
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran Danyon Cup Semarang (22/3/2015) semakin semarak dengan hadirnya pemain-pemain lawas yang telah lama absen didunia kicaumania, ada diantaranya bapak Bambang CMBC yang langsung terjun di even ini dengan mensupport beberapa hadiah tambahan di beberapa kelas burung yg dilombakan juga pemberian doorprice berupa 2 tv lcd dan hadiah lainnya. “Saya senang dan dukung jika ada gelaran lomba burung yang benar-benar fairplay, demi kemajuan kicaumania saya akan support lomba burung yang benar-benar berbobot,” papar bapak Bambang CMBC sebelum lomba dimulai.

Juga hadir Bambang Venus Marina dukung full team dengan menurunkan puluhan burung jagoannya dieven ini. “Kita team Venus total turun ke Danyon Cup dengan membawa banyak burung, sebagai pemanasan meramaikan even-even kedepan detelah sekian lama off di dunia kicaumania,” ucap Pipit coordinator team lomba Venus BC.
Honda love bird terbaru milik Dendy Lindu Aji BC nyaris Hattrick. Dua kelas utama berhasil dikuasai dengan andalkan andalkan tembakan panjang dengan jeda hitungan detikan. Namun di kelas sejati Honda mendapatkan koncer A selisih dengan esti milik Baloeng Retro Sf.
“Saya puas digelaran ini Honda tampil memukau dengan nembak yang tiada henti bak mesin, selain itu sangkar yang kita gunakan juga sangkar jelek namun tetap bisa juara. Disini membuktikan jika juri BnR benar-benar melihat kualitas burung bukan melihat sangkar. Saat ini baru saya rasakan, “kata Dendy yang juga moncer dikelas kacer dengan Ancaman Andalannya.
Di Kelas Vip jawara kelas ini ditutup oleh Boboho milik Angga APM yang hari kemarin berhasil juara 1 di gelaran latpres BBC yang dibarengi oleh Cha-cha milik Hendro KLNI Daox SF. Di kelas bintang Natalia milik Agus H KLI h-160 nangkring diposisi Runner up dimana lovebird satu ini selalu main dalam 1 minggu bisa lebih dari 2 kali di even yang berbeda.
Terjadi hal yang sama terjadi di kelas murai batu, Sambung nyowo nyaris Hattrick milik Herman Mandiri SF. Dengan tipe ngeplay sering mengeluarkan roll dan tembakan – tembakan panjang dengan lagu yang bervariasi menghantarkannya ke jawara terbaik. “Sudah beberapa kali Sambung nyowo juara digelaran lomba dengan menggunakan juri BnR, saya puas dengan gelaran ini benar-benar menjunjung tinggi fair play,” terang Rosyd pemoles beberapa gaco milik bp Herman Mandiri SF.
Di kelas bintang runner up nangkring milik Barlian K dengan cabe rawitnya dan ditempel ketat oleh OV 3 milik Arif Seno Demak yang akan menggelar lomba spektakuler di Kota Wali bulan depan dengan menggandeng juri BnR.
Kotot cucak hijau milik Kenton dari Muria Paksi Kudus kembali mendulang prestasi yang membanggakan, dengan modal volume yang dahsyat juga lagu tembakan yang mematikan di antaranya dominan kapas tembak menjadikan katot menonjol sendiri di lapangan. Runner up di kelas sejati ada Chicharito milik Reza cumi Tlogosari yang dikawal oleh mr. Sugi.
“Saya puas dengan gelaran yang menggunakan juri BnR, selain lombanya tenang non teriak juga jurinya melihat kwalitas burung bukan siapa pemiliknya. Ini sudah beberapa saya rasakan dan buktikan,” ucap Kenton yang terus mengikuti juri BnR yang rencana akan ke Cilacap.
Tuan Takur milik A. Kian Pekalongan berhasil melesat dari posisi ke-2 menjadi naik peringkat ke posisi pertama di Kelas Bintang. Kacer dengan kerja full buka ekor serta isian lagunya srindit, colibri, cucak jenggot, gereja tarung dan, sesekali tembakan jalak suren di gelontorkan dengan volume yang dahsyat berhasil naik podium.
“Tuan takur tiap minggu selalu turun lomba, minggu kemarin turun di Danlanud Cup Wirasaba 3 kelas masuk juara juga. Hari ini di Danyon juga bisa terbukti kembali tapi sengaja saya mainkan 2 kali saja karena kasihan burung ini tidak pernah istirahat tiap minggunya,” aku Egi pemoles burung jawara asal Pekalongan.
Masih di kelas yang sama Rambo berhasil menguasai 2 kelas yaitu Kelas Vip dan Sejati. Kacer debutan Bang Fandy dari kota Kendal sudah tidak perlu diragukan lagi talentanya. Dengan memiliki isian lagu yang selalu dibawakan tajam menjadikan perhatian tersendiri para juri yang bertugas.
Kelas cendet Incognito kembali memimpin gelaran ini di kelas bintang, sedangkan di Kelas Sejati berhasil digantikan oleh setan kredit milik Albert RJM dari Yogyakarta dan ditempel ketat oleh Tornado milik M. Rosyid Mangkang. Sedangkan Gemini milik Fahri 220 SF juga berhasil masuk 4 besar dikelas bintang.
“Tornado jago pelapis saya setelah Vulkanik, tetap Alhamdulillah disyukuri bisa masuk 3 besar melihat lawan-lawanya tangguh –tangguh,” terang Rosyid yang beberapa bulan lalu telah menjalankan Umroh.
Pasukan pleci mania dari berbagai penjuri bersatu meramaikan ajang ini. Voltage kembali memimpin di Kelas Favorite A milik Pleman ST dan rombongan Kampfer BC berhasil cuatkan Krisna, Sangkuriang, Jabrik dan Beton.
Lomba dalam rangka HUT Yonif 400 Raider 2015 ini diselenggarakan oleh GM FKPPI menggandeng KKP (Komunitas Kicau perubahan) dihadiri oleh Letnan 2 Suwanto yang mewakili Danyon 400 Raider yang masih bertugas di Papua berharap lomba memperingati HUT raider 400 dapat berjalan lancar dan tertib. Juga dihadiri Walikota yang diwakilkan oleh bapak Agus Riyanto.
“Saya mewakili bapak Walikota Semarang karena beliau sakit, pada intinya pak wali memberikan Apresiasi khususnya kepada kicaumania, harapannya lomba semacam ini dalam 1 tahun minimal diagendakan bisa 2 kali diadakan sehingga dunia kicaumania bisa semakin booming,” ungkap bapak Agus Riyanto yang menjabat kepala Dinas Tata kota dan Perumahan Pemkot Semarang. (Herlambang)
Kumpulan Galeri Ceremonial Lomba












