang di fokuskan turun di gelaran kolosal Sweet Valentine juga sukses pada laga buang birahinya untuk menempati podium juara 2 dan 3.

Duet Pangeran ft Super Goyang milik Hanung BDS kibarkan Dt. Sweet Valentine

Diakhir gelaran segenap panitia menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan. “ Save the bird, salam satu hati satu hobi,” tutup H. Rifai Menara.(kiky)

Sumpah juri BnR sebelum bertugas di Kudus Kulon Part 2