
MediaBnR.Com – Klaten, Solo, Jogja dan Bandung memang saat ini jadi target kicaumania untuk mencari kenari-kenari berprestasi. Wajar rasanya banyak pecinta kenari yang sering menjuarai event Nasional dan breeder berasal dari sana. Burung yang memiliki suara indah ini memiliki peminat tidak hanya dari Pulau Jawa saja. Beberapa kota besar di Indonesia juga banyak yang memelihara kenari termasuk Sumatra.
Lampung hingga Sumatra Selatan kini banyak kicaumania yang fokus dengan burung kenari. Palembang salah satu kota di Sumatra Selatan yang juga ikut berperan dalam kemajuan kenari mania di Sumatra. Hexa Canary Breeder adalah salah satu bird farm yang konsisten melakukan kegiatan breedingnya.
Breeding yang beralamat di Jl. Upaya D3 No.160 AB Komplek Pertamina Plaju, Sumatra Selatan, yang bernomor telpon 082180038813 ini mulai menggeluti hobi memilihara burung kicau sejak tahun 1995 dan sejak saat itu Imam Hadiwijaya, selaku breeder, sudah jatuh cinta pada burung yang bernama latin serius canaria ini dan pada tahun 2011 beliau mulai mencoba untuk menjadi breeder.
Hexa Canary Breeding adalah brand dari breeding yang Imam bangun. Ia pun tak mau tanggung-tanggung untuk mencetak hasil yang bagus dan mampu bersaing di perlombaan dan ia menyiapkan materi yang berkualitas. Indukan pejantan dipilih burung yang sering ikut dan menjuarai event baik regional dan nasional seperti Freedom, kenari jenis Yokshire import, yang sudah sering mengisi daftar juara. Bahkan Freedom masuk dalam daftar juara pada Presiden Cup IV lalu dan mampu bersaing dengan kenari papan atas lainnya.
Untuk indukan betina diambil dari trah Roda Gila dan Virgo, kenari legend yang eksistensi dan sepak terjangnya di lomba nasional sudah tidak diragukan lagi. Yokshire, scott fancy, spanish timbrado, serta seri F1YS dan F2YS adalah jeins-jenis kenari yang menjadi materi indukan di markas Hexa Breeding Canary.
“Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tiga anak laki-laki saya (Buana, Edo dan Dimas) juga ikut saya hobi merawat kenari dan selain menjadi breeder. Mereka juga selalu mengikuti event-event lomba baik regional maupun nasional di bawah bendera Hexa Canary Figther,” ucap Imam.
Sebanyak Rp 1 juta hingga Rp 3 juta mahar yang harus dibayar buyer untuk bisa memilki anakan trah juara tergantung jenis indukan dan umur burungnya. Sedikit lebih mahal memang namun itu tak jadi soal. Terbukti dengan lokasi buyer yang tidak hanya dari Sumsel saja bahkan dari Pulau Jawa pun ada yang menjadi langganan mereka karena materi indukan berkualitas sehingga anakan yang dihasilkan pun memiliki trah juara.
Imam pun menyiapkan kenari yang sudah siap untuk bersaing di perlombaan. Dari mulai kenari kecil atau kalitan sampai kenari yang berpostur besar dengan harga Rp 1 juta – Rp 5 juta tergantung jenis dan prestasi yang diraih oleh burungnya. Imam pun tak sungkan berbagi ilmu dan pengalamannya tentang suka duka ternak kenari kepada para kenari mania yang ingin belajar ternak kenari. ”Datang aja ke peternakan kami saya dengan senang hati memberikan ilmu dan pengalaman saya bukan mengajari karena saya masih belajar sampai saat ini,” ucap Imam tetap rendah hati. (Adiet unyu)















