Cara Sederhana Beternak Burung Kenari

Kenari (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)

Bogor (MediaBnR.Com) – Seorang bredeer kenari jika ingin mendapatkan anakan berkuaitas jawara, Maka trah indukan untuk breeding tentunya harus memiliki trah jawara di arena pertandingan dan sudah memasuki usia perkawinan.

Selain warna, postur tubuh, dan volume dengan durasi bunyi panjang. Seorang breeder harus mengetahui kapan waktu yang tepat melakukan perkawinan kenari. Ohay seorang breeder kenari dari Ciomas, Bogor, Jawa Barat memberikan trik waktu yang tepat untuk mengawinkan burung kenari.

Piyik Kenari Ohay (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)
Piyik Kenari Ohay (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)

Perkawinan pertama pada pukul 08.00 Wib dalam kandang pasangan lalu dicabut malam hari. Dan perkawinan kedua dilakukan keesokan harinya pada pukul 19.00 wib hingga pagi hari. Baru pasangan dipisahkan agar masa reproduksi berjalan baik.

Setelah perkawinan yang kedua, indukan betina akan bertelur setelah lima hari perkawinan.  Jika tidak bertelur dalam jangka waktu lima hari dipastikan telur dalam keadaan kosong atau tidak jadi.

Telur Kenari (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)
Telur Kenari (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)

“Tanda-tanda betina akan bertelur  bisa dilihat pada sarang telur sudah rapih dan siap untuk bertelur. Saya biasanya sudah menyediakan sarang untuk bertelur menggunakan serabut kelapa atau padi dan memakai beberapa helai potongan kertas. Gunanya untuk kehangatan dan tidak lembab saat bertelur dan pengeraman. Ingat kandang harus selalu kering dan bersih ya,” jelasnya.

Kenari (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)
Kenari (Foto: Ahmadi/MediaBnR.com)

Selama masa perkawinan, pakan, minum dan extra fooding harus stanby di dalam kandang breeding. Setelah telur menetas, biarkan indukan yang memberi makan. Tapi ketika malam hari anankan harus dibantu makan oleh perawat (manusia) agar tidak kekurangan asupan makanan. Sedangkan paginya pastikan anakan mendapatkan sinar matahari agar pertumbuhan semakin cepat dan sehat. (Ahmadi)