Cara Menjodohkan Burung Cucakrawa

Kandang penangkaran Lupiyanto Mojokerto (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Kunci sukses penangkaran burung cucakrawa atau cucakrowo ada di penjodohan. Berikut hasil wawancara wartawan BnR dengan tiga breeder cucakrawa berpengalaman. Dan mereka memaparkan teknik penjodohan.

Kesulitan pertama adalah mengetahui jenis kelamin burung. Untuk itu dibutuhkan pengalaman. Ada beberapa patokan, namun akurasinya hanya mendekati kebenaran.

Lupiyanto, peternak cucakrawa asal Mojokerto, Jawa Timur ini pernah mengikuti pelatihan penangkaran yang digelar Badan Sertifikasi Internasional bersama PBI (Pelestari Burung Indonesia) pada 2008 di Mojokerto. Namun, masalah penjodohan dia masih menggunakan feeling.

Kandang penangkaran Lupiyanto Mojokerto (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Kandang penangkaran Lupiyanto Mojokerto (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Beberapa ekor cucakrawa yang diperoleh dari pemilik rumahan atau pasar, setelah berada di rumah, satu demi satu dipegang, supit-urang (supit-udang) diraba dan diamati. Supit-urang yang rapat, pertanda jantan. Sebaliknya, betina supit-urang sedikit renggang.

Ditempel,setelah diketahui supit urang (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Ditempel,setelah diketahui supit urang (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Metode ini tingkat keakurasiaannya pun belum mencapai 100 persen. “Cara ini membuat stok cucakrawa saya jadi banyak. Karena tidak mungkin kita pegang burung kalau harga belum jadi. Jadinya, koleksi saya jadi banyak,” katanya.

Saat perawatan tetap didekatkan (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Saat perawatan tetap didekatkan (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Setelah diyakini jantan dan betina, masing-masing dimasukkan ke dalam sangkar gantung/perawatan, dan didekatkan selama 3-4 hari. Jika bunyi bersahut-sahutan atau nyetel pertanda jodoh, siap untuk dimasukkan ke kandang penangkaran.

Sedangkan, Suhono Njoto Sardjono perternak kondang dari Kepung, Kediri, Jatim, nyaris sama dengan yang dilakukan Lupiyanto. Dia membutuhkan beberapa ekor burung untuk mencari jantan dan betina. Setelah beli banyak, masing-masing diberi tanda ring-warna ala kadarnya. Bisa ring dari kabel kecil yang beraneka-ragam warna.

Kemudian semua burung dimasukkan dalam satu kandang besar semacam umbaran. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk memantau. Jika ada yang kelihatan rukun, saling berdekatan dengan bersuara nyetel padu dan kompak, saling bersahut-sahutan, pertanda mereka jodoh.

Dari warna ring dapat diingat pasangan yang sudah jodoh. Kemudian pasangan jodoh dipisah, dimasukkan dalam kandang tersendiri. Tapi, tetap harus dipantau lagi untuk meyakinkan bahwa mereka benar-benar jodoh, sebelum dimasukkan ke dalam kandang penangkaran.

Berbeda dengan yang dilakukan Hery, peternak cucakrawa sukses dari Mojosari, Mojokerto. Berkat pengalaman yang dimiliki, meski belum 2 tahun beternak, namun dia sudah dapat menebak jenis kelamin burung hanya dengan memegangnya. Bahkan ia bisa tahu asal burung.

Kandang penangkaran Hery BF Mojosari (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Kandang penangkaran Hery BF Mojosari (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Begitu didapat sepasang, langsung dimasukan kandang penangkaran. Karena Hery jago menentukan jantan-betina, di Hery BF (Bird Farm), menyediakan pasangan cucakrawa yang sudah jodoh. (Sugeng/Red)