
PALEMBANG – Dunia perburungan sekarang ini kalau dilihat menurut kaca mata bukan mengalami kemajuan tetapi mengalami kemunduran jauh ke belakang. Baik dari sistem penilaian maupun pakem penilaian yang diterapkan sekarang hasil kejuaraan kalau kita lihat bukan burung yang sempurna dan berkualitas.
Ditambah lagi muncul EO baru yang kalau kita lihat orang nya sama saja hanya berganti baju EO yang didirikan yang lama tidak berjalan. Mendirikan lagi EO baru dengan wajah itu itu saja tidak memberikan warna baru dalam dunia perburungan ini.
Secara jujur mereka rata rata eks BnR Indonesia yang mencoba berkarya di luar BnR mencoba untuk memberi warna baru.
“Kalau saya gimana ya boleh-boleh saja, sah-sah saja tapi tujuan utamanya apa dulu mendirikan EO baru? Kalau murni tujuan ya ingin menambah warna baru pasti akan berjalan, tapi kalau ada niat lain tanda kutip mendirikan EO kalau saya pribadi tidak akan bertahan lama, kita lihat nanti. Kalau saya sudah nyaman di BnR dan saya akan terus di BnR selama Bang Boy masih mengharapkan saya berada di BnR. Kalau saya, lihat sampai saat ini cabang yang masih berjalan hanya BnR yang hampir rata seluruh Indonesia. Sangat berat kalau menurut saya untuk bisa menyaingi BnR dalam mengelola cabang sampai saat ini masih solid. Sudah banyak kan kita lihat EO baru timbul tenggelam hanya BnR aja sampai sekarang masih bertahan,” kata Adry Bangka pengawas BnR Pusat.
Perlu diketahui sosok Adry Bangka ini yang berani protes bila mana ada kebijakan tidak sejalan langsung ke Bang Boy.
“Bukan protes, kadang kami selalu berdiskusi tapi saya seneng dengan Bang Boy kalau memang saya bilang dia yang salah dia secara gentel mengakui,” kata Adry Bangka .
Jadi perburungan Indonesia ini selalu dibuat bingung dengan gerak langkah orang Bangka ini dan ternyata sampai kapan pun beliau tetap berada di jajaran BnR Indonesia.


