Kopdar BnR Langit Jogjakarta (25/04/2021)
Gelaran sukses dan ramai, dihadiri burung-burung papan atas Jogja Klaten

-Media BnR- Latpres BnR Langit Jogja yang dihelat tiap Minggu Legi di halaman depan RM Sumber Roso Banguntapan Bantul selalu ramai dikunjungi peserta baik dalam ataupun luar kota. Lokasi yang nyaman dan strategis menjadi daya tarik peserta untuk hadir. Area jalan menuju lokasi sangat lancar, bebas dari kemacetan karena berada di sebelah timur kurang lebih 100 meter dari perempatan Ringroad Jalan Wonosari. Di lokasipun para peserta juga tidak kesulitan mencari makan dan minum.

Pras dan Pampam selaku motor penggerak sengaja hanya membuka 23 kelas agar sebelum buka puasa acara sudah selesai dan pesertapun bisa berbuka bersama keluarga di rumah.
Jadwal latihan minggu hanya satu kali yaitu tiap hari Selasa jam 13.00 WIB. Untuk memenuhi keinginan kicaumania di wilayah Jogja bagian Timur, maka BnR Jogja akan membuka gantangan di Prambanan, tepatnya di Barat Daya Candi Prambanan, rencana Launching akan dibuka sehabis lebaran.

Mr Suwadi sering disapa SWD kicaumania lawas dari kota Klaten mencoba keberuntungan di kota tetangga dengan membawa Muraibatu gacoannya hasil bredingnya yang diberi nama Begal Jr. Begal Jr adalah anak dari Muraibatu Begal miliknya yang sarat prestasi di masanya. Turun di kelas utama dan BOB, Begal Jr langsung ngamuk dari awal hingga akhir penilaian dengan membongkar lagu-lagu kasar serta sesekali mengeluarkan tembakan panjang hingga berhasil menduduki podium utama. “Ya hanya main sesekali sesi pertama karena saya ada acara yang tidak bisa ditinggalkan” ujarnya di sela-sela pengambilan hadiah dan piagam.

Teddy Jogja yang piawai mengorbitkan Muraibatu papan atas , kali ini diberi kepercayaan om Wahid Yusuf dari Palangkaraya untuk memegang salah satu gacoannya dada putih bernama Kutang Hitam. Dengan kesabaran dan ketekunan dalam merawat akhirnya Kutang Hitam berhasil menempati podium utama 2 kali dan sekali di 5 besar. “Kutang Hitam sudah memiliki materi irama lagu, speed, tonjolan hingga gaya yang indah, tinggal bagaimana cara menampilkan di lapangan supaya kerja maksimal. Kebetulan di tangan saya settingan pas” ujar Teddy dengan bangga.

Dalam kondisi top form aksi Muraibatu Rayung milik Sugeng Prasetyo dari Kulonprogo yang berbendera Pandan sari SF sangat dasyat. Materi lagu burung kecil dan kasar dengan tonjolan-tonjolan tembakan panjang dilontarkan nyaris tanpa jeda. Saat juri berada dibawahnya, Rayung semakin edan seakan memamerkan kebolehannya hingga finish akhir berada di podium puncak.

Sementara di sesi Cucak Hijau, Mr Budi dari Bakpia Pathuk 25 Team berhasil menampilkan gacoannya yang bernama Bakpia 25 di tangga juara. Tampil ngotot dengan fighter kuat, gaya jambul ngentrok dan tentunya didukung irama lagu apik hingga Bakpia 25 mampu bertengger di urutan atas kelas utama.

Masih di sesi Cucak Hijau, Saprol Kalasan yang baru pertama kali ikut lomba merasa bahagia tatkala Jutawan Cucak Hijau miliknya mampu tampil apik di sesi terakhir dengan menduduki posisi Runner Up. “Saya diajak temen ikut lomba, iseng-iseng saya bawa Cucak Hijau milik ayah, tanpa persiapan khusus burung langsung saya bawa. Main sesi pertama burung gak bunyi, main sesi kedua dapat nominasi. Main sesi ketiga dapat bendera biru 4” ungkapnya dengan bangga.

Dalam mengorbitkan Kenari-kenari jawara Mr GM Bintang Utara belum setenar kenarimania kelas atas. Namun dari tangan dinginnya kenari-knari didikannya mampu tampil apik dan bertengger di tangga juara. Seperti Dakkar Kenari YS warna bon hijau dan Bombastis kenari F1 warna kuning polos yang keduanya berhasil menorehkan prestasi Runner Up di kelas standart bebas dan standart kecil.

Dalam kesibukannya sebagai pegawai Pengadilan Negri Jogja, Mr Leo masih sempat menyalurkan hoby kicaumania, kali ini hadir dengan membawa gacoannya. Di kelas Kenari, Sholeh nama gaco tersebut tampil ngedur dengan durasi panjang nyaris tanpa jeda di 2 kelas standart kecil menempati posisi 3 besar 2 kali.

Sedangkan di sesi Cendet, Dewa Mabuk milik Hidayat Gerobak SF prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Walaupun hanya pretasi lokal yang diraih, namun kwalitas materi yang dimiliki tak kalah dengan burung papan atas. Selama bulan April ini ada 9 Juara 1 berhasil dikoleksinya. Turun perdana selepas mabung yaitu di Kopdar Km Cepoko Mulyo pada 2 april dengan meraih Juara 8,1,2. Dua hari berikutnya yaitu 4 April di Penny Jaya menyabet Double Winner. Berikutnya di Kopdar Speial Cendet Modalan 11 April nyaris cetak Quattrick. Di Latpres Sorowajan 18 April menduduki Podium puncak dan 3 besar dan berakhir minggu kemaren membukukan kemenangan Juara 1,1,3. (TOBIL/TYCKA)


