Ndayu Park Cup Sragen

MediaBnR-Sragen, Minggu (27/9). Gelaran lomba burung berkicau bertajuk Ndayu Park Cup di lokasi wisata Taman Edukasi Ndayu Park-Sragen komando Mr. Bara sukses terselenggara lewat animo kicaumania lintas kota lintas blok yang terlihat begitu antusias memadati arena tersebut, hadir bersama sederet amunisi andalannya masing-masing untuk menorehkan prestasi.
Persaingan ketat pun tak terelakkan disetiap kelasnya, namun squad amunisi Mr. Faizin DM dan tim solid dari Dt. PBI Bersama kawalan Mr. Bintang Pradana feat Mr. Dwi Jalu sukses tampil mendominasi. Alhasil, pertarungan sengit hari ini ditutup oleh kemenangan Mr. Faizin DM Tegal sebagai pemenang di podium juara umum Single Fighter dan Dt. PBI Bersama sebagai yang terbaik di podium juara Bird Club.

Disusul nama-nama gacoan dari sederet kicaumania yang juga andil mewarnai tahta juara. Diantaranya adalah Mr. Rudy Jago SF lewat aksi duet Temox’s featuring Pele yang selalu stabil mendulang kemenangan disetiap laganya. Seperti pada pertarungan sebelumnya di Sondokoro Cup dan Cucak Hijau Party Combat BC lalu, siang ini pun keduanya kembali menuai hasil membanggakan.
Temox’s lewat balutan aksi dahsyatnya yang ngedur abis bongkar materi lagu tembak panjang-panjang finish sebagai double winner, disusul aksi hebat Pele yang juga tak kalah mewah mengeksplore kualitas lagu panjang kenariannya untuk finish juara 1,2,2. “ Over all, baik crew maupun amunisi besutannya masing-masing semuanya sudah bekerja maksimal, dan puji syukur hasil yang kita tuai hari ini juga optimal, semoga bisa terus kita pertahankan kestabilannya di even-event mendatang,” ungkap Mr. Rudy Jago didampingi crew.

Squad amunisi dari Mr. Is Nugroho punggawa Kunci Mas Solo SF juga menang banyak dimasing-masing pertarungannya, yakni hwamei Huru-Hara yang sukses menyabet podium double winner, Sandi Yudha lewat roll speed tembak bongkar materi lagu isian komplitnya nyaris tak terbendung dengan torehan hasil akhir double winner, disusul Laba-Laba yang sedikit kurang beruntung di podium juara 3 dan 4. “ Kurang hoky saja untuk Laba-Laba, meskipun sebenarnya kami merasa yakin dia bakal juara melihat aksinya tadi di gantangan,” ujar Om Irwan Jabrix.

Mengiringi ketat kemenangan Sandi Yudha, salah satu gaco andalan koleksi Mr. Nugroho punggawa Sendiko Accu dari Semarang juga aktif bertengger di tahta juara. Yakni Panser, aksi roll speed rapat sembari fasih memuntahkan variasi pukulan isian panjang-panjang ditopang power tembus dan gaya nagennya sukses merepotkan komopetisi untuk finish di podium juara 2,3,3. Demikian halnya dengan Thanos gaco kacer orbitan baru dari Mr. Tri Agung rekan sekotanya yang juga menjadi kuda hitam ditengah panasnya pertarungan kacer mania papan atas untuk sukses membayangi di podium runner up.

Masih dari kota Semarang, Petoxz besutan Mr. Dono Pandawa BC kembali membuktikan kualitasnya saat bersaing dengan nama-nama besar murai batu papan atas lintas blok. Meskipun menurut penuturan Mr. Heri sang putra kondisi bulu Petoxz belum kering betul, ternyata tidak begitu mempengaruhi performanya di atas arena untuk sukses tampil menjadi yang terbaik di sesi Belgie dan finish di podium juara 5 sesi Ndayu Park. “ Sayang tidak kebagian tiket di sesi-sesi awalnya tadi,” jelas Mr. Dono.

Demikian juga dengan Buldozer, salah satu amunisi hwamei papan atas asal kota Atlas yang dipoles oleh Mr. Tristan-Kabel Jaya. Bongkaran materi lagu serta roll rapatnya nyaris sukses mendominasi persaingan ditengah ketatnya persaingan sengit hwamei-hwamei nasional lainnya. Hasil akhir podium runner up disesi Belgie tak menyurutkan semangat sang empunya untuk terus melawat laga-laga akbar selanjutnya. “ Pokoke gaspol terus, hoby jangan dibikin pusing yang penting happy kawan,” pungkasnya.

Sementara dikelas kacer, amunisi besutan Mr. Oyonk-Pandanwangi yang telah sukses menorehkan banyak kemenangan khususnya dibilangan wilayah Pantura ini mencoba peruntungan bermodalkan kualitasnya di partai neraka lomba siang ini. Hasilnya pun luar biasa, bersaing dengan kacer-kacer papan atas Paku Mas nyaris tampil merajai. Disesi pertama kacer Sragen ia berhasil finish di podium runner up, berlanjut kesesi utama kacer Ndayu Park, aksi roll tancep bervolume keras serta gaya royal buka sayap ekornya mutlak diganjar koncer A oleh tim juri sebagai yang terbaik. “ Nyaris double winner,” cetus Om Hadi ARBC sang mekanik.

Tak kalah serunya pertarungan dikelas anis merah yang juga menyajikan kompetisi berkualitas hingga para juaranya pun harus rela bersanding bergantian. Disesi utama Ndayu Park nama besar Jaguar milik Mr. Eka punggawa Ekaliza Team Semarang kembali dinobatkan sebagai yang terbaik karena memang kualitas materinya benar-benar tereksplore sempurna saat itu. Doyong full kanan kiri serta ekstrem isian lagunya yang termuntah sempurna tanpa kesalahan sejak awal gantang hingga akhir penjurian. “ Sayang sekali Bapak tidak bisa hadir menyaksikan langsung kemenangan Jaguar hari ini karena memang ada tugas Negara yang tidak bisa ditunda,” jelas Om Agvin.

Sementara disesi anis merah Sukowati tampilan memukau Holliday milik Mr. Topo Kediri lah yang dianugerahi podium terbaik oleh sang pengadil. Aksi doyong ekstrem buka ekor berbalut materi lagu isian kasar-kasar yang dimuntahkannya keras sukses mencuri perhatian.

Mengusung Dt. Piala Bupati Jepara 2020 yang bakal terselenggara pada 29 November mendatang di kota Jepara tepatnya di lokasi Pantai Kartini, silaturahmi Mr. Andi MP beserta duet amunisinya di lomba hari ini cukup. Diantaranya lewat torehan prestasi Rudal, salah satu koleksi gaco polesannya yang berhasil finish di podium juara 3, disusul aksi stabil Junior yang juga tampil sukses di peringkat 10 besar sesi murai batu Ndayu Park. “ Insya Allah, apabila tidak ada halangan kita bisa silaturahmi bareng lagi di Piala Bupati Jepara 2020 nanti. Monggo segera pesan tiketnya,kami tunggu support dan partisipasi temen-temen kicaumania Nusantara semua,” ungkap Mr. Andi MP.

Diakhir gelaran segenap panitia dan jajaran tim juri yang bertugas menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania yang hadir sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan. “ Selamat kepada para jawara dan jangan berkecil hati bagi peserta yang kurang beruntung, poles lagi gacoannya dan sampai jumpa di lomba selanjutnya,” tutup Mr. Bara selaku Ketua Panitia. (kiky)



