KETATNYA PERSAINGAN LAHIRKAN JAWARA-JAWARA TANGGUH DI SVC 2
DIAN SUMBER RAYA SF & DT. BALEKAMBANG KUMANDANG NAIK TAHTA
Untuk kali kedua gelaran akbar Solo Vaganza Cup terselenggara lancar hingga meraih sukses. Masih bersama Rudy NRS dan Prio Sutrisno mewakili Radja Company sebagai inspirator gelaran yang kali ini menggandeng Organisasi BnR Indonesia diwakili Joko Bonita untuk dipercaya menangani dalam hal penjurian pada lomba burung berkicau yang dihelat di lokasi wisata De Tjolomadoe-Solo, Minggu (21/10).
Sebesar 1615 peserta yang terdiri dari teman-teman kicaumania hadir dari berbagai wilayah blok ikut serta memeriahkan gelaran siang hari ini untuk memenuhi 32 kelas burung yang dipertandingkan. Tak heran, disetiap kelasnya dapat dipastikan sengit akan suasana berkompetisi hingga melahirkan jawara-jawara tangguh yang benar-benar lulus uji di arena sarat gengsi ini.
Duet kakak beradik H. Adabi dan H. Birly Pekalongan yang memperkuat Mian AF Jepara sukses mengantarkan amunisi-amunisi handalannya menduduki tangga juara. Diantaranya Lovebird Dewa Amoy, Murai Batu Karebet dan Kenari Revolver. Lovebird Dewi Amoy tampil ciamik di Kelas Radja, durasi panjang dikeluarkan berulang kali hingga meraup point tertinggi dan berhak membawa pulang 1 unit sepeda motor.
Sedangkan di Kelas berikutnya, Kelas Lovebird Budaya Dewa Amoy hanya mampu bertengger di Posisi Runner Up. Tak hanya di Kelas Lovebird, di Kelas Kenari Kecil pun H. Birly juga berjaya bersama Revolver yang menempati juara 2 di Kelas Budaya. Sementara sang kakak H. Adabi juga sangat bangga karena Murai Batu kesayangannya tampil topform di Kelas Radja untuk kembali lagi mendapatkan hadiah motor. “ Insyaallah, full team kita ke Ibukota Minggu depan,” pungkas Cempe sang mekanik.
Hasil selisih point bendera koncer cukup tipis digapai Black Jack kepemilikan Bambang AB Galeh BF rekan sekota Batik saat berlaga dikelas utama murai batu SVC dengan tiket tertinggi. Setelah sukses menaklukkan partai neraka diberbagai gelaran akbar sebelum-sebelumnya, persiapan matangnya kali ini kembali berbuah manis meski harus legowo menempati podium runner up.
Kualitas materi yang dimiliki pengibar bendera Dt. Balekambang Kumandang ini sangat pakem untuk diakui tim juri berbagai EO seperti halnya kali ini dimana para juri kompeten JBI bertugas di dalam arena. “ Puji Tuhan, BJ dipercaya kembali naik podium. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bisa menjadi salah satu saksi sejarah di gelaran SVC2,” ujar pemilik penangkaran murai batu dan lovebird trah jawara Ring AB Galeh BF asal kota Pekalongan ini.
Di sesi Kenari STD Kecil, Costa orbitan Mr. Marco dari M89 Canary Solo berhasil mencuri 2 kemenangan Juara 1, yaitu di Kelas STD Kecil Tjolomadoe dan Budaya. Penampilannya kali ini benar-benar sempurna, lagu standard cengkok yang dibawakan dengan durasi panjang nyaris tanpa jeda tersebut menjadi kunci utama dalam merebut kemenangan. Target selanjutnya yaitu akan bertarung dengan Kenari papan atas lainnya di Presiden Cup V.
Sementara Kenari syarat prestasi 2 AH milik Gilbert yang dikawal Faiz juga tampil bagus, namun Dewi Fortuna mungkin belum berpihak dan hanya finish di urutan 2, 3 dan 5. Meski demikian, Faiz masih tetap semangat dan akan mengusung 2 jago handalnya 2 AH dan Kipas Sakti ini di Presiden Cup V. Sedangkan Wulung Boyolali yang baru pertama kali ikut lomba merasa bangga akan penampilan gaco besutannya yang bernama Brondong berhasil finish 7 besar.
