KAPOLRES KUDUS CUP 2019

Mediabnr – Gelaran akbar KAPOLRES KUDUS CUP 2019 yang berbarengan dengan Anniversary Ke-4 Kudus Tledekan Mania (KTM) sukses terselenggara di Halaman Mapolres Kudus Baru, Jl. Kudus-Pati pada hari Minggu (7/7). Jajaran kepanitiaan yang dikomando langsung oleh Wakapolres Kompol Billy Andha Hildiarto Budiman, S.I.K. dan Andy OBI Kudus selaku Ketua Pelaksananya ini begitu solid berkolaborasi demi terwujudnya sebuah gelaran yang berkesan untuk masyarakat umum maupun kicaumania khususnya.
Sambutan Kapolres AKBP Saptono, S.I.K., M.H. yang sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif di masyarakat seperti lomba burung berkicau ini mengawali gelaran, kemudian dilanjutkan sederet acara yang telah teragenda rapi berikutnya sampai usai menjelang petang meraup perhatian berjuta pasang mata dari berbagai penjuru kota sekitar turut memeriahkan gelaran bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat yang hadir hari ini.
Terlahir sebagai salah satu yang terbaik diantara para jagoan kicaumania yang turun di kompetisi bergengsi ini adalah Itachi, squad amunisi anyar SKBC Kudus pimpinan H. Jayen yang baru-baru ini ditake over dengan harga fantastis. Perpaduan materi lagu kasar serta volume keras yang dibawakan dengan gaya tarung eksotic mampu terexplore sempurna dikedua laga yang dilakoninya untuk mutlak mengalahkan aksi rival lain. Alhasil, namanya langsung mencuat ke puncak tahta untuk berhasil menyabet predikat double winner dikelas kacer.
Tak hanya Itachi saja, H. Jayen juga menurunkan salah satu koleksi cucak hijau jawaranya bernama Sia-Sia yang tak mau ketinggalan untuk menyempurnakan kemenangan sang empunya. Lewat aksi dahsyat yang dipertontonkan dikelas utama cucak hijau Kapolres, Sia-Sia mampu tampil dominan dan berhasil memboyong pulang hadiah utama 1 unit sepeda motor yang telah disiapkan panitia. “ Alhamdulillah, duet Itachi dan Sia-Sia meraup hasil maksimal hari ini. Semoga kedepan keduanya bisa lebih stabil lagi,” ungkap H. Jayen.
Predikat double winner juga berhasil ditorehkan oleh Mahameru, nama gacoan sarat prestasi jebolan markas DMA BF Kudus yang aksinya nyaris tak terbendung dikelas murai batu. Diantaranya saat Mahameru berkompetisi dikelas utama Kapolres, rival disekelilingnya harus bekerja ekstra keras menghadapi perform gilanya yang ngedur roll tembak bergaya tarung happy ini. Untuk kesekian kalinya Mahameru sukses mengibarkan bendera yang diusung seperti sebelum-sebelumnya, yakni Dt. Purwodadi Award III yang akan menggelar event BnR pada tanggal 28 Juli 2019 mendatang.
Boncel milik Hadi-Wawan Sumowono SF berhasil mencuri satu point mutlak dikelas murai batu, yakni disesi Wakapolres lewat aksi tarung bongkar lagu isian berpower dahsyat andalannya. Disusul sederet nama besar lainnya yang juga tak kalah hebat bertarung, seperti halnya Bintang besutan Chandra BBF yang berbagi bendera koncer A dengan sang juara dikelas utama Kapolres untuk menempati podium juara III.
Demikian halnya dengan Ronggeng besutan Santoso rekan setimnya di BBF SF yang juga sukses bertengger di podium juara III sesi murai batu Wakapolres. “ Lumayanlah hasil silaturahmi dari tim kecil kami BBF SF Weleri, dua gacoan masuk tiga besar, dimana memang gacoan-gacoan yang turun hari ini dahsyat-dahsyat semua kualitasnya hingga bendera koncer A pun pecah untuk burung-burung terbaik,” tanda pemilik penangkaran murai batu Ring BBF ini.
Satu nama lagi nama yang kembali membuktikan kualitas jawaranya di partai neraka ekor panjang ini, yaitu Maestro yang langsung kembali stabil berprestasi dengan jubah barunya pasca mabung. Event kolosal terdekat seperti Piala Canting IV lalu namanya bertengger di podium I,I,II,IV,V dan X, kemudian lanjut ke Kambing Hitam finish podium I,II dan III, Pakualam IV dan di siang ini sukses berbagi gelar di podium juara II, III dan V.
