
MediaBnR – Gelaran spektakuler Bintang Bursa Banyuputih Salatiga (18/12) benar-benar dinanti para kicaumania, terbukti dengan terjualnya tiket sebanyak 896 membuktikan antusias kicaumania diwilayah Salatiga dan sekitarnya begitu tinggi. “Kami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kicaumania, mulai dari pemberian hadiah hingga penjurian. Terus berusaha memenuhi kepuasan kicaumania supaya dunia perburungan ini terus semarak,”papar Poer Nasa yang fokus di penjurian.
Nama Bregenjez sudah tidak asing lagi ditelinga kicaumania sekitaran Salatiga, keberhasilannya mencuatkan nama master bregenjez hingga kelas nasional memacu Mulyo raharjo untuk terus mencetak muraibatu pelapisnya. Terbukti Bregenjez two mampu bersanding dengan muraibatu jawara – jawara hingga mampu menyodok sebagai juara pertama dikelas Matahari. “Bregenjez Two merupakan pelapis kedua saya dan selalu terbukti setiap saya tampilkan pasti masuk juara, dan Alhamdulillah hari ini sengaja saya mainkan 1 kelas saja langsung sabet juara pertama. Harapan saya kelas muraibatu tetap eksis dan apapun jenisnya sebaiknya disama ratakan entah ekor hitam, medan, bengkulu, nias, borneo , dll toh namanya juga muraibatu tinggal kita bandingkan irama lagunya saja sehingga bisa semarak,”ungkap Mulyo Raharjo yang hanya konsen di kelas murai batu.

Independent BF Salatiga berhasil mendominasi juara dikelas love bird dalam gelaran ini, dengan menggenggam peringkat teratas dikelas LB Matahari andalkan Nia daniati dan dikelas Baby (B) cuatkan Tzunami membuktikan talentanya dalam memoles burung paruh bengkok ini tidaklah tanggung-tanggung. Sama halnya dengan sosok Fadhil yang selalu mengusung nama Manahadap juga membuktikan diajang ini tidak lagi dengan menampilkan jago andalannya yang sering juara melainkan mencoba beberapa hasil breedingnya dengan usia yang masih beberapa bulan mampu masuk 3 besar dikelas Baby (B) dinami Batman. Beda hal dengan Cipto yang saat ini masih berkibar dengan jagonya Barjo berniat lain, berupaya merebut juara umum dengan mengususng Salatiga Team dengan niatan perolehannya akan disumbangkan sepenuhnya untuk bencana di Soka Salatiga yang minggu lalu terkena musibah angin puting beliung, namun tak urung niatannya tersebut meski perolehan juara umumnya kalah satu point dengan ambarwa BC tetap saja hasil perolehan hadiah Barjo disumbangkan seluruhnya untuk korban bencana tersebut.

Khenzi kenari kalitan milik Febi Salatiga ini nyaris nyeri digelaran ini, keberhasilannya mencapai puncak dikelas kalitan Kejora memacu meraih dikelas berikutnya, namun dikelas bulan Khenzi hanya di posisi runner up kalah 1 bendera B dengan Raja Mie milik MBC Ambarawa BC. Team Karangjati BC juga hadir deigelaran ini dengan mengusung nama Pekalongan Team salah satunya moncer dikelas cendet yang mampu melesat dikelas bulan andalkan Badjingan milik Budi garenk yang sebelumnya hanya masuk di peringkat 3 kelas Kejora.

Dalam gelaran ini berhasil meraih juara umum bird club diraih oleh Ambarawa BC meski terjadi persaingan yang sangat ketat perhitungan point dari tiap kelas berjalan, namun hasil final Ambarawa BC menang 1 point dibanding Salatiga BC . “Kami segenap team dari ABC (Ambarawa Bird Club) mengucapkan banyak terimakasih kepada panitia penyelenggara Bintang Bursa banyuputih juga para kicaumania yang telah mensupport kita dengan memberikan point kejuaraan sehingga kita berhasil menggenggam juara umum,”ucap Heri Gaz yang berupaya total memperoleh point kemenangan. (LamBanK)
Baca Juga : Daftar Juara Bintang Bursa Banyuputih SL3 (18/12/2016)






