
Semarang (MediaBnR.Com) – Bertepatan dengan hari libur nasional yang jatuh pada hari Jumat (3/4/2015), panitia Bukit Cinta Berkicau yang dimotori oleh Hery berkolaborasi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Semarang menggelar latihan berprestasi burung berkicau di lokasi wisata Bukit Cinta Banyubiru – Ambarawa.
“Melalui lomba burung kicauan kami ingin membangkitkan kembali animo masyarakat untuk berwisata dilokasi yang kita cintai ini, dan untuk agenda selanjutnya kami akan rutin mengadakan latihan bersama setiap hari jumat sore mulai pukul 15.00 WIB, mohon dukungan dan partisipasi dari rekan-rekan semua,” ungkap Hery mengawali gelaran.

Walaupun cuaca tampak mendung dan pada akhirnya turun hujan, tak mengurangi panasnya temperature persaingan kompetisi dilapangan pada setiap sesion dikelas Baruklinting, Rawapening, dan Favorite siang itu.
Di bawah penanganan sang Maestro cendet, Ngadiyono dari Gendut SF Ungaran, Cumi tampil all out dengan speednya yang rapat mengolah bongkaran lagu isian yang ditunjang tonjolan tembakan greja tarung, cucak kombo dan lovebird bervolume keras, membuatnya mantab berada dipuncak klasemen kejuaraan sebanyak dua kali alias nyeri di kedua sesi yang diikutinya. “Cumi membuktikan bahwa dia burung layak juara yang siap fight dikondisi cuaca apapun seperti hujan deras sekalipun,” papar Ngadiyono penuh bangga.

Di pertempuran lainnya, penampilan yang tidak kalah hebatnya juga ditunjukkan oleh Agnes. Burung cucak hijau besutan Wiwied Green Village 88 sebagai duta KMC Gunungpati semakin cemerlang di setiap laga yang dilakoninya. Selalu stabil berada diperingkat teratas seperti pada kesempatan kali ini, Agnes tetap konsisten dengan tembakan – tembakan mematikan isian tengkek dan lovebird panjang yang membuat rivalnya tak berkutik, hingga juri pun mutlak menancapkan bendera konser A dibawah nomor gantangannya pada sesi Baruklinting. “Cuman saya mainkan sekali aja mas, soalnya saya harus pulang ada acara lain,” aku Wiwied.


Sedangkan untuk sesi Rawapening, giliran Sonic milik Dheplue tampak mendominasi persaingan, dengan lagu roll kolibri ditutup tembakan cililin dan srindit membuatnya layak naik tahta.
Cha-cha pun tak mau ketinggalan meraih prestasi, gaco andalan Hendro KLNI (Komunitas Lovebird Ngekek Indonesia) punggawa Daox SF Semarang ini sukses meraup juara pertama disesi Baruklinting dan sabet runner up disesi Rawapening. Tarikannya panjang-panjang dengan durasi kerja yang stabil dari awal hingga akhir penilaian nyaris tanpa jeda, hal inilah yang membuat Cha-cha menjadi salah satu burung lovebird yang disegani pecinta paruh bengkok wilayah Jawa Tengah khususnya dengan segudang prestasi yang telah diraihnya.


Kemudian dikelas pleci, crew Supleman SF Ungaran yang dinahkodai oleh Hendra tampak mendominasi pertandingan di tiga sesi yang diadakan panitia. Sebut saja Domino yang yang menduduki podium pertama sesi Rawapening disusul Reog sebagai runner up dan Leax di posisi ketiga milik Sony rekan satu timnya. Di sesi Favorite giliran Sinden muncul sebagai juaranya yang juga milik Xsan dari crew Supleman SF Ungaran. (Rizcy Wahyu)


