Karawang (MediaBnR.Com) – DR BF Karawang milik Juli Diharja SE, merupakan salah satu peternak yang telah sukses melahirkan anakan murai batu berkualitas. Beberapa anakan hasil ternakan DR BF telah banyak yang berprestasi, salah satunya Moreno, yang beberapa kali meraih juara.
Juli Diharja yang juga sebagai ketua Paloka (Paguyuban Pelestari Ocehan Karawang) merupakan breeder yang inovatif. Ia selalu menyilangkan indukan-indukan berkualitas, sehingga melahirkan anakan murai batu jempolan. Hingga kini tidak kurang dari 100 anakan hasil ternakannya laku terjual.

Lima tahun lalu, Juli memulai ternaknya dengan empat pasang indukan yang betinanya diambil dari peternak Purwokerto. Sementara jantannya adalah murai jawara yang dimilikinya seperti Bernard, Ale ale, Fortuner, Densus 88 dan Komando. Sejak itu kecintaan akan dunia breeding bertambah. Hingga kini indukannya sudah mencapai 13 indukan jantan, dan betinanya mencapai 20 ekor.
“Untuk mengantisipasi kurangnya jantan, kami selalu mengawinkan satu jantan dengan lima betina. Pergantiannya setelah empat kali bertelur. Baru ganti betina,” ujar Juli di penangkarannya Jalan Duren (samping Polsek Klari) Karawang.
Bagi Juli ternak murai gampang-ganpang susah. Maklum saja, menurutnya yang paling sulit menjodohkan betina dan jantan yang masih belia. Penjodohannya bisa mencapai satu minggu. “Tapi kalau indukan yang sudah pernah kawin tidak akan susah. Sehari sudah langsung kawin,” ujar Juli sambil menjelaskan dalam sebulan rata-rata 20 telur yang menetas.
Telaten di Masa Rawan
Masa rawan anakan murai batu adalah usia 1 hingga 21 hari. Karenanya, menurut breeder asal Karawang ini harus telaten dalam merawan di usia tersebut. Yang selalu dilakukan oleh Juli membiarkan anakan yang menetas selama tujuh hari diloloh sama indukannya. Setelah itu dimasukan ke incubator diloloh sendiri.

“Selama di Inkubator jangan telat ngasih makan. Minimal setengah jam sekali harus memberikan lolohan,” ujarnya sambil menyebutkan dalam hal meloloh sang istri tercinta selalu membantu meloloh.
“Selain poor, pemberian jangkrik pun diperlukan pada masa ini. Namun jangkrik kecil yang direndam di air vitamin,” Beber Juli menjelaskan. Hingga kini DR BF sudah mengelurkan hingga 100 ekor anakan.
Meskipun saat ini sudah ada lagi anakan, namum anakan-anakan tersebut sudah ada yang inden. Jadi kalau mania ingin mendapatkan anakan hasil ternakan DR BF harus lewat inden dulu. Biasanya DR BF menjual anakan Rp 2.5 juta per ekor. Namun beda lagi kalau murai yang sudah berbunyi.
Sebagai breeder yang sukses, dan juga sebagai ketua Paloka Karawang. Saat ini pihaknya sedang mengembangkan ternak murai terhadap anggota Paloka, 30 persen ternak burung lain. Hingga kini sudah ada empat kicaumania yang sudah berhasil berkat bantuan DR BF, yakni Kris MK, Bambang, Ari Qinci dan roma Arwan. “Bagi anggota Paloka kami selalu mengadakan diklat ternak gratis dan melakukan trek anakan setiap dua minggu sekali untuk melatih mental burung,” pungkasnya.
Perawatan Anakan Murai 90 Ekor Jangkrik Per Hari
Untuk melahirkan anakan murai berkualitas, DR BF memiliki trik tersendiri. Usia 5 bulan anakan harus dijemur setiap hari 15 menit. Pemberian kroto satu sendok. Diangin-angin hingga pukul 7.00 Lalu diberi vitamin dan jangkrik sebanyak 30 ekor. “Lalu burung setengah krodong dan didekatkan dengan burung masteran, agar burung cepat tanggap,” ujar Juli.
Sianganya, anakan tersebut diberi jangrik dengan porsi tetap 30 ditambah cacing 2 ekor. “Sementara sore hari anakan tersebut dimandiin, diangin-angin dan dikasih jangkrik lagi 30 ekor. Namun jangan dijemur, lalu full krodong sambil dimaster,” ujarnya.
Dengan perawatan tersebut, beberapa hasil ternakan DR BF banyak berhasil menjadi murai jempolan. Beberapa murai batu yang sudah berada di kicaumania sudah banyak yang berprestasi. (Saeful Milan)


