Robert Pantau Feat OBI Magelang Sukses Helat Kampung Ulu Cup I (11/04/2021)
Holliday Quattrick, Begal & Pelor Mas Double Winner

-Media BnR- Magelang, Minggu (11/4/21) – Robert Pantau selaku pensupport utama lomba burung berkicau Kampung Ulu Cup I tampak begitu sumringah dan puas melihat kesuksesan gelaran yang dikemas oleh Agung Q-Pit mewakili OBI Magelang hari ini, dimana salah satu point upaya bersamanya dalam membantu membangkitkan UMKM mandiri masyarakat ditengah musibah global pandemi lewat lomba burung berkicau dapat terwujud.

Owner beberapa titik lokasi destinasi terfavorit seperti Queen Of South, LBC, Grand Senyum, dan Best City Hotel di bilangan wilayah kota Yogyakarta ini menyampaikan, “ Ini adalah gelaran kedua kami setelah gelaran Robert Pantau I Peduli Covid-19 bulan Agustus 2020 lalu, semoga dapat bermanfaat untuk membuktikan bahwasanya lewat lomba burung berkicau ini khususnya kicaumania ataupun masyarakat pada umumnya bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi selama pandemi ini, tentunya dengan tetap menekankan point protokol kesehatan di setiap lini,”.

Di lomba burung ini tidak sekedar hobi untuk seneng-seneng, promosi, ataupun jalin silaturahmi saja, tetapi justru di sinilah perputaran ekonomi terjadi cukup besar dimana banyak sekali melibatkan faktor-faktor pendukung perokonomian. Tepat pukul 09.00 WIB lomba dimulai diawali acara ceremonial potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur dan doa atas terselenggaranya gelaran hari ini, kemudian berlanjut ke inti lomba burung berkicau yang menyajikan 28 kelas ketatnya kompetisi dalam bersaing memperebutkan podium terbaik hingga usai tepat pukul 18.00 WIB.

Kehadiran Holliday sebagai salah satu amunisi terbaik Nusantara menjadi tantangan tersendiri bagi pecinta burung anis merah lainnya yang juga begitu antusias memenuhi arena, walaupun pada akhirnya harus mengakui kualitas dahsyat gaco milik H. Topo-Kediri yang memang layak menyapu bersih podium juara dengan predikat kemenangan quattrick ini. Mereka menyaksikan langsung kehandalan Holliday dalam memainkan irama lagu dengan power keras ditopang gaya teler ekstrem sembari aktif membuka ekornya yang jarang sekali point plus ini dimiliki oleh anis merah pada umumnya.
Tak hanya oleh aniser, Robert Pantau yang juga turut menyaksikan langsung dari dekat kinerja Holliday diakhir penancapan bendera koncer langsung menghampiri H. Topo untuk menyampaikan selamat, dan sontak moment ini langsung diabadikan oleh para awak media manapun yang bertugas kala itu. “ Luar biasa sekali, top markotop pokoke Holliday memang joss bisa sapu bersih semua kelas,” ucapnya.

Prestasi maksimal juga ditorehkan oleh Begal besutan Neyra 0721 Srikaton yang sukses menyabet podium double winner dipertarungan sengit lovebird-lovebird konslet Nasional dikedua kelas lovebird umum yang ada. Tak hanya lovebird lovers saja yang menyaksikan langsung kualitas Begal, para punggawa gelaran pun mengakui keunggulan volume dan durasi tembakan panjang-panjangnya. “ Semua perlombaan pasti ada menang ada kalah, tinggal rejekinya saja karena terkadang apabila kualitas tidak sejalan dengan hoky ya hasilnya zonk,” canda Shrex sang mekanik yang pekan lalu kurang hoky ketika berlaga di Piala Jateng 2 dimana kualitas Begal hanya sekali diganjar podium juara 3 dikelima kelas yang dilakoninya.

Berbeda cerita dengan kacer Pelor Mas milik Clio Rahmat-Inhil Team Riau yang pekan lalu sukses menyabet podium double winner di Piala Jateng 2 kawalan juri RGN, hari ini dalam pengawasan tim juri JBI ia lagi-lagi membuktikan kualitas terbaiknya untuk mendominasi pertarungan dikedua kelas yang ada dan kembali menorehkan point mutlak sebagai double winner. “ Pelor Mas membuktikan kualitasnya diakui di event manapun, semoga terus stabil untuk kedepan berlaga di event-event kolosal lainnya,” ungkap sang mekanik.

