Brigade Cup 2 Semarang

MediaBnR – Semarang, Seluruh perhatian komunitas burung hwa mei dan ciblek Nusantara terpusat pada gelaran Brigade Cup 2 dimana ajang ini merupakan puncak klimaksnya liga hwa mei sebagai final penentuan jawara terbaik sekaligus perayaan 3rd Anniversary RWBC yang terselenggara di lokasi Wisata Lembah Kalipancur-Semarang, Minggu (23/2). Tak hanya kedua komunitas burung itu saja yang terlihat memadati arena tapi kicaumania berbagai lintas kota bahkan lintas blok juga ikut serta memeriahkan gelaran yang dikomando oleh Titut OBI Semarang (Ketua Panitia), Ecky Oktavian & Nathan Prasetyo (Penanggung Jawab) ini.
Sudah pasti ramai dan meriah tentunya, ditambah kehadiran tokoh-tokoh senior kicaumania papan atas yang hadir membuat laga ini semakin berkesan. “ Terimakasih atas partisipasi dan dukungan seluruh kicaumania yang sangat luar biasa ini, semoga acara hari ini dapat berjalan lancar sejak awal hingga akhir tanpa ada halangan apapun,” ujar Nathan Brigade didampingi Ecky RWBC, Pengurus Organisasi BnR Indonesia (OBI) Semarang dan sekitarnya, crew panitia, dan tim Juri BnR Indonesia (JBI) menjelang gelaran dimulai.

Setelah melalui perseteruan sengit di ajang bergengsi ini beberapa squad amunisi Ekaliza Team yang di turunkan sukses memberikan hasil optimal. Diantaranya lewat prestasi Destroyer yang aksi dahsyatnya tak terbendung disesi liga B hwa mei. Disaksikan langsung oleh Mr. Ekaliza sang punggawa, Destroyer tampil penuh percaya diri dengan balutan kualitas mumpuninya yang tereksplore sempurna. Hasil kemenangannya dikelas ini menjadi penentu juga untuk namanya ditetapkan sebagai jawaranya Liga Hwa Mei 2020 dengan point tertinggi. Tak hanya Destroyer saja yang mengharumkan squad Ekaliza Team, tapi ada juga nama Jaguar yang juga sukses mempertontonkan perform terbaiknya untuk dapat menyabet podium terbaik dikelas anis merah Brigade. “ Finishing yang sempurna, semoga kami bisa mempertahankan prestasi ini di laga-laga selanjutnya,” ungkap Mr. Ekaliza.

Podium runner up ditempati oleh hwa mei Hitler milik Mr. Dodiet Kober yang membayangi sangat tipis point Destroyer. Turun disesi A penampilan Hitler yang elegan begitu tampak dominan untuk kemudian sukses merajai podium terbaik dengan nilai koncer mutlak, namun kesalahan sedikit di perform keduanya disesi B harus memaksanya rela kehilangan point. Tak ketinggalan Corona, gaco hwa mei Mr. Dodiet Kober yang juga diturunkan di ajang ini pun sukses menorehkan prestasi membanggakan. Kualitas istimewanya diakui tim juri dan dipercaya untuk menempati podium juara 1 sesi hwa mei Brigade dan juara 2 sesi hwa mei RWBC.

Demikian halnya dengan Capt. Marvel milik Mr. Esnawan yang aksinya juga cukup merepotkan diperebutan podium juara liga hwa mei ini. Meski hasil akhir belum beruntung menempati peringkat 3 besar, hari ini ia kembali mengukir prestasi untuk nyaris meraih kemenangan double winner saat turun sebagai juara 1 disesi hwa mei RWBC dan juara 2 sesi liga B hwa mei. Namanya pun dinyatakan sebagai salah satu kandidat sukses dalam menghantarkan kemenangan Dt. Faster Chiki ke puncak podium juara umum Bird Club.

Mengiringi kemenangan Dt. Faster Chiki, Semarang 33 SF komando Mr. Galuh juga tampak perkasa menghiasi setiap kejuaraan lewat sederet kemenangan squad amunisi andalannya hingga pada klimaks penentuan ditetapkan sebagai juara terbaik Single Fighter. “ Alhamdulillah, semua berkat support semua crew dan tentunya teman-teman kicaumania yang all out mensupport hari ini, terimakasih semuanya,” ungkap Pungky.

Sementara Kyoto milik Mr. Paul Intan juga eksis menempati podium 5 besar di putaran akhir liga hwa mei ini, kualitasnya tetap terjaga untuk mengibarkan bendera Royal merapi BC. Tak hanya lewat Kyoto, beberapa amunisi bawaannya juga membuktikan eksistensi prestasinya, yakni murai batu Royal Merapi yang performanya diakui untuk dinobatkan sebagai runner up disesi BnR ditemani Nippon yang juga mampu bersanding terbaik sebagai runner up disesi utama cucak hijau RWBC lewat aktifitas dahsyatnya saat itu, jamtrok full bongkar isian.

