Gantangan Matic & Penghitungan Point Lovebird Dengan TAB Menjadi Inovasi Terdepan Di Piala Kretek IV Kudus, Jawara Sejati Terlahir Di Sini

Panitia dan Tim juri Piala Kretek IV Kudus 8 Nov 2020

Piala Kretek 4 Kudus

Panitia dan Tim juri Piala Kretek IV Kudus 8 Nov 2020

MediaBnR-Kudus, Selain tetap menegaskan protokoler kesehatan di tengah era new normal ini, beberapa inovasi mutakhir karya anak bangsa tersaji di gelaran lomba burung berkicau Piala Kretek IV Kudus yang dihelat pada hari Minggu (8/11) lalu. Diantaranya adalah penerapan sekaligus pengenalan gantangan matic yang dapat dialokasikan untuk menertibkan saat penggantangan awal dapat berlangsung serentak.

Penggantangan simbolis

Jadi pada pelaksanaannya, ketika duet master of ceremony Abenk dan Dodi kala itu memaksimalkan penghitungannya, salah satu crew panitia menekan tombol remot untuk menutup seluruh kolom nomor gantangan secara elektric, dimana apabila ada peserta yang belum menggantangkan burungnya maka ia tidak bisa mengikuti perlombaan dikelas tersebut.

Duet MC handal Abenk feat Dodi

Kemudian untuk system penghitungan point lovebird, panitia komando Mr. Imam Koppast yang berkolaborasi dengan Mr. Joko perwakilan dari Djarum Bird Club ini menggunakan media TAB sesuai aplikasinya yang telah ditentukan. Setiap juri memegang satu TAB untuk memantau kinerja lovebird di masing-masing bloknya, dan peserta pun dapat memantau online di aplikasi tersebut. “ Ketat memang, tapi tentunya ini demi kepentingan bersama, semoga semua inovasi ini bermanfaat demi kemajuan kicaumania,” ungkap Mr. Imam Koppast.

Mr. Joko-Djarum BC, Bagas & Mr. Imam Koppast

Brekele milik Mr. Ducaro punggawa tim Lebu Awu dari wilayah Kalinyamatan-Jepara menjadi salah satu gacoan yang lulus uji partai neraka ini, dimana namanya nyaris mengukuhkan predikat juara quattrick. Diantaranya sukses unggul disesi utama tiket termahal cucak hijau Kretek lewat kinerja hiper ngentrok bongkar pukulan isian panjang-panjang yang menjadi senjata pamungkasnya. “ Pelatuk sampit, greja tarung, jangkrik, cucak jenggot, kapas tembak, dan masih banyak lagi materi lagu isiannya yang sering dikeluarkan Brekele di atas arena. Event akbar sebelumnya di Piala Bahurekso lalu, ia finish podium juara 3 dimana bendera koncer A nya terpecah. Semoga tetap stabil untuk selalu aktif mewarnai kancah persaingan jawara cucak hijau di event-event kolosal selanjutnya,” ungkap sang mekanik.

Brekele milik Mr. Ducaro-Lebu Awu nyaris cetak quattrick

Membayangi ketat torehan prestasi dikelas cucak hijau ini terlahir nama Brewok yang notabene adalah gaco sarat prestasi koleksi dari Mr. BB punggawa tim KPB Kolilo asal kota Pati. Track record prestasinya semakin mapan seiring dengan pengalamannya yang juga matang diberbagai lawatan-lawatan akbar sebelumnya. Dan siang ini ia kembali mengukir prestasi membanggakan sebagai juara 3 disesi utama cucak hijau Kretek tiket 1 juta dan juara 2 sesi cucak hijau Kudus dengan tiket 500 ribu rupiah. “ Persiapannya dapat dibilang dadakan dan cuman dapet tiket di kedua kelas utama itu saja, selebihnya tidak kebagian, bahkan tadi juga sudah nyari-nyari cancelan tapi tetap tidak ada. Ya sudah, padahal kondisinya masih onfire,” jelasnya.

Brewok besutan Mr. BB nyaris nyeri runner up banggakan KPB Kolilo

LC cucak  hijau gaco dari Lamper SF yang digawangi Mr. Nondi mampu berbicara banyak, dimana LC mampu meraih double winner juara 1 disesi kelas cucak hijau. Ada kisah menarik dimana LC tidak mendapatkan tiket sewaktu tiba di gelaran Piala Kretek ke 4 ini, namun ada  rekan kicau mania yang berbaik hati memberikan tiket batalan agar LC bisa menunjukkan aksinya datas  gantangan. “LC sebenarnya belum pulih dari masa mabungnya, dengan bulu ekor yang masih dorong LC tetap dipaksa bermain.”Ucap Mr. Nondi.

