
Tangerang (MediaBnR.Com) – Aroma persaingan sengit di lomba RJS Samsad BSD sudah mula terasa, semenjak lomba belum di mulai. Pada lomba yang di helat di areal Parkir Samsad BSD, Serpong, Minggu (27/9) ini, dihadiri para jawara kondang Ibukota, yang sebagian besarnya ikut turun gunung dan meramaikan jalannya kompetisi. Tak heran, jika persaingan yang tersaji sangat sengit, khususnya di kelas murai batu.
Badai milik Ansel Pejaten SF menjadi yang terbaik di kelas utama RJS. Pasalnya pada kelas ini, Badai mampu menggoyang pendirian team juri BnR, untuk menyakinkan pilihannya, meski di kelas ini banyak burung-burung kondang, akhirnya Badai di nobatkan sebagai juara pertama. Di susul Singo Edan milik Robby KM yang menduduki runner up dan Ketu di urutan ke-3, meski dalam kondisi ambrol bulu.
Saat memasuki sesi keduanya, peta kekuatan berubah drastic, lantaran di kelas S3 ini, Hummer mampu membalikkan keadaan, dengan tampil memukau. Duel antara jawara terbaik di kelas utama tak terlekkan. Alhasil , di kelas ini Hummer melesat ke urutan pertama. Sementara Badai bergeser posisi ke runner up. Patut menjadi catatan, penampilan Badai terbilang sangat memukau, meski menduduki runner up.
Di kelas ketiga Murai Batu Tangsel, Evalia mencuri perhatian. Gaco Ikbal dari 707 SF ini, mampu membalikkan keunggulannya ke posisi pertama. Di kelas ini, Evalia terpantau mengungguli jawara Piala Raja yaitu Bro milik Khadafi yang berada di runner up. Bahkan pada sesi terakhir, Evalia masih menunjukkan performa terbaiknya, dengan menyabet runner up di kelas Samsat.
Jika di kelas Murai tidak ada satu gaco yang mendominasi, berbeda dengan kelas Lovebird, Kacer dan Kenari yang mampu di dominasi. Salah satunya Pokemon milik Syahrul dari ABF BC. Sementara kelas Kacer, Bintang Sektor masih memimpin klasemen juara dengan menyabet juara satu dua kali. Begitu juga dengan Kenari TC 1 milik Andy dari Owen SF, yang juga menyabet gelar nyeri. Patut menjadi catatan, bahwa ketiga gaco ini tampil cukup stabil, hingga menyabet gelar membanggakan.
Pada lomba kali ini, terbilang kurang meriah jika di banding lomba-lomba BnR di wilayah Tangerang lainnya.Kala itu, jumlah peserta yang datang hanya mencapai 876 peserta. Bahkan diantara peserta yang datang banyak yang merasa kecewa lantaran pelayanan panitia kurang professional, khususnya di bagian pemesanan tiket dan bagian pembuatan piagam. Hal ini diungkapkan oleh Nanda Wintaco SF. Ia berharap kedepannya panitia lebih professional, supaya lombanya berjalan lebih nyaman. (Ikrom)












