Piala Kota Hujan III

Mediabnr – Larisnya 2.400 tiket yang terjual di event Piala Kota Hujan, tentunya masih menjadi bukti besarnya kepercayaan kicaumania untuk beradu kualitas serta beradu prestasi dibawah naungan BnR Indonesia. areal yang sangat luas disertai banyak tempat berlindung, tentu saja semakin menambah kenyamanan lomba yang disajikan 2 lapangan di areal ARMED 10 ROKET, Jl. Cimandala Raya, Sukaraja, Bogor. Minggu, 7 Juli 2019.
Amunisi milik salah satu warga Tebet nyatanya mampu tampil membanggakan pada event akbar Piala Kota Hujan 3. Dyaz Takahasi sukses mengawali kemenangan manis dikelas Toren BC yang terpantau full gantangan. Menampilkan salah satu gacoan mudanya Ganbarou, Dyaz yang menurunkan gacoannya tersebut pada gantangan nomor 52, Ganbarou yang mampu tampil memikat mayoritas juri yang bertugas akhirnya sukses bertengger diperingkat pertama tangga juara dikelas Murai Batu Toren BC. Prestasi tersebut tak luput dari aksi Ganbarou yang rajin melantunkan suara gereja, cililin, kenari, kapas tembak, cucak jenggot disertai ngeroll pentet yang semakin menambah keistimewaan dimata juri yang menghadiahi Ganbarou dengan 5 bendera koncer A dan 2 bendera Biru dan menempatkannya sebagai sang juara dikelas tersebut.
Murai Mr. X yang dikawal Babah Pitax pun tak luput dari raihan prestasi. Meski tidak disaksikan langsung oleh sang pemilik Dede/ Pur Primas SF Brebes, Mr. X mampu menjadi runner up dikelas utama Murai Batu BOB Istana Bogor. Tampil digantangan 40, Mr. X yang menunjukkan Aksi ngeroll nembak full materi tersebut akhirnya berhasil memborong bendera koncer biru mutlak dan layak didaulat sebagai runner up nya.
Aksi borong juara dikelas murai batu justru diraih oleh kicaumania Bandung. Murai batu milik H. Pramono yang dinamai Kiamat nyatanya tampil seram seperti namanya. Kiamat yang memiliki ciri khas lagu rapat cililin yang disambung kenarian dan isian lovebird yang dilakukan berulang, nampaknya mampu menjadi senjata utama bagi Kiamat untuk menyabet juara pertama dikelas murai batu Independent dan juara kedua dikelas Murai Batu Toren.
Sementara itu Anak Gayo milik Andri B90 pun juga sukses mengoleksi banyak prestasi dengan mengandalkan murai batu Anak Gayo. Memiliki tonjolan materi cililim jenggotan, kapas tembak dan besetan cungko, Anak Gayo mampu mengoleksi juara ke-2 dikelas Independent, Juara ke-3 dikelas BOB Istana Bogor 25G dan runner up dikelas Kebun Raya 36G.
Sedangkan Dikelas Pentet, Prestasi terbaik sukses dibawa pulang oleh Udin Thropy dan Shandy. Pentet yang dinamai Zulfikar tersebut mampu menjadi yang terbaik dikelas JB Squad berkat aksi speed roll gerejaan disertai materi lain seperti lovebird, jenggot dan kenarian yang stabil dilantunkan sejak awal hingga akhir penilaian dan membuatnya layak dinobatkan sebagai juara pertamanya. *Zulfikar