Tidak kalah seru atmosfer kompetisi dikelas ciblek dimana gaco-gaco ternama lintas kota lintas blok juga tumplek blek di sini. Saling jegal lewat tontonan kualitas yang memang terlihat di atas rata-rata membuat podium juara dikelas ini bergantian ditempati nama berbeda. Puncaknya ketika terselenggara kelas best of the best sebagai ajang pembuktian para jawara tersebut, yang pada akhirnya melahirkan nama Bulldog milik Lutfi Cebban-KMM Team sebagai pemenang dikelas ciblek kebon dan New Abakura milik Fani-Sambeng CSMR Solo sebagai pemenang dikelas ciblek gunung.

Setelah sukses menaklukkan panasnya kompetisi di ajang tahunan Sweet Valentine pekan lalu dengan raihan nyaris double winner, Matahari Sakti besutan Sigit KM yang digawangi oleh Teddy BKS kembali mengulang kemenangan di laga ini. Tetap konsisten bahkan lebih all out lagi kinerjanya dengan balutan dahsyat roll bongkaran lagu rapat disertai muntahan materi pukulan isian panjang-panjang, volume keras, dan pastinya ngedur awal akhir untuk menunjang durasi kerjanya. Tontonan yang menarik dengan gaya happy di atas gantangan sebagai salah satu pendukung aksinya, MS sukses finish terbaik dua kali untuk menyabet double winner dikelas utama murai batu RWBC dan Brigade.

Kualitas squad gacoan Mr. Jasson punggawa Goldy SF memang tidak diragukan lagi, dan hal tersebut kembali dibuktikannya lewat ketiga amunisi yang diturunkannya di gelaran ini untuk keseluruhan masuk juara. Diantaranya Anak Papi, Melon, dan Anak Mami yang aksinya tak terbendung dikelas kenari. Anak Papi dengan durasi ngedur, volume tembus, gelontoran lagu kenarian panjang bercengkok aduhai menjadi bintang lapangan disesi kenari BnR. Demikian halnya dengan Melon yang berhasil menyusul kemenangan Anak Papi untuk mutlak menaklukkan persaingan ketat disesi kenari Jendral. Sementara Anak Mami yang menjadi debutan anyarnya langsung tampil merepotkan para kompetitor untuk merangsek ke podium juara 4.

Perjuangan sebagai salah satu single fighter sejati tak kenal lelah dilalui oleh Topan Garda Jepara SF yang selalu aktif melawat semua gelaran lintas EO yang ada hingga lintas Propinsi. Setelah sukses mengorbitkan nama besar kacer Gass yang sempat menghebohkan kancah pertarungan kelas kacer nasional tahun 2019 silam, hari ini ia kembali mencuri perhatian khalayak lewat debutan anyar besutannya yang langsung nyaris menyabet double winner. DK Sakti adalah nama baru kacer tersebut dengan mengandalkan gaya patah leher yang nyaris 90 derajat disertai semburan roll lagu rapatnya. “ Semoga ke depan bisa lebih sempurna lagi,” tandasnya.

Rival terberat DK Sakti kali ini adalah Twister yang notabene adalah amunisi jebolan markas Havindo. Durasi kerja ngedur dengan roll materi lagu dahsyat diimbangi pembawaan power tembus serta gaya full buka ekor dan sayap getarnya menjadi aksi pamungkas Twister untuk mampu merajai sesi kacer BnR. “ Awal ngorbit dulu terkendala dengan faktor turun nglantainya, ya mungkin karena birahinya kurang stabil. Perlahan dan terus konsisten pasca kita take over langsung kita ganti voernya pake Twister Gold dengan settingan exfood tetap sama seperti sebelumnya. Alhasil, boom… nglantainya teratasi dan makin terdongkrak kualitasnya,” papar Mr. Han sang mekanik.

Diakhir acara segenap jajaran panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh seluruh kicaumania. “Syukur Alhamdulillah atas terlaksananya event Brigade Cup 2 feat Anniversary ke-3 RWBC feat Final Liga Hwa Mei bersama BnR Indonesia hari ini, kami segenap pelaksana lomba memohon maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam menyajikan. Maturnuwun kepada seluruh kicaumania yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu atas rawuhnya di event kami. Sukses selalu, salam satu hati satu hobi,” tutup Sukma Titut mewakili panitia. (kiky-tobil-lambang)



