GBK CUP PERERAT TALI SILATURAHMI, ALAS ROBAN BC SOLID POLES SQUAD GACOAN
Ramainya lomba yang digelar pada hari Minggu (14/10) ini memecah perhatian kicaumania untuk hendak kemana akan mengusung squad amunisi gacoannya bertandang silaturahmi. Namun sepertinya gelaran GBK BC komando Moh Khafni tetap menjadi prioritas mereka, melihat geliat semangatnya yang menggebu berbondong-bondong hadir di pelataran Perhutani Pegandon-Kendal sebagai lokasi terselenggaranya lomba burung berkicau bertajuk GBK CUP VI.
Merasakan moment prestige yang menjadi agenda panitia menginjak tahun ke-6 nya ini menggugah hasrat Irwan Setiadi sang Ketua Pelaksana untuk terus berupaya memberikan yang terbaik kepada kicaumania, dimana pada setiap gelaran dipastikan akan all out dengan kemasan yang memanjakan. “ Terimakasih untuk kicaumania yang sudah hadir guna menjalin erat tali silaturahmi di sini. Tak terasa sudah 6 tahun kita berjalan bersama menyatukan tujuan untuk membesarkan kicaumania khususnya wilayah Pegandon-Kendal ini, semoga akan selalu harmonis untuk tahun-tahun kedepannya, Amin,” ungkapnya.
Ratusan kicaumania yang hadir dari berbagai penjuru wilayah dan kota-kota sekitar sangat antusias mengikuti detik demi detik kompetisi di event tahunan ini dengan mengandalkan gaco syarat prestasinya masing-masing. Perjuangan mereka pun terbayar lewat prestasi yang diraih, seperti halnyacrew Alas Roban BC Grinsing-Batang komando H. Hadi yang berhasil mempertahankan rekor juara squad amunisi gacoannya dikelas burung lovebird.
Menurunkan Astuty dilaga utama lovebird VIP membawa hoky tersendiri bagi H. Hadi, dimana aksinya yang lepas tanpa beban membuahkan hasil kinerja optimal yang tak mampu diikuti rival-rival tangguh lainnya saat itu untuk melenggang mulus ke puncak tahta. Demikian juga dengan Fariz DBI yang menurunkan Shilla dilaga kedua lovebird GBK menghasilkan point cukup optimal untuk merangsek ke posisi runner up, disusul Tasya, dan Lily yang juga tak mau ketinggalan memboyong tropy juara tiga dan empat dikelasnya masing-masing. Hasil membanggakan squad amunisi lovebird tim Alas Roban BC ini tak lepas dari tangan dingin sang mekanik Tiga Serangkai yakni Mboyax, Pelis dan Kentit.
Duet Pusaka SF dan Junior Team di kompetisi siang hari ini memberi warna baru yang mampu menyegarkan suasana ditengah panasnya persaingan. Dua gaco murai batu yang diturunkan Pusaka SF saling menimpah untuk menunjukan tajinya masing-masing, dan hasilnya pun tak luput dari target yang telah diprediksi sebelumnya. Ci Hua-Hua besutan Tiyo bermain happy dengan balutan materi mumpuninya hingga finish terbaik dikelas pamungkas VIP, disusul Si Item yang mengawal di posisi keempat. Tak ketinggalan Suro Grendo polesan Vian-Junior Team yang juga memberi perlawanan sengit dikelas lovebird untuk mampu bersaing di posisi runner up dan keempat.
Kolaborasi solid hasil silaturahmi Pesut BC, Sonic BC dan Poker SF tak tanggung-tanggung dalam membuahkan hasil prestasi lewat gaco andalannya. Sasty mewakili Pesut BC berhasil mengawal kemenangan Joker yang penampilannya begitu sempurna dengan balutan materi diatas rata-rata untuk menyapu posisi jawara terbaik dikelas pamungkas cucak hijau VIP. Diiringi kemenangan Bad Boy besutan Iwan-Poker SF yang aksi tangguh bongkar isiannya tak mampu dilawan oleh rival-rivalnya saat bertarung dikelas cucak hijau GBK. Demikian juga dengan Sonic BC kawalan H. MF 54/Boy SF yang menyempurnakan kemenangan tersebut dengan raihan juara ketiga lewat aksi tembak panjang berdurasi rapat yang dimuntahkan oleh MJ dikelas lovebird GBK.
Sedangkan dikelas lovebird BA TPK dan BA Sejati giliran Srikandi orbitan Faisal-Trenteng LBF yang begitu lepas melontarkan tembakan berdurasi panjang-panjang andalannya hingga dinobatkan sebagai double winner. “ Untuk point batasan seperti di event ini kita harus pandai mengatur ritme pertarungan menyesuaikan karakter burung masing-masing biar gak bablas,” jelasnya.
Meski mendapat sedikit kendala di lokasi, Bayi Ajaib cucak hijau debutan baru Zidane/Sinyo-Kalingga SF masih cukup mewarnai kompetisi lewat aksi jamtrok bongkar isian yang diperlihatkannya di atas gantangan. “ Alhamdulillah masih kebagian point juara IV dikelas utama meskipun performanya kurang maksimal,” pungkas Ryan Ambon sang punggawa.
Demikian juga dengan salah satu gaco andalan Figo-Irmaga BC bernama Sri Rejeki yang beberapa kali turun dikelas lovebird namun hanya sekali masuk di tangga juara V sesi GBK. Hal tersebut bukan dikarenakan Sri Rejeki tidak kerja di arena, tapi karena beberapa kali juga pointnya melewati batas maksimal yang ditentukan panitia. “ Sudah saya usahakan untuk meredam tembakannya biar tidak bablas pointnya, tapi mau gimana lagi kalau Sri Rejeki sudah ngunci ya memang seperti itu, durasinya deres banget. Ya disyukuri apapun hasilnya,” jelas Max Wahyu sang maestro sembari menunjukkan kualitas produk pakan olahannya bernama XYAHDUU.
Dipenghujung gelaran segenap panitia yang bertugas menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terdapat di gelaran lomba siang hari ini. “ Guyub rukun kicaumania, mari kita selalu saling mendukung untuk kemajuan bersama. Semoga di event selanjutnya GBK BC bisa memberi suguhan kemasan lomba burung berkicau yang lebih baik lagi pastinya untuk memuaskan rekan-rekan kicaumania semua. Sampai jumpa,” tutup Moh Khafni selaku Ketua GBK BC diakhir gelaran. (kiky)
BACA JUGA : DAFTAR JUARA GBK CUP 6 PEGANDON-KENDAL (14/10/2018)
GALERY FOTO :




















