Demi Presiden Cup, Iwan Platinum Take Over Anis Merah Raja Geser

Iwan Platinum
Iwan Platinum

MediaBnR.Com – Nama Iwan Platinum langsung bersinar terang dan jadi ikon anis merah, setelah jagoan andalnya bernama Platinum meraih juara kelas utama final anis merah di Pakde Karwo Cup 2015 yang lalu. Di beberapa lomba berikutnya, Platinum juga masih tampil stabil dan meraih juara.

Namun, siklus alami harus dilaluinya, yaitu masa-masa mabung. Saat ini misalnya, Platinum masih kondisi pemulihan dari mabung.

Iwan pun terus berburu gaco untuk melapis, bahkan sedapat mungkin juga bisa mendampingi menjadi tandem yang sama-sama maut.

Iwan kemudian membeli Raja Reog, dari salah satu pengorbit anis merah ternama, Budi Bogem dari Nganjuk. Raja Reog juga sudah beberapa kali meriah prestasi dan mengharumkan nama Iwan.

Namun, sampai di sini, Iwan belum merasa puas. Setelah melalui prosesn pemantauan dan penantian yang cukup panjang, akhirnya dewi fortuna mendekat ke Iwan.

Raja Geser, salah satu anis merah terbaik di Jogja, akhirnya berlabuh ke pangkuannya. “Sudah lama saya pantau, juga sudah lama saya pinang, tapi waktu itu sang pemilik Avid Gumler ‘Japemethe’ kekeh belum mau melepas,” ujar Iwan.

Waktu itu, Avid memang benar-benar belum mau melepas. Faktanya, bukan hanya Iwan Platinum yang kepincut dan berusaha meminang Raja Geser. Fitri BKS pun juga ikut berusaha berebut mendapatkan jago yang meraih juara 1 di Piala Raja 2014 dan kembali meraih juara 1 di Valentine 2016.

Jodoh memang tidak lari kemana. Kata pepatah itu rupanya terasa benarnya pada saat Avid kemudian luluh melepas Raja Geser kepada Iwan Platinum, di saat Iwan memang merasa masih butuh gaco lagi untuk memperkuat dan mempertajam daya gedor skuadnya.

Nilai untuk seekor burung jawa di even besar, tentulah tidak murah. Fantastis, begitulah istilah yang bisa menggambarkan bandrol Raja Geser. Meskipun begitu, baik Iwan maupun Avid menolak menyebutkan angka pastinya. “Soal nilai, biar kami berdua saja yang tahu,” ujar Iwan sambil tersenyum lebar.

Dengan jago barunya itu, Iwan semakin yakin dalam menatap sejumlah even akbar tahun ini. mulai dari Pakualam Cup 5 Juni, 3 Star Semarang 17 Juli, dan tentu saja Piala Presiden di Jakarta pada bulan Agustus yang akan datang.

“Pada saat Pakualam, Platinum insya Allah juga sudah pulih. Jadi dua burung itu bisa kita duetkan menjadi tandem maut untuk menaklukan para juri biar memberika koncer A. Begitu seterusnya dampai 3 Star Semarang dan Presiden Cup Jakarta.” [tobil-kadir-jtyk]