
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran IMF Cup 1 (14/6/2015) berjalan sukses meski banyak lomba yang bersamaan pada hari itu. Dengan lokasi berada di areal Water Blaster Candi Golf Semarang menjadikan peserta benar-benar dapat berwisata berlomba burung bersama keluarga menikmati fasilitas yang ada dimana keluarga dapat menikmati bermacam-macam permainan air.
“Ya sengaja kami tempatkan lomba di areal Walter Blaster ini supaya pemain burung dapat mengajak keluarga. Dimana bapaknya konsen lomba burung, ibu dan anaknya bisa menikmati bermacam-macam permainan air di Water Blaster ini. Sehingga liburan dapat dirasakan semua anggota keluarga,” ungkap Billy yang diiyakan oleh Imam staff Marketing Water Blaster semarang.
Lagi-lagi darah cendet fenomenal tahun ini kembali menang nyeri, dengan beberapa kali mengeluarkan tembakan tengkek buto panjang menjadikan para juri tak ragu lagi menancapkan bendera koncer A mutlak pada cendet 1 ini. “Memang semua penontonpun tak salah menebak saat melihat penampilan Darah memastikan jika juaranya adalah burung ini. Selain tembakan dahsyat panjangnya juga pola ngerol pembawaan lagunyapun sangat bervariatif. Semoga kedepan pamor darah semakin meroket,” angan Firman Sulursari penuh harap.
Di belakangnya mencuat Pecut ireng andalan paling stabil milik Doni Sardi Pedurungan, dengan memiliki durasi sangat istimewa dari awal hingga akhir tanpa jeda diimbangi dengan tonjolan greja tarung yang sesekali dikeluarkan. “Tiap minggu Pecut Ireng selalu saya tampilkan di even-even bergengsi dan selalu masuk juara kecil, semoga selalu stabil seperti saat ini,” tandas Juno pemoles cendet jago Doni Sardi.

Berikut ada D’Javu milik Susilo Bolomanuk dengan penampilan perdana kondisi bulu baru, meski belum maksimal sesuai karakternya sesungguhnya kerjanya namun tetap masih dilirik para juri.
Kelas paling heboh di gelaran ini jatuh di kelas love bird, Boboho berhasil menang nyeri andalan Angga APM Semarang, Dengan tembakan ngekek yang berulang-ulang serta rajin didukung gaya nyeklek tak elak penontonpun mengakui kelayakan Boboho dilapangan. “ Sukurlah Boboho bisa menang nyeri meski kondisi kepalanya masih mabung, di beberapa tembakan yang dikeluarkan sekali Boboho mampu keluarkan tembakan hingga durasi 1 menit. Sengaja saya mainkan 2 kali saja karena melihat kondisinya yang belum sempurna,” terang Angga penuh kebanggaan.
Di bawahnya juga berhasil menang nyeri di kelas Bintang A dan B milik Dedy panglima SF dengan gaconya Dewi Shinta.
Nampak terjadi perhelatan sengit terjadi di kelas kenari, Haiwata milik Daryanto/Fahar berhasil memimpin di kelas Kalitan, dengan durasi ngedur dari awal hingga akhir menjadikan Haiwata layak mendapatkan koncer A mutlak. “Setiap saya lomba pasti membawa kenari lebih dari satu. Namanya burung kita tidak tahu kondisi sesungguhnya, dimana kondisi di rumah dengan dilapangan sangatlah berbeda. Alhamdulillah lainnyapun seperti Hafara 1 juga berhasil masuk juara meski hanya diperingkat 4,” papar Daryanto yang berhasil mengibarkan Hafara 1 masuk 10 besar di BnR award.
Bersaing ketat dengan team Adi Karya BC yang sukses menang nyeri dengan andalkan P-HO dengan kerja full ganyanya nagen gelang geleng. “Perawatan P-HO biasa saja seperti umumnya pemain kenari lainnya, hanya saat hari H-nya kita berikan buah apel dan harus mandi basah sebelum digantangkan,” ucap Adi sang pemilik dan diiyakan oleh perawatnya Dendy.
Braga murai batu milik Agus Bin Semarang berhasil menguasai kelas bintang dengan tipe roll tembak sering mengeluarkan senjata love bird, gereja tarung , dan cililin secara bergantian dengan pembawaanya selalu ditekan. “Layak dapat koncer A mutlak tadi memang kerja braga sangat menonjol dibanding lainnya, hanya di plangkringan atas saja tanpa loncat sedikitpun dengan durasi full serta tonjolannya sering dimuntahkan,” ucap Jolodong perawat baru Agus Bin saat ini.
Di bawahnya ada Wisanggeni debutan Dhoni S Aspol Kabluk yang berhasil naik 1 peringkat dari kelas Vip, dan ditutup oleh gaco milik mr Mimpi Pati andalkan Brandal.
Dikelas kacer Vip berhasil dikuasai oleh jago milik Kamto Boja Mandiri dengan andalannya Jett Lee, dengan tampil full ngentrok dengan bongkaran lagu yang tajam menjadikannya layak mendapatkan jawara terbaik. Di bawahnya ada Themb’r milik gentur asal Durian Banyumanik Semarang ini yang mulai eksis didunia perburungan, disusul oleh Metropolis milik Susilo Bolomanuk.
Di gelaran ini dijadikan pertemuan beberapa komunitas burung yang mulai diangkat pamornya seperti Pleci, jalak, dan Trucuk. Di kelas pleci berhasil didominasi oleh single fighter, Ary Saraseyan, dengan andalannya Bockli dan Lina. Sedangkan kelas jalak berhasil direbut oleh Supriono Gebangsari dengan jagonya Koko dan di kelas Trucuk ada Potong debutan Dholi Mranggen dan ditempel ketat oleh Bejo milik Saechu dari duta KTS (Komunitas Trucuk Semarang).
“Kami dari Komunitas Trucuk Semarang (KTS) bertujuan mengangkat pamor kelas Trucuk seperti dahulu bisa 3 kelas dan full gantangan semua, kami yakin misi kita akan berhasil karena melihat harga burung ini masih sangat terjangkau untuk semua kalangan,” papar Fathur Rahman salah satu pendiri KTS. (LamBanK)
Galeri Para Jawara:











