
Mediabnr – Setelah sukses pada gelaran pertamanya tahun lalu, kota Pati kembali meraup kemeriahan dengan jumlah peserta meledak pada event kedua Piala Pati Pesantenan yang digelar pada hari Minggu (3/6) pekan ini. Kicaumania dari berbagai pelosok kota antar blok mempersiapkan diri untuk hadir di gelaran akbar ini guna bersaing ketat memperebutkan tropy kejuaraan yang begitu elegan lewat amunisi andalan yang disusungnya.

Diantaranya adalah kontestan dari kota Kudus, yaitu Dimas Anto punggawa DMA yang mencoba peruntungan mengandalkan kualitas mumpuni Brajamusti dikelas murai batu. Tak tanggung-tanggung hasilnya, pasca berhasil menaklukkan persaingan dilaga akbar Kapolres Cup Wonosobo 13 Mei lalu dengan point mutlak double winner, siang ini performanya kembali diakui tim juri independent yang bertugas serta para murai mania lainnya untuk dipercaya menempati puncak podium kelas utama. “ Roll rapat serta tembakan-tembakan mematikan Brajamusti tetap konsisten terlihat baik di event tiga pekan lalu maupun siang hari ini dengan tampilan tarungnya yang selalu ngotot. Semoga Barajamusti terus stabil membanggakan DMA Kudus, mengisi kekosongan amunisi lainnya yang sedang mabung,” jelas pesohor penangkaran murai batu Ring DMA Kudus ini.

Kelas utama kacer berhasil dilumat mentah oleh amunisi sarat prestasi besutan Paul Wina bernama King Cobra yang begitu menonjolkan kemampuan diatas rata-ratanya dalam mengolah materi, baik dari hal irama lagu, volume serta gaya tarung untuk menyempurnakan durasi kerjanya yang istimewa. Kesiapan kondisi King Cobra benar-benar diupayakan semaksimal mungkin oleh sang mekanik untuk sengaja turun di sesi pamungkas ini, dimana hasil akhir yang ditargetkan dapat sesuai dengan harapan sang punggawa. “ Sesi pertama King Cobra memang tidak turun karena memang saya targetkan untuk turun satu sesi dikelas utama saja, makanya kami datang agak mepet biar dia tidak capek dulu koar-koar di arena,” ungkap kicaumania papan atas asal kota Jepara yang sedang mengusung Dt. Walikota Solo ini.

Penampilan elegan King Cobra ditempel ketat oleh Trinil besutan Totok-Wira Prima SF yang membayangi sebagai runner up. Disusul performa yang juga tak kalah exotic gaco stabil juara debutan Paul KNP feat Haweng bernama Cabe Rawit di posisi III. Memang sudah tidak diragukan lagi kualitas serta kestabilan Cabe Rawit yang selalu mampu memberikan pertunjukan aksi yang memukau disetiap penampilannya, khususnya pada moment-moment laga nasional antar blok juga lintas EO hingga selalu dapat dipastikan tidak pulang dengan tangan hampa. Seperti halnya siang ini, Cabe Rawit nyaris nyeri runner up dikedua laga yang diikutinya untuk dapat menyumbangkan point penting kepada Dt. Boyolali Cup IV. “ Alhamdulillah, Cabe Rawit selalu tampil membanggakan, semoga akan terus stabil untuk menghadapi event-event nasional berikutnya,” ucap Haweng diamini Paul KNP.


Silaturahmi Sanu Efdo berbuah hasil manisnya kemenangan beberapa squad amunisi yang diutamakan turun berlaga untuk mengibarkan dua bendera yang diusungnya hari ini, yaitu Dt. Piala Bahurekso yang akan menggelar lomba bergengsi di kota Kudus pada tanggal 1 Juli mendatang dan Dt. Piala Canting 3 pada tanggal 8 Juli mendatang di kota Pekalongan. Prestasi membanggakan ini tak lepas dari campur tangan crew solidnya dalam mengondisikan gacoan serta kekompakan sebagai bentuk rasa kekeluargaan yang begitu kental terlihat untuk dapat tampil all out di arena. “ Jangan sampai kehabisan tiket dikedua event kolosal tersebut, monggo saja disegerakan kepada seluruh kicaumania Nusantara yang dengan penuh rasa hormat kami undang untuk memberikan dukungan dan partisipasinya,” ungkapnya.


Demikian halnya dengan Mozza SF yang berkolaborasi cantik dengan AKAS, siang ini juga mendapatkan hasil maksimal lewat perform gaco-gaco andalannya. Duet ciamik Dhinamid dan Sintetis berhasil menorehkan kemenangan dikelas kenari. Untuk aksi Dhinamit yang begitu elegan menampilkan aksi andalannya sesuai criteria yang diinginkan juri untuk mendapatkan penghargaan terbaik disesi bebas Mina. Perform yang tak kalah hebat juga dipertontonkan Sintetis saat turun disesi Tani dengan olahan lagu panjang yang ngedur dilantunkan untuk layak menempati posisi runner up. Disempurnakan kemenangan cendet Rolex yang finish di posisi III yang juga tampil membanggakan untuk tim asal kota Rembang yang akan berduet menggelar lomba Mozza Cup I feat AKAS pada tanggal 30 September 2018 ini. “ Terimakasih atas dukungan teman-teman semua, kami tunggu partisipasinya di gelaran kami,” cetus Erbert mewakili crew.

NGR Sragen pimpinan Febry menjadi yang paling dominan pada hasil keseluruhan lomba siang hari ini lewat torehan prestasi squad amunisi yang semuanya tampil onfire untuk menempati podium juara hingga dinobatkan sebagai jawaranya juara umum Single Fighter. Untuk kesekian kalinya nama Febry NGR berada di puncah tahta perebutan posisi paling bergengsi ini, hal ini membuktikan kemampuan mumpuni koleksi burung-burung jawaranya yang memang berkualitas wahid. “ Satu kata untuk teman-teman semua, kalian memang istimewa. Semoga keberhasilan ini dapat kita pertahankan kembali pada lawatan laga berikutnya,” pungkas Febry.



Rival duetnya Teddy BKS n Friends juga tidak kalah tangguh dalam hal ini. Membawa nama besar Dt. Boyolali Cup IV, mereka juga lepas dalam bermain untuk menghantarkan keseluruhan gacoan bertengger di podium puncak hingga dapat menyumbangkan point-point penting yang menggunung. Tak pelak, kemenangan pun terlihat di depan mata untuk memboyong pulang tropy kebanggaan sebagai juara umum Bird Club. “ Kemenangan ini kami persembahkan kepada rekan kami Joko Bonita dan teman-teman Boyolali yang akan menggelar event akbarnya bersama BnR Indonesia pada tanggal 15 Juli 2018 besok. Semoga acara dapat berjalan lancar hingga meraih sukses, Amin,” paparnya. (kiky)
Baca Juga : Daftar Juara Piala Pati Pesantenan (3/6/2018)









