Soft Lanching BnR Koblen Surabaya

MediaBnR.Com – Luar biasa, kata-kata inilah yang layak disematkan pada gelaran Soft Opening BnR Koblen Surabaya, Minggu (25/12). Pasalnya, animo peserta yang hadir pada even pekan kemarin tembus hingga 1342 peserta. Berbagai lintas komunitas Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga dari pulau garam tumpah ruah di gantangan yang berlokasi di Koblen Kidul, Surabaya.
Antusiasme peserta sudah nampak sejak tiket pesanan dibuka hingga H-1 gelaran. Bahkan saking tingginya animo peserta, tak ayal banyak kicau mania yang tidak kebagian tiket. Khususnya untuk kelas love bird dan cucak hijau. Namun pada akhirnya, untuk menyikapi hal tersebut. Panitia membuka kembali tiga kelas tambahan. Luar biasanya, kelas tambahan tersebut pun habis terjual. “Sabtu jam 12 sudah kami bongkar, yang tidak tranfer atau diambil pada waktu itu kami jual. Ini sebagai bentuk tertib administrasi,” ujar Setiono STH ketua BnR Koblen Surabaya.

Total 33 kelas yang dibuka panitia. Seluruh kelas favorit baik gantangan 64 maupun 36 dipenuhi gaco peserta. Terutama 8 kelas love bird dan 5 kelas cucak hijau. Begitu pula untuk sesi murai batu, nyaris tak terihat gantangan kosong. Lomba yang dimulai pukul 10.00 WIB menggunakan lampu start hijau, kuning dan merah. Dengan jarak 30 detik sejak lampu hijau menyala dari satu lampu ke lampu yang lain. Seluruh peserta wajib menggantang sebelum lampu merah mati. Bila masih ada yang terlambat, panitia tak pandang kompromi. Tindakan diskualifikasi akan diberikan. Bukan isapan jempol belaka, hal ini terbukti saat sesi cendet a berlangsung. Salah satu peserta mendapat bendera diskualifikasi karena terlambat menggantang.

Meski gelaran perdana, atmosfir persaingan latber soft opening BnR Koblen sudah terasa seperti even skala nasional. Bagaimana tidak, beberapa mereka yang hadir nampak sejumlah kicau mania yang sudah tak asing di dunia perburungan Surabaya khususnya, Jatim pada umumnya. Bahkan yang sudah punya nama di perburungan nasional. Salah satunya H. Rizal LBB Team yang kini pamornya sedang naik daun sejak mengarsiteki Sien Ronny SF Surabaya. Namun tak sedikit pula komunitas-komunitas baru yang hadir di even tersebut.

Seperti Pecinta Ekor Panjang Surabaya (Pepsi). Meski terbilang sebagai new comer, namun komunitas yang mewadahi para penggemar burung murai batu ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Raja Hutan gaco Agus Presada mampu tampil maxi di Kelas B. Tak pelak puncak juara dilibas burung yang disiapkan gelaran BnR Koblen pada Januari mendatang. “Raja Hutan kami siapkan ke Mahakarya BnR Indonesia,” ujarnya yakin.
Sedangkan di kelas love bird. Jawara BC yang menurunkan 25 amunisi di Koblen pekan kemarin, puas dengan torehan prestasi yang diukir gaco mereka. Toni Asami selaku dedengkot bird club ini menuturkan, bahwa timnya tidak pernah jeda untuk berburu prestasi. Bahkan setiap hari pindah gantangan satu ke gantangan yang lain siap dilakukan. Termasuk ke gelaran BnR. Digelaran BnR Koblen. Beberapa gaconya sukses menyabet juara. Diantaranya Hayumi dan Jumeka.

Tak hanya kicau mania setempat yang hadir. Dari pulau Madura, beberapa dari mereka sukses mengukir prestasi. Seperti Arik bukan crew, Apoenk Pamekasan. Menurunkan love bird Vanessa dan kenari Bombay. Kedua gaconya berhasil meraih juara satu. Walau kehadirannya di Koblen hanya kebagian tiket di sesi-sesi terakhir. Namun performa besutannya tak mengecewakan. “Sebelum juara disini (Koblen) tadi pagi main di Agro juga dapat juara satu. Selanjutnya saya siapkan ke Plaza Cup,” tuturnya sembari menjelaskan bahwa hobinya didukung penuh oleh anak dan istrinya.

Nasib sama pun dirasakan Dodi PMBS. Kebagian tiket murai batu sesi terakhir. Tak membuat patah arang menurunkan Braga. Mengandalkan tonjolan greja, kenari dan cililin. Meski bertengger di posisi runner up. Ia puas karena gaconya mampu tampil apik kendati baru pertama kali turun di lomba hingga malam hari. “Rencana tadi mau maen di Singosari. Karena kena macet, putar haluan ke Agro. Juara satu, terus main ke BnR Koblen,” terangnya.
Berdasar informasi yang dihimpun pewarta media di lapangan. Ada sensasi tersendiri berlomba pada malam hari. Diantara dari mereka menuturkan hal ini menjadi tantangan. Seperti yang diungkap Ari Pamekasan. Pemilik burung diharuskan untuk memberikan ekstra perawatan agar saat bermain malam hari mampu tampil maksimal. “Saya sudah terapkan ke Kenari. Sebelum digantang burung tidak saya kerodong. Dilihatkan suasana gantangan. Yaa…sejauh ini gaco saya bisa perform,” kata pemilik kenari Bombay.

Kesuksesan pada soft opening BnR Koblen pekan kemarin membuat optimisme panitia memuncak. Pasalnya pada bulan Januari BnR Koblen sudah menyiapkan even spektakuler dengan kemasan istimewa. “Soft opening ini merupakan ajang test case menuju lomba Mahakarya BnR Indonesia. Tujuan kami mendirikan gantangan BnR Koblen untuk memajukan dunia perburungan di Jatim. BnR tidak kemana-mana, tapi ada dimana mana,” ujar Setiono.
Setiono juga mengucapkan terima kasih atas dukungan kicau mania yang telah hadir di soft opening BnR Koblen. Karena tanpa kerjasama yang baik antara peserta dan panitia. Tak mungkin gelaran berakhir hingga pukul 19.45 WIB dengan situasi yang kondusif. “Dari soft opening ini, panitia akan mengevaluasi kekurangan yang ada. Agar pada gelaran mendatang, lomba berjalan lancar tanpa ada halangan sedikitpun. Sehingga menghasilkan kepuasan dari kedua belah pihak, panitia dan peserta,” tutupnya. (stf)
BACA JUGA: Daftar Juara Soft Opening BnR Koblen Surabaya (25/12/2016)








