Bojonegoro (MediaBnR.Com) – Sejak resmi dibentuk, BnR Cabang Bojonegoro, Jawa Timur pada (27/9/2014). Keesokan harinya (28/9/2014), gantangan Ojo Dumeh BC Bojonegoro yang dipersiapkan menjadi lokasi permanen latber BnR di Bumi Angling Dharma itu, dipenuhi para kicaumania dari sekitar Kota Ledre tersebut. Bahkan beberapa kicaumania dari Semarang terlihat juga menurunkan gaconya.
Animo peserta begitu membludak di latber perdana BnR Cabang Bojonegoro dengan membuka18 kelas, tak ayal membuat kaget panitia. Pasalnya sebelum hari H, panitia tak menargetkan berapa jumlah peserta yang hadir. “Tujuan kami di latber perdana terlebih dahulu ingin mensosialisasikan sistem penjurian BnR di Bojonegoro. Ini sungguh diluar prediksi, latber rasa lomba,” kata Liang ketua BnR Cabang Bojonegoro.

Meski lokasi yang terbilang masih panas dan infrastruktur baru mendekati nyaman. Hal ini tak menyurutkan antusiasme dari 615 peserta yang menggantangkan gaconya. Bahkan saat pewarta MediaBnR.Com bertemu beberapa kicaumania setempat. Saran dan kritik pun terlontar dari bibir mereka. Seperti Ugik kacermania Bojonegoro, ia menyarankan agar bisa diperbanyak tempat berteduh untuk menggantang burung. “Saya rasa untuk gantangan di Bojonegoro, ini sudah bagus. Mungkin ke depannya bisa ditanami pohon-pohon atau tempat berteduh biar bisa nggantang burung,” harapnya.
Hal lain yang membuat panitia berdecak kagum adalah suksesnya gelaran perdana BnR di Bojonegoro tanpa teriak. Pasalnya, untuk membuat gelaran tanpa teriak di kota tersebut terbilang sebagai hal langka. Namun setelah fakta di lapangan berkata berbeda, setingkat latber dengan jumlah kelas mencapai 18 kelas. Latber yang dimulai pukul 11.00 WIB mampu dituntaskan sekitar pukul 15.00 WIB. “Di Bojonegoro ini merupakan gelaran kali pertama yang sukses tanpa teriak,” ujar Mohan, Wakil Ketua BnR Cabang Bojonegoro.
Tertibnya gelaran pekan kemarin tak terlepas berhasilnya sosialisasi yang diberikan panitia dan mampu diterima dengan baik kicaumania Bojonegoro. Pasalnya, Sabtu malam jelang gelaran, panitia mengundang kicaumania dan tokoh Bojonegoro untuk menyamakan persepsi dan menciptakan suasana lomba yang nyaman dan mampu dinikmati bersama.
Seperti yang diungkapkan Dian Toto selaku Pengawas Juri BnR Pusat, pada gelaran pekan kemarin. Tertib tidaknya suatu lomba tergantung pada ketegasan panitia dalam menerapkan aturan yang sudah ditetapkan. “Kalau memang ada yang melanggar aturan jangan takut memberi diskualifikasi,” terangnya pada panitia.

Alhasil, selama gelaran berlangsung hingga usai. Tak ada satu pun peserta yang melontarkan protes kepada panitia. Bahkan banyak yang mengaku salut pada tim juri BnR atas ke-fair play-an selama bertugas. Tak sedikit yang berharap dan mendukung agar cabang BnR Bojonegoro terus dilanjutkan baik secara keorganisasian maupun sebagai pengelola gantangan.
Satu diantaranya Rony Buana Bojonegoro. Terlepas dari prestasi Kacer Harmony yang meraih juara satu dan Lovebird Jerman yang mengukir juara satu dan dua. Sistem penjurian BnR terbilang fairplay dan tidak pandang bulu. Karena alasan itulah, tak ayal Rony selalu hadir disetiap gelaran BnR. Bahkan, gaconya akan disiapkan turun di beberarapa gelaran BnR dalam waktu dekat ini. “Setelah dari sini akan saya siapkan ke Jogja, Jatim Raya dan pastinya BnR Award,” ujarnya optimis.

Dukungan lain pun ditunjukkan komunitas Pleci Bojonegoro yang hadir di lokasi. Tak hanya Pleman setempat, dari Mojokerto, Gresik pun turut meramaikan latber perdana BnR Bojonegoro. Alhasil Pleci kelas Petruk dan Bagong nyaris dipenuhi gaco peserta.
HTJ BC Bourno Bojonegoro pun tak ketinggalan merasakan selebrasi juara. Pasca meraih juara dua di Piala Raja, Kacer NJR kembali merayakan selebrasi di kota sendiri. Bahkan kali ini juara satu di dua kelas sekaligus mampu ditorehkan gaco yang disiapkan ke Pakde Karwo Cup Surabaya.
Melihat kesuksesan latber perdana BnR Cabang Bojonegoro. Usai gelaran, Liang selaku Ketua BnR Cabang Bojonegoro mengutarakan sesuatu hal mengenai adanya ketertarikan kicaumania Cepu dan Blora untuk mengikuti diklat. “Kalau memang ada yang berminat ikut diklat, gabung aja diklat tahun ini,” terangnya.

Disisi lain, panitia berharap dibukanya gantangan dan BnR Cabang Bojonegoro dapat mempererat tali silahturahmi antar kicaumania Bojonegoro, tanpa memandang dari bendera mana mereka bernaung. (Stefanus)
Daftar Juara BnR Bojonegoro, 28 September 2014


