
MediaBnR.Com – Sangat disayangkan sekali akhir tahun dunia burung ditutup dengan kejadian yang tidak mengenakkan. Lomba yang digaungkan menjadi lomba akbar tercoreng akibat penyelengara yang tidak profesional. Kalau kita lihat para peserta sudah sangat tertib mengikuti aturan penyelenggara lomba. Mereka mendaftar dan mentransfer uang pendaftaran dan berharap akan suatu kemenangan mendapatkan hadiah. Tapi kenyataannya penyelengara PS 3 yang dikomandoi Yayang membuat kecewa para peserta lomba. Hadiah tidak terbayarkan saat burung – burung peserta menang di gelaran Jakarta Cup II di Lapangan Banteng (20/12). Kemana uang pendaftaran dari para peserta yang masuk ke rekening penyelenggara?

“Saya hanya diminta tolong untuk urusan pendaftaran peserta saja dan mengatur pendaftaran. Kalau uang pendaftaran langsung ditransfer ke rekening penyelenggara. Menurut catatan saya dengan catatan peserta yang telah terdaftar dan sudah transfer. Dana yang sudah masuk sekitar 500 jutaan di rekening penyelenggara!,” kata Imut.
Ini belum lagi dana yang masuk pada hari H saat lomba berlangsung pembelian tiket langsung. Kalau kita lihat ini memang kemungkinan sudah direncanakan akan kejadian ini.
“Kita hanya diminta tenaga juri saja tidak ada satupun keterlibatan dari BnR dalam kepanitiaan. Kalau H. Rico itu tidak membawa nama BnR saat gelaran Jakarta Cup II. Jadi tidak ada sangkut paut dengan Yayasan BnR dengan kejadian ini. Tapi kami dari Yayasan BnR tidak akan lepas tangan secara moril kami akan menjembatani penyelesaian masalah ini,” kata Ariza Ketua Yayasan BnR menjelaskan.
Tampak raut kekecewaan yang begitu mendalam di wajah Pembina dan Pendiri Yayasan BnR melihat kejadian ini. Bang Boy yang ada di lokasi lomba sudah merasakan akan ada kejadian yang tidak baik di lomba Jakarta Cup II.
“Sempat Yayang untuk minta bantuan menyiapkan dana 200 sampai 300 juta untuk hadiah ke aku. Aku bilang kok bisa kemana uang pendaftaran yang telah masuk ke rekening penyelenggara? Dijawab over limit ada trobel rekening lah ini itu. Saat itu aku bicara dengan Arie Andhika Sekum Yayasan BnR dan Arie mengusulkan hentikan saja lomba saat itu. Aku benar – benar kecewa melihat oknum yang merusak dunia perburungan seperti ini,” kata Bang Boy dengan muka yang serius.
Sepertinya sudah mulai masuk modus – modus untuk mencar keuntungan di lomba – lomba burung sekarang ini. Kita lihat saja informasi yang didapat oleh redaksi dalam minggu ini akan diselesaikan. Beberapa hal yang belum diselesaikan oleh penyelenggara antara lain:
- Sisa biaya sewa Lapangan Banteng
- Hadiah pemenang lomba
- Honor Juri BnR
- Honor panitia petugas lapangan, rekap dan lain – lain
Mungkin masih banyak lagi yang tidak terdata oleh redaksi dan harapan kita semua. Penyelenggara mau menyelesaikan ini segera mungkin tangung jawabnya. Supaya tidak sampai masuk ke rana hukum dan dunia burung kembali menjadi damai. (red)


