CANARY FESTIVAL FEAT BNR KLATEN (15/09/2019)

Mediabnr – Setelah vakum beberapa bulan, BnR Klaten yang digawangi Ware dan Chandra membuat gebrakan dengan menggelar kontes burung berkicau bertajuk “Canary Festival Klaten”.
Mengapa dengan bertajuk Kenari Festival Klaten? Dikarenakan kota Klaten termasuk barometernya kenari-kenari jawara yang menghiasi kancah kontes Nasional banyak berasal dari kota Klaten.
Di samping itu Ware dan Chandra yang juga pengamat kenari ingin mengajak komunitas kenari kumpul satu titik di gelaran Kenari Festival ternyata terkabul. Beberapa komunitas kenari dari berbagai daerah turut ambil bagian di gelaran tersebut. Panitia membuka 7 kelas kenari yang rata-rata terisi hampir full peserta. Tak hanya di kelas kenari, panitia juga membuka kelas lain seperti kelas Murai Batu, Kacer, Cucak Hijau, Pleci, bahkan Trucukan.
Di kelas Cucak Hijau nama Saleho milik Topan Boyolali sudah tidak asing lagi di telinga penggemar Cucak Hijau mania di wilayah Block Tengah. Segudang gelar juara dari berbagai EO berhasil disandangnya. Kali ini kembali menorehkan hasil gemilang dengan menyabet gelar Juara 1 sebanyak 2 kali. Bermaterikan irama lagu kasar yang dibawakan dengan speed rapat serta tembakan-tembakan panjang menjadi kunci utama meraih kemenangan. Selanjutnya Saleho dengan bendera Duta BnR Lembusuro akan digeber kembali di gelaran Boyolali Cup minggu depan.
Sedangkan di kelas Murai Batu, Deddy Trans dari MBF Klaten pemilik Murai Batu ekor hitam Kian Santang kembali mengorbitkan jagoan baru bernama Jolosutro. Tampil perdana langsung menguasai arena lomba dengan memuntahkan lagu-lagu kasar yang dimilikinya serta tembakan-tembakan dasyat Jolosutro mengantongi point penuh di sesi yang diikutinya dengan menorehkan prestasi Juara 1 dua kali atau nyeri. “Rencana Jolosutro akan duet dengan Kian Santang di event akbar BnR Award pada 15 Desember mendatang” ujar Gondrong sang mekanik Deddy Trans.
Sementara di kelas Kenari, Alonso Bird Farm Jogja mengandalkan jagoan Sazuke yang tidak lain adalah Breeding sendiri mampu mengantarkannya di tangga Juara. Sazuke bak mesin diesel tenaganya mulur nyaris tanpa drop. Tak hanya mengandalkan tenaga yang kuat, Irama lagu standart yang dibawakan dengan cengkok lebah serta durasi panjang juga menjadi kunci utama meraih kemenangan. Ikut di 4 sesi yaitu Juara 3, 1, 2, 3. Alonso sang pemilik berencana melombakan kembali di gelaran Boyolali Cup pekan mendatang.
Di sesi Cendet, Om Paul Intan Royal Merapi Klaten merasa bangga ketika mendapat laporan dari crew bahwasanya Badak Hitam nama Cendet milikya merebut Juara 1. Saat dihubungi awak media via telp menyatakan “Badak Hitam baru sekali diturunkan di arena lomba. Karena di rumah hanya buat masteran. Puji Tuhan bisa Juara 1”.
Di akhir acara memberikan penghargaan kepada burung terbaik yaitu jatuh pada Saleho Cucak Hijau milik Topan Boyolali. Jolosutro Murai besutan Deddy Trans dari MBF Klaten serta Sazuke kenari milik Alonso Bird Farm Jogja.
Chandra didampingi Ware selaku penggerak lomba mengucapkan banyak terimakasih pada para peserta, khususnya Komunitas Kenari yang telah hadir ikut meramaikan gelaran kami. Mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan dari panitia. Sampai bertemu kembali di gelaran BnR Klaten berikutnya. (TOBIL/TYCKA)







