
Banjar (MediaBnR.Com) – Bratasena, muray batu milik Widodo Elite Team Bandung hebohkan lomba Walikota Banjar, di lapangan Samsat Kota Banjar, Minggu (13/3) dengan menggaet dua kali juara pertama. Doeuble Winners yang diciptakan Bratasena berkat polesan apik syarif, joki andalan Widodo Elit. Dikelas pertama, kelas Gurah, Bratasena langsung obral cerecet dengan isian yang menekan dan panjang-panjang. Agresifitas kinerja digantangan yang super mewah, ia mutlak mendapatkan tujuh koncer A. Demikian pula di kelas yang paling bergengsi, kierjanya makin menggila. Puluhan rival dilibas dengan sempurna. Tujuh bendera koncer merah berada di nomor gantangannya. Di lomba ini Bratasena jadi Bintangnya Muray Batu.
Sayangnya dikelas ke tiga Bratasena tidak diturunkan. Karena itu Basabasi milik Popeye SF lah yang menjadi campiunya. Sementara itu Kaisar Langit milik Yosep Aquarium Singaparna mampu bersaing dengan Muraybatu-muray batu papan atas. Di lomba ini Kaisar Langit tembus di dua besar kelas yang paling bergengsi.
Demikian pula dikelas kacer, Black Eagle milik Helmi Garuda meniptakan hatrick. Burung yang menjadi incaran mania papan atas ini langsung menggebrak di sesion pertama, dengan gaya flamboyan irama lagu full isian selalu mejadikan perhatian juri. Kelas pertama, kedua dan ketiga, Black Eagle menjadi nomor wahid. Helmi bilang, Black Eagle dipersiapkan untuk lomba Suharto Cup pekan mendatang.
Di kelas kenari, Toke milik Iwan Hombing/H. Iyan curi perhatian dengan menggaet juara pertama dan keempat. Sementara itu rival satu teamnya juga, Buto ijo milik Azmi Puncak Darajat berada diurutan kedua. Mania Garut ini menjadi ancaman dikelas kenari karena memiliki kenari jempolan
Kencana Sabila is back. Itulah yang terjadi dikelas jenggot. Hampir satu tahun burung ini istirahat. Kini Kencana Sabila H Dadang/Agus, menjadi ancaman serius pemilik Jenggot nusantara. Kualitas mumpuni dan jempolan membuat Kencana Sabila berada di urutan nomor wahid dikelas yang paling bergengsi.
Reihan Padepokan 46 SF muncul dengan amunisi terbaru di kelas love bird muray dan kacer. Beberapa waktu lalu amunisinya sempat ditakeover kicaumania kota kembang dengan mahar 180 juta. Kini, dengan amunisi baru Reihan Padepokan 46 SF siap kembali bersaing.
Dari awal hingga akhir lomba berjalan lancar. Tak ada potes sedikitpun. Sistem non teriak mampu diterapkan dengan sempurna di lomba yang langsung diaping Keu keu dan Tatang TV ini. (eka/milan/Nanang)
BACA JUGA: Daftar Juara Walikota Cup Banjar Patroman (13/3/2016)










