
Mediabnr – Meski baru kali pertama kepanitiaan ini mengemas sebuah gelaran lomba, crew yang tergabung dari segenap personil arena gantangan di wilayah Kaliwungu-Kendal dengan wadah induknya Kaliwungu Bird Club Bersatu ini sudah cukup kompeten berinovasi hingga sukses menyuguhkan sebuah gelaran yang cukup mencuri perhatian khalayak kicaumania dari berbagai kota.

Iqbal sebagai Ketua KBC, Foead Alaina sebagai Ketua Panitia, Wawan Paso sebagai Ketua Pelaksana, Miko Selera selaku salah satu pilar penggerak serta seluruh rekan-rekan crew yang saling berkolaborasi solid tanpa mengenal lelah demi satu tujuan yakni keharmonisan kicaumania khususnya wilayah Kaliwungu dan sekitarnya serta kicaumania Nusantara pada umumnya untuk dapat memberikan suguhan yang terbaik.

“ Sesuai tajuknya, event ini intinya untuk mempersatukan seluruh Single Fighter dan komunitas kicaumania yang ada di Kaliwungu sendiri dimana KBC menjadi induk wadahnya untuk menjalin kebersamaan dan kekeluargaan. Rencana ke depan KBC BERSATU CUP ini kami jadikan event tahunan di Kaliwungu, mohon doa dan dukungannya semoga dapat diterima dengan baik oleh seluruh kicaumania,” jelas M. Iqbal kepada media.

Berbondong-bondong kicaumania hadir dari berbagai penjuru wilayah untuk turut memeriahkan gelaran yang terselenggara pada hari Minggu (9/9) di lokasi Lapangan Sepak bola Asemurut Mororejo, Kaliwungu-Kendal ini meskipun terdapat beberapa gelaran lain yang terlaksana di waktu bersamaan di kota-kota sekitar. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat fakta lapangan dimana nyaris keseluruhan kelas yang dibuka panitia penuh oleh peserta, terutama dikelas-kelas bergengsi yang cukup dimanjakan dengan dibukanya lebih dari 2 sesi.

Kemenangan Cimeng mengawali momentum gelaran ini, dimana aksi tarungnya yang nyaris sempurna mampu membuat ngeflay rival untuk bersaing ketat memperebutkan sabuk juara. Meskipun ditentukan sebagai juara ketiga dengan selisih point bendera yang sangat tipis di sesi utama murai batu KBC, Cimeng cukup membuktikan bahwasanya Mr. YTBK punggawa BKBC Semarang sang empunya tidak salah pilih ketika beberapa waktu lalu meminangnya dengan harga fantastis. Roll lagu dengan pembawaan keras serta pukulan tembakan senjata pamungkas yang selalu bervariasi diakhir muntahannya menjadi point unggulan si ekor panjang dengan mekanik Djikano ini.

Disusul kehebatan Pajero dalam berolah vocal dengan materi tarung istimewanya untuk menghantam perhelatan sengit dikelas kacer. Gaco sarat prestasi milik Dicky Boja Mandiri SF ini tampil cukup dominan hingga berhasil finish sebagai juara I & III. Tak cukup di situ saja, Arjuno besutannya juga sukses tampil membanggakan untuk menjadi salah satu yang terbaik dikelas cucak hijau lewat raihan prestasi sebagai juara I & III. Bakat fighter serta all outnya Dicky dalam beraksi di ajang kompetisi ini ternyata menurun dari sang ayah yaitu Mr. Kamto yang dikenal sebagai salah satu tokoh senior kicaumania dari bilangan Boja ini, ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


Berbagi gelar dengan Pajero dikelas hitam putih ini adalah Mahadewa. Setelah sukses menaklukkan kerasnya persaingan di gelaran Shaamson Cup Pati pekan lalu, Mahadewa kembali mengukir pahatan emas namanya untuk meraih predikat nyaris double winner di gelaran siang ini. Mahadewa tidak datang sendiri tapi juga ditemani partner lainnya seperti CK, Sendiko dan Mayat Hidup yang sama-sama membuktikan kepiawaian dalam berolah materi andalan dimasing-masing kelasnya.

Penampilan CK semakin mendekati topform pasca mabungnya hingga puncaknya siang ini menyabet double winner dikelas cendet. Demikian halnya dengan Mayat Hidup yang juga mutlak mendominasi pertarungan dikelas kenari, disusul Sendiko yang aksinya tak terbendung dikelas murai borneo. Point penuh juga berhasil disumbangkan oleh squad amunisi lain hingga pada finalnya sukses menghantarkan kemenangan Arie PW SF untuk merajai tahta juara umum Single Fighter. Sebuah pencapaian yang cukup signifikan untuk menyempurnakan prestasi senada di gelaran Piala Merah Putih Irmaga BC Gringsing-Batang dua pekan lalu yang juga tak lepas dari peran penting Dian SRG.

Sedangkan puncak podium di persaingan juara umum Bird Club sukses dimenangi oleh Dt. Danyon Arhanud II komando Bang Maxe yang solid mendulang pundi-pundi point menggunung lewat sederet kemenangan nama gaco andalannya. Diantaranya lewat sumbangsih point Bang Tigor besutan Yudi Berdikari yang kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu lovebird papan atas yang patut disegani untuk nyaris menyabet predikat quattrick, disusul Emen yang sukses menempati podium 2,2,3, kemudian Bhatara yang dihadiahi penghargaan lovebird terbaik oleh panitia untuk menghargai kinerjanya meskipun gugur sebagai juara karena melebihi quota point maksimal yang ditentukan.


“ Terimakasih atas kepercayaan, partisipasi serta dukungan dari seluruh teman-teman kicaumania dari berbagai penjuru yang sangat luar biasa ini hingga gelaran menjadi semakin semarak juga meriah. Tak sedikit pula kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh crew dan pihak-pihak terkait yang telah mensupport penuh tanpa mengeluh untuk bekerja sama mengupayakan keberhasilan gelaran KBC Bersatu Cup I ini. Seiring dengan hal tersebut, kami mewakili seluruh jajaran panitia, crew, sponsor serta tim juri yang bertugas menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam menyuguhkan gelaran lomba siang hari ini masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. Semoga menjadi lebih baik lagi di gelaran selanjutnya, KBC Bersatu Cup II tahun depan, InsyaAllah,” tutup Foead Alaina diakhir acara. (kiky)
Baca Juga : Daftar Juara KBC Bersatu Cup Kaliwulung – Kendal (9/9/2018)












