
Solo (MediaBnR.Com) – Even bulanan paling prestise di Solo Raya bertajuk Saturday Open Special IKPBS pada hari Sabtu (28/1) di Balekambang Solo menjadi ajang come back bagi Dewi Sri. Love bird andalan Ari Selaksa Jagat SF Jogja ini melakoni pertarungannya dengan performa terbaiknya, ngekek panjang, fighter dan rajin.
Digeber maen 3 kali, Dewi Sri berhasil meraih juara 1, 2 dan 2. Prestasi ini pun langsung mengingatkan kita saat 4 tahun lalu merajai arena di Solo Raya, saat namanya Konslet. Saat itu, Itok ILS sebagai pengorbitnya, memberi nama Konslet karena burungnya benar-benar tampil edan saat di gantangan.


Jadi jauh sebelum burung konslet booming, Dewi Sri sudah diberi nama Konslet oleh Itok ILS karena penampilannya yang benar-benar edan. “Pasti ngekeknya 1 menitan dan minimal bunyi 5 kali. Zaman dulu ngekek 1 menit dan berkali-kali sudah tergolong panjang dan edan. Lebih istimewanya lagi, burung ini burung tarung,” ungkap Itok ILS saat dimintai konfirmasi perihal Dewi Sri dan kali ini sukses mengawal Kawai stabil di jalur juara setelah di even sebelumnya, di Rabu Extravaganza IKPBS (18/1) juara 1 dan 4.


“Ya, Dewi Sri dapatnya dari kawan Itok. Dulunya namanya Konslet dan oleh nyonya rumah diberi nama Dewi Sri karena mampu memberikan suasana baru di rumah, suasana kehidupan. Anak-anak juga senang mengawal Dewi Sri ke lomba. Hari ini sengaja kita coba pasca mabung sebagai persiapan sebelum ke Solo Kota Budaya dan Soeharto Cup IV,” jelas Ari Selaksa Jagat SF Jogja.


M. Adrian Sukoharjo yang kesohor sebagai breeder love bird juara menurunkan sejumlah orbitan barunya dan berhasil memborong juara yaitu Nyimas juara 1 di Kelas Love Bird Top Food VIP B, Ema juara 1 di Kelas Love Bird Top Food VIP C dan beberapa lainnya nangkring di posisi 10 besar daftar juara yang sekaligus mengantarkannya merebut juara umum SF.
Benny LWS dari Luwes BC Solo sukses mengantarkan Maya Est (ME) dan Lady Cempluk (LC) stabil di jalur juara. Maya Est rebut juara 1 di Kelas Love Bird Top Food Bintang C dan Lady Cempluk juara 3 di kelas Love Bird Top Food VIP A. Prestasi ini pun semakin menegaskan semakin matangnya ME dan LC di tengah sengitnya pertarungan love bird di Solo Raya. “Pemanasan sebelum ke Jogja Vaganza,” cetus Eko, sang mekanik handal bagi orbitan Benny LWS.


Totok Ababil SF Solo juga berhasil mengantarkan jagoan andalannya bernama Tiara stabil di jalur juara. Setelah pekan sebelumnya juara di Kicau Mania Palur Solo, Tiara yang masih umur 7 bulanan kembali tampil ciamik dengan merebut posisi runner up di Kelas Love Bird Top Food VIP B dan juara 3 di Kelas Love Bird Top Food Bintang B. “Umur 7,5 bulan sudah menghasilkan 72 trophy kemenangan,” ujar Totok yang siap mengawal sang jagoan ke even besar selanjutnya.

Gendhut Carlos bersama jagoannya bernama Executor menjadi bintang di kelas murai batu. Tampil dengan tonjolan celilinan dan nightingle, Executor yang berjenis murai ekor hitam berhasil meraih juara 1 di Kelas Murai Batu Top Food Bintang. “Besok lagi ke Perang Bintang BnR Soba dan selanjutnya ke Angkasa Pura dan Solo Kota Budaya,” ucap sang pemilik.

“Terima kasih. Mohon maaf bila ada kesalahan dan sampai jumpa di even Solo Kota Budaya, 19 Februari mendatang di Taman Balekambang Solo,” kata Warjo IKPBS menutup gelaran di sela-sela penyerahan trophy juara umum SF kepada M. Adrian SKH dan juara umum BC kepada Duta Angkasa Pura Cup Solo. [Jtyk.Team]