Ketatnya kompetisi juga terpapar jelas dikelas murai batu dimana jago-jago papan atas tumplek blek di gelaran ini, sehingga podium terbaiknya pun tidak hanya didominasi oleh satu nama jawara saja. Mengawali laga disesi Robert Pantau, Idola besutan WW Angga-Surabaya sukses besar lewat tampilan mewahnya. Bongkaran roll lagunya tertata rapi dengan tonjolan variasi tembakan isian panjang-panjang, volume keras, dan dominasi gaya tarung ngeplay happy yang aktif awal-akhir.
Tak berhenti di situ saja prestasi Idola, turun di sesi selanjutnya kelas utama murai batu LBC aksinya masih terlihat konsisten dan dihadiahi bendera koncer A meskipun harus rela finish di podium juara 4. Kemudian tetap tampil stabil untuk merepotkan kompetisi disesi ketiganya ketika mengikuti laga kelas murai batu Queen Of South untuk kembali berbagi bendera koncer A untuk menorehkan prestasi sebagai juara runner up. “ Hari ini Idola finish di podium juara 1,2,4,” tandas sang mekanik.

Murai batu lainnya yang juga sukses mengukirkan namanya di puncak tahta podium adalah Arthur milik Yudisthira dari Delta Pandawa BF. Mengikuti dua kelas murai batu LBC dan Queen Of South, balutan kualitas di atas rata-rata Arthur berhasil mencuri perhatian tim juri dan peserta lain untuk mengakui keunggulannya dalam mengeksplor materi lagu andalannya. Meskipun hasil akhir disesi utama harus legowo berbagi bendera koncer A dan finish di podium juara 3, Arthur tak mau kecolongan lagi disesi selanjutnya murai batu Queen Of South untuk tampil lebih gila dan sukses menduduki puncak podium.

Semantara Saleho yang sudah kenyang merasakan asam garam sengitnya persaingan cucak hijau Blok Tengah ini kembali melenggang mulus mencapai garis finish untuk nyaris menyabet podium kemenangan double winner. Mengandalkan bongkaran tembakan lagu isian panjang-panjang, amunisi Topan BSB ini mutlak memenangi kompetisi disesi Queen Of South dan hampir saja kembali mengulang kemenangannya disesi Robert Pantau namun lewat hasil selisih tipis bendera koncernya harus rela turun di podium runner up. “ Alhamdulillah, burung lawas (lama) masih konsisten dan mampu bersaing dengan jawara-jawara lain lintas blok yang juga mengikuti lomba bergengsi hari ini,” papar sang mekanik.

Menyeruak diantara para elite kenari papan atas yang pastinya sudah banyak memenangi perlombaan diberbagai gelaran lomba akbar sebelum-sebelumnya, Pusoko sebagai pendatang baru dikelas ini cukup memberikan shock therapy bagi para seniornya. Pasalnya, usai diakui kualitasnya di ajang Piala Jateng 2 pekan lalu dimana amunisi besutan Guruh-Casual BC diganjar podium runner disalah satu sesi yang ada, siang ini sang punggawa kembali bernafas lega ketika Pusoko dihadiahi bendera koncer A yang terpecah oleh sang pengadil untuk finish di podium runner up.

Tak dinyana oleh Guruh seusai pengambilan hadiah sampai ke paddock dia diikuti oleh beberapa kicaumania lain yang berterus terang mengungkapkan keinginannya meminang Pusoko dengan mahar yang cukup wow setelah melihat langsung kualitasnya tadi di atas arena, namun sepertinya sang empunya masih belum berkenan melepasnya. “ Perjalanan Pusoko masih panjang, semoga di event-event selanjutnya bisa terus stabil prestasinya,” cetusnya didampingi crew Casual BC.

Jawara kenari yang juga ambil peran penting di deretan nama-nama besar kejuaraan lomba ini adalah Pele, salah satu amunisi andalan dari Rudy Jago SF Solo yang kualitasnya memang cukup diakui khalayak dimana namanya selalu aktif menorehkan prestasi dimanapun ia berlaga. Tampil ngedur dengan balutan volume keras, lantunan irama lagu kenarian panjang-panjang dengan cengkok spesialnya, ditambah lagi gaya tarung nagen gela-gelo menjadi senjata pamungkas Pele untuk finish di podium juara 2 sesi kenari std bbs Best City Hotel, juara 3 std bbs Grand Senyum, juara 3 std bbs Queen Of South, dan juga juara 3 std kcl Queen Of South. “ Prestasi Pele hari ini sudah cukup lumayan meskipun belum finish terbaik di podium juara 1, melihat jadwal mainnya bulan ini yang benar-benar padat dimana Pele selalu tampil setiap minggunya bahkan selalu ikut semua kelas yang ada,” jelas Rudy Jago SF.


Diakhir gelaran panitia mengumumkan pemenang juara umum Single Fighter yang berhasil diraih oleh Kuda Balap SF dan juga juara umum Bird Club yang dimenangi oleh Dt. Solo Vaganza. “ Terimakasih atas support kicaumania yang sangat luar biasa di lomba burung berkicau Kampung Ulu Cup I hari ini, selamat kepada para juara dan jangan berkecil hati bagi yang belum beruntung, poles lagi gacoannya kita ketemu di event-event special berikutnya. Kami segenap jajaran panitia, juri, dan seluruh crew terkait yang bertugas sekali lagi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, mohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan,” tutup Agung Q-Pit. (kiky-tobil)



