
Madura (MediaBnR.Com) – Patut dijadikan contoh bagi kicau mania yang lain. Tim yang selalu mengedepankan persahabatan antar sesama memang menjadi kebiasaan tim CBF. Acara buka bersama yang digelar oleh tim CBF ini selain untuk memperingati satu tahun terbentuknya tim CBF ini juga untuk menjalin kedekatan antar kicau mania yang lain dan E.O bersama mereka sebagai tim yang selalu ada di setiap gelaran lomba burung berkicau, seperti yang disampaikan H. Fathur selaku sang komander Utama CBF. “kami memandang kicau mania yang lain bukanlah lawan akan tetapi mereka adalah kawan, yang slalu menjadi sahabat kami untuk berbagi, dikala kita mendapat rizki bahkan dikala kami tertimpa musibah, jadi kami tidak pernah membedakan Bendera, logo, bahkan ras sekalipun”. Sehingga tak heran jika mereka sangat dikenal sebagai tim yang loyal dikalangan kicau mania madura dan sekitarnya.
Tim yang selalu mengutamakan etika saat mengikuti perlombaan burung berkicau ini sudah mengalami pahit manis saat mengikuti gelaran lomba burung berkicau. Mulai dari tidak mendapatkan satu tropi kejuaraan sekalipun hingga memborong banyak tropi kejuaraan sudah pernah mereka alami, namun yang pasti mereka sampaikan bahwa kalah menang hal yang biasa, jika tidak puas dengan penilaian cukup sampaikan kritik dan saran saja.

Sebenarnya team CBF ini awalnya hanya berjumlah 4 orang saja, namun semenjak berganti nama dari Britama team, terdapat penambahan anggota sebanyak 30 orang lebih yang tersebar di seluruh madura dan Surabaya, juga tim Dirgantara yang termasuk dalam kesatuan team CBF. Dan untuk wilayah Surabaya sendiri dipimpin langsung oleh H. Rasidi, sehingga saling Back up dan saling suport antar anggota dapat berjalan lancar dan kompak meski mereka tidak tinggal di dalam satu wilayah.
Sedangkan upaya untuk menghindari timbul saling benci dan saling menjatuhkan antar anggotanya serta untuk mempererat silaturahmi, H. Fathur melakukan kegiatan pertemuan seluruh anggota setiap satu bulan skali bergilir di setiap anggotanya. Seperti saat ini yang dilakukan tim CBF. Saling tukar ide dan saling membantu untuk bertransaksi dengan rekanan kicau mania juga dibahas disetiap pertemuan seperti ini. Namun yang istimewah disini adalah, bilamana salah satu anggotanya berhasil bertransaksi gaco atau transaksi dari hasil tangkaran, tim ini mewajibkan untuk beramal, menyisihkan rizki untuk orang orang yang berhak mendapatkannya. Dan aturan ini juga berlaku untuk setiap anggotanya yang berhasil memenangkan hadiah disetiap gelaran lomba burung berkicau.

Hal ini memang sesuai dengan pemilihan nama team CBF “CAKRA Bird farm” yang menurut salah satu anggotanya yang juga ikut andil memilih nama tim CBF yakni H. Faisol. Bahwasanya nama ini diambil dari nama akhir pemimpin pertama kerajaan Bangkalan Madura yang memiliki kebiasaan “Gemah ripah loh jinawi” serta welas asih. Sehingga hal inipula yang selalu menjadi panutan tim CBF untuk membuat hobby burung berkicau ini menjadi hobby yang bermanfaat bagi anggotanya dan juga orang orang sekitarnya.(Deni)