Memang sudah tidak diragukan lagi perihal materi serta kualitas wahid yang dimiliki gaco jebolan Ring Asha BF Solo kawalan Nanang Putra Katong yang akan menggelar event Asha BF Solo Award pada tanggal 1 September 2019 mendatang ini. “ Monggo rekan-rekan kicaumania Nusantara dimanapun anda berada, lewat media BnR ini kami resmi menyampaikan undangan untuk panjenengan semua dapat bersilaturahmi memeriahkan gelaran kami yang berlokasi di Taman Balai Kambang-Solo, kami tunggu support dan partisipasinya,” ungkap Nanang Putra Katong ditemani crew.
Tak ketinggalan jago jebolan kandang Adhipati BF bernama Arnord yang notabene adalah saudara sepersusuhan dari Kojiro, siang ini berhasil mengibarkan bendera Shaamson SF lewat aksi berkualitas yang dipertontonkannya saat berlaga dikelas murai batu Wakapolres. Roll bongkar isian dengan materi pukulan bervariasi disertai gaya tarung ngeplay aktif membawanya ke podium runner up dengan selisih tipis total point bendera koncer. “ Kembali kualitas produk hasil tangkaran Adhipati BF terbukti tajinya di event besar,” cetus sang punggawa.
Sementara dikelas cucak hijau nama MJ juga kembali menghiasi tahta kejuaraan lewat aksi pamungkas yang telah kerap kali kita saksikan bersama disederet penampilan bergengsinya. Meski dalam kondisi nyulam buru, salah satu koleksi cucak hijau jawara milik Anton Tepos Jepara ini tetap mampu memperlihatkan aksi terbaiknya, dan terbukti ketika MJ bertarung disesi Wakapolres, perform istimewanya tak dapat dibendung untuk mutlak merajai podium puncak sebagai juara I.
Tak kalah sengitnya partai tarung dikelas kacer dimana memang telah kita ketahui bahwasanya jawara-jawara kacer nasional banyak terlahir dari wilayah Pantura ini. Persaingan memang memanas namun tetap berjalan sportif sesuai fakta lapangan. New Rawit debutan Paul KNP menjadi salah satu bintang baru yang cukup bersinar dan mencuri perhatian khalayak, hal ini dikarenakan aksi tarung berkualitasnya begitu mempesona dan nikmat untuk disimak lewat balutan sempurna materi unggulannya meskipun pada akhir koncer harus legowo menempati podium runner up. “ Tipis banget,” cetus singkat Hawenk sang punggawa.
Duet lovebird andalan tim Horor BC Kudus kembali berhasil membuktikan kualitas terbaiknya, yakni Sanjaya dan Romeo yang selalu aktif menghiasi tahta kejuaraan disetiap laga. Bintang-bintang kenari juga bertaburan di event ini, diantaranya adalah Kirana besutan Luqman Tirta Bening SF dari tim Papburi Kudus yang begitu extreme mengeksplore materi berkualitasnya saat beraksi disesi kenari standart bebas Kudus. Alhasil, aksi Kirana dihadiahi bendera koncer A yang nyaris mutlak oleh tim juri BnR yang turun bertugas kala itu.
Membayangi ketat dipodium runner up terlahir nama Panglima Tempur hasil polesan tangan dingin dari salah satu maestro pengorbit kenari-kenari jawara asal kota Pati yaitu Gank IV SF yang sudah cukup termasyur namanya di papan atas ini. Ngedur dengan gaya tarung wiper sembari aktif menggelontorkan lagu panjang menjadi aksi andalan Panglima Tempur. Tak hanya Panglima Tempur, gaco lain dikelas cucak hijau yang pada event Rembang Award lalu sukses finish diperingkat tiga besar yakni Sinar Mandiri juga kembali bersaing ketat membuktikan kestabilannya untuk mengimbangi kualitas rival papan atas lainnya di peringkat sepuluh besar. “ Semoga semakin stabil kondisinya untuk menghadapi event-event akbar selanjutnya,” cetus Jokek mewakili tim.
Dipenghujung gelaran segenap panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania serta seluruh pihak terkait yang tak dapat disebutkan satu persatu atas partisipasi dan dukungannya di event Kapolres Kudus Cup 2019 ini. “ Tak lupa kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Selamat atas prestasi yang dicapai, semoga bisa menjadi motivasi dimasa mendatang. InsyaAllah setelah ini kita kemas KUDUS CUP VI 29 September 2019 mendatang, tentunya bersama BnR,” tutup Andy OBI Kudus mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas. *team
https://mediabnr.com/2019/07/08/daftar-juara-kapolres-kudus-cup-2019/




