Pertarungan sengit terjadi di Kelas Murai Batu AK 47, antara Terpesona milik H. Jay JPMRT 78 SF Banjarmasin dengan Maestro punya Nanang Putra Katong Solo. Kedua gaco tersebut sama-sama memuntahkan lagu-lagu kasar dan pedas dengan speed rapat serta tembakan-tembakan dahsyat sebagai senjata pamungkasnya masing-masing. Namun diakhir penilaian Terpesona tercatat sebagai jawara sedangkan Maestro hanya kalah 1 bendera koncer dan harus puas menempati posisi Runner Up. ” Saya bangga dengan kerja Maestro, dalam suasana malam masih mampu menunjukan kinerja yang bagus dan stabil,” ungkap Nanang.
Tak hanya Terpesona saja, H. Jay juga sukses mengangkat tropy juara lewat kemenangan Pusoko yang menjadi salah satu lovebird terbaik di event ini. Namanya kian melambung seiring torehan prestasi yang terus stabil disandangnya disetiap laga baik dikandang maupun tandangnya ke berbagai pulau.
Ada juga Mabox, salah satu lovebird fenomenal milik Abah Sakri punggawa Airlangga Team dari blok Timur yang sepak terjangnya juga sudah kental ditelinga lovebird lovers nasional. Namanya kembali meramaikan partai neraka dikelas ini dimana aksi fasih tembak panjangnya sukses memboyong tropy juara 1,3,6,7 untuk tampil membanggakan sang empunya. “ Alhamdulillah, apapun hasilnya wajib disyukuri karena memang tidak mudah perjalanan menjadi jawara. Cukup lumayanlah bisa bawa pulang oleh-oleh ke Surabaya,” ungkap Bos Airlangga Team Surabaya ini.
Siapa yang tidak mengenal nama besar Ratu Jagat, salah satu cucak jenggot terbaik Nusantara milik Mr. Yayang-Kalteng yang sudah mengantongi segudang prestasi nasional dan masih saja stabil performa serta kualitasnya hingga detik ini meskipun banyak bermunculan jawara-jawara baru. Buah tangan ketlatenan Djikano Semarang adalah sebagian dari kunci prestasi Ratu Jagat dapat setangguh ini dimana konsumsi pakan voer hariannya dipercayakan kepada produk berkualitas olahan Maxxx Power.
Sumber Raya SF asal kota Weleri yang dikomando langsung oleh Dian SRG terlihat begitu bersemangat untuk kembali memeriahkan ranah kompetisi ini. Hadir bersama crew solid serta squad amunisi andalannya, namanya mencuat sebagai salah satu kandidat terbaik di tahta juara umum. Dan hasilnya pun menjadi lebih optimal dimana salah satu gaco debutan barunya bernama Jaguar tampil sebagai jawara dikelas cendet untuk mengiringi langkah kemenangannya sebagai Single Fighter terbaik di event ini.
“ Kemaren-kemaren, SRG juga tetap eksis kok disetiap lomba, tapi hanya sekedar membantu point temen-temen karena masih focus peluncuran sekaligus pemasaran salah satu produk terbaru kami minyak PALAMAS. Ya kalau hari ini memang sengaja saya komando crew untuk full team silaturahmi dihajat Om Rudy, dan Alhamdulillah hasilnya juga maksimal,” jelas eksekutive muda yang low profile ini. Bersanding sebagai juara Bird Club terbaik dinobatkan kepada Dt. Balekambang Kumandang yang juga sukses menghantarkan sebagian besar gaco-gaco andalannya bertengger meraup point kemenangan.
Pada kesempatan ini, nama H.Jay JPMRT 78 SF Banjarmasin kembali berkibar dan jadi perhatian kicau mania blok tengah. Selain membawa Pusoko lovebird andalannya yang bertengger di podium juara 1,2,3,5,8, juga membawa gaco barunya MB Terpesona. Dibawah gantangan nomor 16, MB Terpesona tampil membuktikan kualitasnya meraih tahta juara secara mutlak. Kabarnya, usai membuktikan penampilan perdana di lomba BnR Solo Vaganza, MB Terpesona akan menjadi squad tangguh bersama LB Pusoko melaju ke lomba kolosal Prescup V, pekan depan. “Ujar Mr.Cipta Gala mewakili H.Jay
Dipenghujung gelaran, Rudy NRS mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas di SVC2 menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak-pihak terkait terutama kicaumania yang telah hadir berpartisipasi serta memberikan dukungannya. “ Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam penyelenggaraan lomba siang hari ini, semoga di SVC3 tahun depan kami dapat lebih baik lagi, sampai jumpa,” tutupnya. *team
BACA JUGA : Daftar Juara Solo Vaganza Cup 2 (21/10/2018)
GALERY :




























