BnR Semarang Feat Candi Zebra 39 Sukses & Peminatnya Makin Meledak, Pakem BnR Dengan Sistem Penilaian Terbuka Menjadi Barometer Kicaumania(21/08/2022)

Panitia & JBI yang bertugas

BnR Semarang Feat Candi Zebra 39 Sukses & Peminatnya Makin Meledak, Pakem BnR Dengan Sistem Penilaian Terbuka Menjadi Barometer Kicaumania

Panitia & JBI yang bertugas
Panitia & JBI yang bertugas

-Media BnR – Seperti apa hasil kolaborasi pakem penjurian BnR yang dikombinasikan dengan sistem penilaian terbuka yang diterapkan oleh panitia BnR Semarang disetiap gelaran ekslusive special 24 G nya ?. Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat terurai jelas ketika kicaumania sudah pernah menghadiri langsung dan merasakan atmosfir kompetisi yang disajikan oleh panitia komando Sukma Titut (Ketua OBI Semarang) ini, yakni pada launching perdananya lalu dengan tajuk BnR Semarang Feat Neyra 0721, kemudian event keduanya BnR Semarang Feat CV.GKS, dan hari ini di kemasan ketiganya bersama Dimas Bagus Lisdiyantoro selaku punggawa Candi Zebra 39 mengusung tajuk lomba BnR Semarang Feat Candi Zebra 39 Spesial Murai Batu & Cucak Hijau 24G pada Minggu (21/08/2022).

Arena ekslusive, pakem BnR dengan sistem penilaian terbuka makin digandrungi kicaumania
Arena ekslusive, pakem BnR dengan sistem penilaian terbuka makin digandrungi kicaumania

Arena BnR Semarang yang berlokasi dibilangan wilayah Kampung Wisata Blancir-Semarang Timur kembali dipenuhi kicaumania. Para murai mania dan cucak hijau mania dari berbagai daerah bahkan lintas blok berkumpul memeriahkan gelaran yang mengadopsi sistem penilaian terbuka dengan tetap berpegang teguh pada pakem BnR Indonesia ini. 11 sesi yang dibuka panitia sukses mencuri perhatian kicaumania dengan total jumlah keseluruhan 197 peserta yang khidmad mengikuti gelaran hingga akhir dipandu kemeriahan MC Yufi Bagong. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dari awal pertama dulu launching, dan hal ini membuktikan sudah terbangunnya kepercayaan serta minat kicaumania terhadap konsep lomba yang disajikan oleh BnR Semarang.

Riyadi - Sekjen OBI Regional Jateng memberikan sambutan
Riyadi – Sekjen OBI Regional Jateng memberikan sambutan

“ Konsep gelaran dengan sistem penilaian terbuka dan 24G ini memang kami adopsi dari beberapa EO lain yang sudah menggunakannya lebih dahulu, kemudian kami kombinasikan dengan Pakem BnR Indonesia. Maksud dan tujuan kami mengusung gagasan ini tentunya dengan harapan besar bisa memuaskan hasrat kicaumania yang rindu akan lomba fairplay dan kenyamanan lomba kicauan yang sebenarnya, kemudian juga tentunya dengan penuh keyakinan kedepan arena dan konsep lomba kami ini dapat menjadi barometer kicaumania di Jawa Tengah,” ungkap Riyadi (Sekjen OBI Regional Jateng) yang hadir langsung ke lokasi hari itu.

Sambutan Dimas - Candi Zebra 39 diawal gelaran
Sambutan Dimas – Candi Zebra 39 diawal gelaran
Cinderamata gelaran untuk Dimas Candi Zebra 39
Cinderamata gelaran untuk Dimas Candi Zebra 39
Kolaborasi Candi Zebra 39 & BnR Semarang
Kolaborasi Candi Zebra 39 & BnR Semarang

Apakah anda penasaran dengan gagasan konsep ini ?, pastinya iya… Hal senada awalnya juga dirasakan oleh Dimas Bagus Lisdiyantoro, bahkan saking penasarannya beliau sampai langsung menemui Ketua OBI Semarang untuk mengorek keterangannya dan tak tanggung-tanggung hasil pertemuan tersebut ternyata langsung berlanjut untuk merealisasikan gagasan lomba yang terselenggara hari ini. “ Penilaian pakem BnR yang mengadopsi sistem penilaian terbuka di BnR Semarang ini adalah yang terbaik menurut saya, kemudian juga konsep serta aturan tegas lomba yang betul-betul bertujuan untuk dapat menciptakan sebuah gelaran yang nyaman dapat dinikmati bersama. Inilah alasan saya mantab menggandeng BnR, dan melihat output gelaran lomba hari ini saya pribadi cukup puas dan semakin mensupport untuk BnR Semarang kedepan bisa menjadi barometernya kicaumania di Jateng,” pungkas tegas sosok anggota POLRI ini.