LC Raih double winner dikelas Cucak Hijau

Ketatnya persaingan dikelas murai batu harus memaksa masing-masing gacoan untuk bekerja ekstra keras mengeksplore kemampuannya, dan ternyata Sinchan amunisi andalan dari Ceriwis SF Semarang sukses melewati ujian berat ini. Aksi roll tembak bongkar variasi all out dilontarkannya sembari aktif memainkan gaya tarung eksotik andalannya. Alhasil, meskipun nama-nama besar murai batu papan atas lintas kota bahkan lintas blok juga ikut meramaikan pertarungan, mental Shincan tetap kekeh dan berhasil tampil lebih unggul ketika berlaga dikelas utama murai batu Kretek lapangan B tiket 1 juta.

Sinchan besutan Ceriwis SF Semarang sapu kelas utama murai batu tiket 1 juta

Membayangi ketat aksi Sinchan tertulis nama besar Putu Purwo besutan Mr. Susilo Fery dari kota Jepara sebagai runner up. Performa dalam memainkan kualitas di atas rata-ratanya juga begitu menonjol, bahkan hentakan bongkaran materi lagu isiannya seringkali terdengar hingga sudut arena. Inilah yang menjadi tolok ukur tim juri untuk menghadiahinya koncer bendera. “ Sebenarnya Putu Purwo masih dalam kondisi bulu baru, dan juga baru saya coba 3 kali turun latihan. Alhamdulillah di ketiga uji latberannya, ia selalu dapet podium juara 1. Hari ini menjadi laga perdananya di lomba, dan Alhamdulillah langsung stabil seperti dulu,” ujar Mr. Susilo Fery yang juga sukses menghantarkan Galaxi ke podium runner up dikelas kenari ini.

Putu Purwo come back, pasca mabung sabet runner up dikelas utama murai batu Kretek

Kualitas yang bukan kaleng-kaleng juga dipertontonkan oleh Ocean King, salah satu koleksi murai batu jawara besutan Mr. Supriyanto dari Ocean King SF yang berhasil finish di podium juara 3 sesi utama Kretek tiket 1 juta ini. Bukti kualitas hasil tangkaran Ocean King BF di bilangan wilayah Ds. Curug, Tegowanu-Grobogan kepemilikannya kembali diakui. Tak hanya melahirkan gaco-gaco yang handal bertarung di arena tapi juga mencetak keindahan lewat panjang ekor, dimana salah satu hasil produknya bisa mencapai ukuran 36 cm. “ Ya namanya juga hobby, dibawa happy saja. Sekalian mengisi waktu liburan ini sebelum berlayar lagi bulan Desember nanti,” papar Mr. Supriyanto yang sudah cukup lama bolak-balik Indonesia-Abudabi ini.

Ocean King gapai podium juara 3 dikelas utama murai batu Kretek

Sementara dikelas murai batu Koppast giliran Gajahmada milik Mr. Eko asal wilayah Batu kota Malang yang diarsiteki oleh Om Wawan KBM Kudus lah yang terlahir sebagai yang terbaik. Meski tak selalu berlaga setiap pekannya karena begitu banyak amunisi di markas yang harus bergantian road show, Gajahmada tetap stabil menorehkan pundi-pundi prestasi. Seperti halnya di gelaran Lurah Cup Sragen dan Piala Pasundan Bandung lalu. “ Ada 10 amunisi di markas, jadi ya harus ngantri menyesuaikan jadwal main. Segi positifnya, menurut saya pribadi ya bisa menjaga kondisi burung tetap fit karena cukup istirahat, selain itu bulunya juga lebih awet dan tidak monoton dengan gacoan yang itu-itu saja setiap berlomba,” ujar sang arsitek.

Om Wawan KBM sukses kawal Gajahmada milik Mr. Eko-Malang raih puncak podium

Pastinya, masih terngiang ditelinga kicaumania siapa salah satu jawara kacer di gelaran Piala Pasundan kemarin. Ya, Paku Mas besutan H. Oyong dari tim Pandanwangi BC Batang yang hari ini juga sukses menorehkan kemenangan double winner di Piala Kretek IV yaitu menyabet podium terbaik dikelas utama kacer Kretek tiket 1 juta dan kacer Kudus tiket 500 ribu rupiah.

Paku Mas milik H. Oyong-Pandanwangi cetak double winner

Kicaumania Semarang punya cerita di gelaran tahunan kota Kudus ini, diantaranya lewat torehan prestasi cendet Panser milik Mr. Nugroho-Sendiko Accu yang finish nyeri runner up. Aksi roll speed tembak dengan tonjolan isian suara burung cililin menjadi point plus penentu kemenangannya disetiap pertarungan.

Panser besutan Mr. Nugroho-Sendiko Accu raih nyeri runner up

Dipenghujung gelaran panitia mengumumkan juara umum Single Fighter yang berhasil digapai oleh H. Cahaya punggawa Putra Candi SF lewat coretan prestasi sederet amunisi andalan yang diusungnya dan Dt. Bersinar Wonosobo sebagai juara umum Bird Club nya. (kiky)

H. Cahaya-Putra Candi SF sabet juara umum Single Fighter
Dt. Bersinar Wonosobo raih juara Bird Club