
Ciamis (MediaBnR.Com) – Empat burung dipaksa harus berbagi poin dan hadiah dilomba putaran 7 lapak Imbanagara Ciamis, Sabtu-Minggu (8-9/4). Cuaca yang tidak mendukung : mendung ditambah dengan hujan memaksa pemilik burung sepakat menghentikan lomba. “Kita sepakat menghentikan jalannya lomba karena kondisi yang tidak layak. Soalnya kita tidak bertanggungjawab kalau burung tetap terbang,” ujar Mantri ketua pelaksana dihadapan tiga pemilik burung.
Keempat burung tersebut adalah Wareng SDR Ciamis, Tanjung Cigir Bandung, Sarjana Candi Mas Kroya dan Nigeria Mekar Bandung. Empat burung jempolan mili team besar PMTI ini berjibaku untuk menjadi juara sejati diputaran ke tujuh Liga Nasional PMTI. Sayangnya lomba harus terhenti dipartai semi final karena cuaca yang tidak mendukung. Empat burung tersebut berbagi poin dan hadiah. Setiap burung mendapatkan 115 poin.

Semua sepakat, Tanjung masih menjadi primadona akhir-akhir ini. Burung milik Jana team Cigir Bandung ini terus memperlihatkan eksistensinya sebagai burung jempolan. Tiap buangan, burung ini selalu memberikan yang terbaik. Usai menaklukan lapak Ciekek Majalaya (nasional) dan Lapak PSL (liga Badut) kini Tanjung meneruskan trend positifnya dengan tembus diempat besar. Kalaulah lomba di teruskan, kemungkinan besar Tanjung berada di atas angin. Sayangnya, lomba harus terhenti disemi final. Dengan raihan 115 poin Tanjung makin meninggalkan rivalnya di database klasemen sementara Liga PMTI 2017. “Kami memang sepakat membagi poin dan hadiah. Soalnya cuaca sudah tidak mendukung. Mungkin rezeki hari ini empat burung yang juara,” ujar Jana, pemilik Tanjung.
Wareng SDR masih tetap stabil di jalur juara. Si Tua-tua keladi ini mampu bersaing dengan burung-burung presh kekinian. Boleh dibilang, di lomba ini, Wareng merupakan satu-satunya burung decade lanpau yang tetap bersinar. Kemenangan Wareng dilomba ini menambah pundi poinnya usai menaklukan lapak Unwiku saat putaran keempat. Kemenangan inipun membaut burung milik OPik SDR ini langsung merangsek ke posisi papan atas klasemen, dibawah Tanjung dengan raihan poin 271.

Dua burung Mekar tembus di sepuluh besar. Yakni Nigeria dan Black Mamba. Namun yang juara empat besar adalah Nigeria. Sebelum tembus keempat Nigeria memprotes Putra Mengger dan menang diprotes. Trend positive Mekar team terus berlanjut. Dengan segudang jawara mumpuninya Mekar yang dijoki wahid terus memperlihatkan eksistensinya sebagai team yang patuts diwaspadai setiap lomba. Maklum saja, burung-burung jempolan berada di team yang bermarkas di Ciliwung kota Bandung ini. Setiap putaran selalu saja ada burung yang tembus di sepuluh besar.
Sementara itu Sarjana satu-satunya burung jawa Tengah yang mampu bersaing dengan team-team barat dan tembus di empat besar. Burung milik H. Masdar, Kroya ini lewat kawalan joki Bejod berakhir finis diempat besar. Sebelum merangsek keempat besar, Sarjana harus protes vs Black Mamba. Sarjana harus berjibaku dengan keputusan juri yang menyatakan menang, kalah dan drow. Yang akhirnya diputuskan Sarjana vs Black mamba drow. Ketika did rowing, kedua burung ini bertemu lagi, dan Sarjanalah menang. Kemenangan ini pun membuktikan bawah burung milik H. Masdar memiliki talenta bertempur dengan team-team lainnya. Lewat kawalan Bejod Sarjana menembus persaingan ketat team-team besar.


Selain Black mamba, enam burung yang tembus sepuluh besar adalah Putra mengger Hoki, Cubor NKRI, Semar AKAW, Doris AGK dan Bung Karno Godam. Keenam burung tersebut layak mendapatkan apresiasai positrif karena mampu tembus sepuluh besar ditengah persaingan kontestas liga yang membludak. Yang tembus 560 burung dengan DU 240 burung. Lomba Imbaganara Ciamis ini menyamai rekor lomba sebelumnya di Kebumen. Untuk di Jabar sendiri, peserta nasional imbanagara menjadi top rekor.
Buangan dengan, jadwal lomba Jawa tengah. Nasional putaran kedelapan akan digelar di lapak keradenan Purwokerto. Edhi SK, ketua Pengda PMTI Jateng, mengundang kepada semua entitas merpati tinggian untuk hadir dan melebur dilomba nasional Jawa Tengah. “Kami mengundang semua rekan untuk hadir di Purwokerto,” jelas Edhi SK kepada media BnR. (sae milan)


