Bandung (MediaBnR.Com) – Permintaan kicaumania di setiap daerah agar BnR menggeliatkan latber ditanggapi serius oleh orang nomor satu di BnR. Karena itu pula, kemudian Bang Boy membuka kembali diklat juri angkatan ke IX, Kamis (31/10) di Hotel Endah Parahyangan, Cimahi.
Dibukanya diklat juri tersebut diharapkan bisa mengantisipasi banyaknya permintaan latberan BnR disetiap daerah, “Latberan Jabodetabek sudah merebak. Saat ini, di setiap sudut Jawa Barat dan Jawa Tengah sudah banyak yang meminta agar didirikan latberan BnR. Karena itu sangat rasional kalau BnR membuka diklat juri karena permintaan juri yang sangat mendesak,” jelas Bang Boy, saat membuka Diklat Juri di Hotel Endah parahyangan, Kamis (31/10).

Bang Boy berharap, dengan adanya kembali Diklat Juri BnR angkatan ke IX ini dapat menunjang program BnR ke depan yang akan menggeliatkan latberan di setiap daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Memang program BnR ke depan adalah menggeliatkan latberan di setiap sudut di Jawa Barat dan Jawa tengah. Para kicaumania banyak yang meminta jadwal latberan, mudah-mudahan kami bisa merealisasikannya,” ujar Bang Boy.
Peserta Diklat Juri BnR Angkatan ke IX ini bukan saja dari daerah bandung, tetapi juga dari pelbagai daerah di Indonesia, seperti Banyuwangi, Lampung, Surabaya, Depok, Jakarta, Bogor, dan Garut, yang merupakan orang-orang sudah berpengalaman. 90 persen sudah berkecimplung di dunia perburungan. Karena itupula H Dodot dan H Engkus yang menjadi instruktur diklat tidak perlu susah menggeblengnya. Keduanya tinggal menyempurnakan dan menyamakan persepsi tentang bagaimana penjurian BnR.

Keke Kurnia, Ketua Penyelenggara Diklat Juri BnR Angkatan IX mengatakan, peserta diklat diseleksi secara ketat. Orang yang tidak tahu masalah burung terpaksa didiskualifikasi. Hal itu dimaksudkan agar para juri muda ini bisa langsung bersaing dengan juri-juri yang sudah senior. “Kami melakukan seleksi ketat peserta diklat kali ini. Orang yang tidak tahu akan perburungan kami diskualifikasi,” ujar Keke.
Dengan seleksi ketat dan penataran selama tiga hari berturut-turut ini, Kata Keke, jebolan diklat juri BnR angkatan ke IX ini menuju titik kesempurnaan penjurian BnR. “Kami berusahan merealisasikan keinginan Bang Boy agar memiliki juri yang jujur dan memiliki mental penjurian yang bagus. Saya harap angkatan ke IX yang ditatar di Bandung ini, jebolannya banyak melahirkan talenta juri jujur dan memiliki hati nurani,” jelas Keke.
H Engkus, sebagai salah satu instruktur diklat mengatakan, peserta kali ini jauh lebih baik. Artinya, kata Engkus, para peserta sudah memahami betul akan perburungan. Secara teknis pihaknya hanya menyempurnakan serta menyamakan visi dan misi. “Angkatan ke IX ini lebih joss. Mereka melebur ke BnR dengan satu tekad, ingin menjuarakan burung yang layak juara. Dan itu sesuai dengan program BnR,” ujar H Engkus. (Saeful Milan/Ricky)


