
Surabaya (MediaBnR.Com) – Pergerakan bendera BnR Indonesia semakin hari semakin tak bisa dibendung. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya cabang BnR berdiri hingga pelosok daerah. Begitu pula dengan gantangan BnR. Bersamaan dengan dibukanya pengurus cabang disetiap daerah. Bertambah pula gantangan BnR berdiri di daerah masing-masing. Bahkan yang kini masih hangat yaitu gantangan BnR Koblen Surabaya yang lokasinya tepat berada di tengah Kota Pahlawan. Tak cukup sampai disitu, gantangan yang secara arsitek terlihat mewah. Menjadi gantangan terbaik BnR saat ini.
Sejak resmi dibentuk BnR cabang Surabaya, yang diketuai Setiono STH. Gerakan pengurus Surabaya terus menunjukan eksistensinya di dunia perburungan. Baik dari internal kepengurusan maupun dari sisi sebagai pengelola gantangan. Sejak soft launching pada akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017, sejumlah agenda telah dilaksanakan BnR Surabaya. Seperti pada lomba soft launching beberapa waktu lalu. Pengurus BnR Surabaya sukses menggelar lomba yang animonya tak hanya datang dari kota Surabaya bahkan berbagai daerah tumpah ruah di gantangan Koblen, Surabaya.
Di awal tahun ini, agenda penting BnR Surabaya yang tak kalah penting adalah sebagai panitia diklat juri JBI (Juri BnR Indonesia) angkatan XXII. Bertempat di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya diklat tersebut dilaksanakan selama 2 hari, Jum’at dan Sabtu, (20-21/1/2017). Acara ini dibuka langsung sang pemegang tongkat komando organisasi BnR Indonesia, Bang Boy. Diklat ini merupakan diklat juri BnR yang kedua untuk pelaksanaannya diadakan di Surabaya. Pelaksanaan yang pertama sekitar enam tahun lalu, tepatnya tahun 2011. Yang melahirkan 11 juri BnR, pesertanya pun didominasi dari Surabaya.

Pada diklat juri JBI XXII ini menjadi diklat ter-wah selama perjalanan pendidikan dan latihan juri BnR Indonesia dalam organisasi BnR. Pasalnya dari seluruh diklat juri JBI Indonesia, jumlah peserta yang mengikuti diklat pada angkatan XXII merupakan jumlah peserta terbanyak selama ini. Yaitu dengan jumlah 133 peserta, 9 diantaranya adalah srikandi JBI. Melihat tingginya antusias peserta di angkatan XXII tersebut, membuat sang BnR Satoe mengapresiasi kepada seluruh peserta diklat.
Ratusan peserta diklat JBI XXII tak hanya berasal dari Surabaya. Beberapa cabang BnR yang sudah berdiri di Jatim mengirimkan wakil mereka masing-masing. Diantaranya dari Mojokerto, Malang, Gresik, Sidoarjo, Madiun, Jember, Lumajang, Bangkalan, Sampang, Kediri, Bojonegoro, Banyuwangi, Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Ngawi dan Pasuruan. Selain peserta Jatim, tak sedikit yang datang dari luar daerah. Bahkan beberapa diantaranya ada peserta luar pulau, seperti dari Bali, Palangkaraya hingga peserta terjauh dari Palu.
Dalam sambutannya, BnR satoe memberikan wejangan kepada seluruh peserta diklat. Tidak menganggap enteng dalam menjuri di BnR. “Di BnR tidak ada setengah juri. BnR berdiri untuk memberikan yang terbaik kepada kicau mania,” pesannya di hadapan seluruh peserta diklat. Ia pun berpesan bahwa yang menentukan sang juri kerja atau tidak adalah dari kinerja juri tersebut.

Sebelum menjadi juri JBI, ada beberapa seleksi yang harus dilalui peserta. Yaitu pemeriksaan kesehatan hingga wawancara tentang pengetahuan penjurian maupun mengenai jenis-jenis burung. Dari sisi kesehatan, beberapa tahap pemeriksaan fisik wajib diikuti para peserta. Seperti pemeriksaan mata, telinga hingga tekanan darah dalam tubuh peserta. Untuk wawancara, peserta diklat harus berhadapan dengan dua orang mentor dari divisi bidang penjurian. Yaitu H. Engkus dan Iwan yang dibantu pula oleh Faisol dan Rully A.R.
Selain pemeriksaan kesehatan dan wawancara. Pembekalan diri juga diberikan kepada seluruh peserta diklat. Pada kesempatan tersebut, Faisol mewakili divisi SDM dan Bidang Hukum memberikan materi mengenai etos kerja sebagai seorang juri. Menjaga sikap, sopan santun dan tanggung jawab dalam bekerja merupakan hal penting yang patut dimiliki juri JBI.
Pada diklat juri JBI angkatan XXII ini. Sejumlah petinggi organisasi BnR Indonesia turut hadir diacara tersebut. Diantaranya ketua harian BnR Indonesia, H. Mansur. Wasekjen BnR Indonesia, Guntur. Ketua Bidang E.O, Toni Jangkung. Bahkan Kadir Hasibuan yang sempat memimpin kantor cabang BnR Jatim nampak di lokasi.
Suksesnya diklat juri JBI angkatan XXII tersebut menandakan bahwa BnR Indonesia telah mengkaryakan 1000 lebih SDM sebagai insan juri di dunia perburungan. Tak pelak semboyan BnR yaitu tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana bukanlah isapan jempol semata. Maju terus BnR Indonesia, maju JBI. Salam satu hati satu hobby. (stf)