Ajuan juri dan perumusan transparan seketika di lapangan
Ajuan juri dan perumusan transparan seketika di lapangan

Kehadiran Pengurus OBI Regional Jateng seperti Riyadi (Sekjen), Agus P (Ketua), Joko (Kadiv JBI) dan Jajaran anggota lainnya seperti Agung Pitoyo (Ketua OBI Magelang) yang ditugaskan sebagai Pengawas dalam lomba hari ini menjadikan moment gelaran terasa lebih prestige. Menjelang dimulainya gelaran Rico (Korlap JBI) sebagai sosok penanggung jawab gelaran menyampaikan perihal aturan lomba sekaligus pelanggaran-pelanggaran apa saja yang diberlakukan. “ Yang pasti non teriak itu mutlak, kemudian pakem BnR dengan penilaian terbuka dimana kita semua transparan dalam ajuan dan perumusan, untuk teknis di lapangan pelanggaran dimurai batu ngelowo, ngeram bunyi, nebok/ngeban dan cucak hijau didis sayap/ekor, ngeram bunyi, nebok/ngeban semuanya kita hitung 3 detik, artinya masih ada kesempatan jika burung itu kerja maksimal tidak langsung diberi nilai mati dan masih bisa masuk nominasi, pastinya ada cacatan tersendiri dari kami karena kami menggunakan juri bantu dimasing-masing blok yang bertugas mencatat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. 4 juri fokus menilai burung dan 4 juri bantu fokus di pelanggaran. Selalu junjung tinggi sportifitas dan fairplay,” tegasnya.

Cinderamata gelaran untuk OBI Regional Jateng
Cinderamata gelaran untuk OBI Regional Jateng

Ketua OBI Semarang menambahkan sedikit statement perihal apa yang ditonjolkan dari kemasan ekslusive nya yang agendanya juga akan terjadwal setiap dua bulan sekali ini, melihat anstusias yang sangat luar biasa sekali dari banyak pihak yang sudah waiting list untuk menjalin bekerjasama. “ Membangun kepercayaan kicaumania ditengah maraknya EO penyelenggara lomba burung berkicau yang nyaris semuanya mengusung sistem penilaian terbuka ini tentunya tidak mudah, tetapi kami telah berkomitmen untuk semaksimal mungkin memberikan suguhan yang terbaik kepada kicaumania , dari kemasan ekslusive serta penjurian yang amanah,” tandas Sukma Titut (Ketua OBI Semarang).

Silaturahmi & bentuk dukungan Neyra 0721 hadir bersama keluarga memeriahkan gelaran
Silaturahmi & bentuk dukungan Neyra 0721 hadir bersama keluarga memeriahkan gelaran

Kehadiran Tokoh-Tokoh kicaumania lintas kota lintas blok membuktikan semakin kokohnya kepercayaan kicaumania pada arena ini, maka besar kemungkinan kedepan ajang ini bisa menjadi barometer kicaumania. Seperti halnya Pak Ndul sapaan punggawa Neyra 0721 yang tetap memberikan dukungannya hari itu untuk hadir ke lokasi meskipun tidak menurunkan satupun koleksi amunisinya. “ Kebetulan tidak ada kelas lovebird, sementara amunisi kami untuk burung murai batu semuanya sudah masuk sangkar breeding. Ya, intinya tetap hadir untuk selalu menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan kicaumania,” jelas Pak Ndul yang hari itu hadir ditemani keluarga, sementara amunisi lovebird Begal andalannya melawat event Kopdar Konslet di kota Tegal dan sukses menorehkan prestasi quinttrick alias 5x juara 1.

Produk kualitas A1 dari Kuby menyertai prestasi gacoan kicaumania
Produk kualitas A1 dari Kuby menyertai prestasi gacoan kicaumania
Cinderamata gelaran untuk Kuby Indonesia
Cinderamata gelaran untuk Kuby Indonesia

Support luar biasa juga ditunjukkan Robi selaku owner Kuby Indonesia hadir ke lokasi dipandu Cak Pay Kuby dan beberapa crew lainnya untuk mendukung gelaran hari ini. Selain membuka stand khusus disalah satu sudut arena untuk melayani kebutuhan hobi kicaumania, Kuby berkolaborasi dengan Dimas Candi Zebra 39 juga memberikan beberapa produk sangkar berkualitas sebagai tambahan hadiah kepada para juara yang telah terpilih.

Surya Jr 26-Aditya SF juara 1 kelas utama murai batu simbolis menerima tropy juara dari Dimas
Surya Jr 26-Aditya SF juara 1 kelas utama murai batu simbolis menerima tropy juara dari Dimas

Salah satu diantaranya adalah Aditya SF Salatiga yang mendapatkan 3 sangkar berkualitas dari Kuby lewat pretasi yang ditorehkan oleh cucak hijau Pesona dan murai batu Surya Jr 26. Betarung dengan jawara-jawara tangguh lainnya, Pesona masih terlalu tangguh untuk dilawan dan sukses mencetak point juara 1,3,3 dikelas cucak hijau, sementara Surya Jr 26 yang baru kali ini diturunkannya mengikuti lomba besar langsung menunjukkan eksistensi kualitasnya untuk menyabet podium terbaik dikelas utama murai batu Candi Zebra 39 dengan tiket termahal 2200K. (kiky)